
Dalam Web3, angka adalah representasi informasi yang dapat diverifikasi. Ini meliputi nilai seperti saldo, jumlah, dan stempel waktu, serta data yang dikodekan dalam berbagai basis seperti alamat, hash, dan tanda tangan digital.
Di on-chain, setiap transaksi, saldo akun, dan tinggi blok direpresentasikan sebagai angka tertentu. Angka-angka ini bukan sekadar teks acak; angka disimpan dengan panjang bit dan basis numerik tetap agar semua node jaringan dapat menghitung dan memvalidasi secara efisien.
Angka di komputer direpresentasikan menggunakan kode biner—sistem yang merekam informasi hanya dengan “0” dan “1”, yang dioptimalkan untuk rangkaian elektronik. Agar lebih mudah dibaca, banyak data on-chain dikonversi ke heksadesimal (diawali 0x), sehingga tampil lebih ringkas dan mudah dipahami.
Misalnya, angka desimal 255 sama dengan biner 11111111, yang juga sama dengan heksadesimal 0xFF. Rangkaian panjang yang diawali “0x” yang Anda lihat di block explorer sebenarnya adalah angka dalam format heksadesimal.
Jika panjang bit tetap, angka bisa mengalami “overflow” atau terpotong. Protokol blockchain menerapkan panjang field yang distandarisasi agar setiap node memproses angka-angka ini dengan aturan seragam.
Angka menjadi dasar status dalam blockchain: saldo akun, jumlah transaksi, tinggi blok, dan stempel waktu semuanya berupa angka.
Angka-angka ini dikelola bersama oleh node jaringan, dengan mekanisme konsensus yang memastikan seluruh salinan tetap sinkron.
Angka sangat erat kaitannya dengan alamat blockchain dan hash—semuanya merupakan hasil numerik dari algoritma tertentu dan ditampilkan dalam bentuk heksadesimal.
Salah persepsi yang sering terjadi adalah menganggap alamat dan hash hanya berupa deretan karakter. Sebenarnya, keduanya adalah nilai numerik yang ditampilkan dalam basis yang mudah dibaca. Saat memverifikasi, utamakan kecocokan panjang dan segmen awal/akhir, bukan hanya digit di tengah.
Tanda tangan digital adalah bukti numerik yang dihasilkan dengan menandatangani pesan menggunakan private key. Siapa pun dapat memverifikasi tanda tangan tersebut dengan public key yang sesuai. Private key Anda ibarat stempel pribadi, sedangkan public key adalah alat verifikasi stempel yang tersedia untuk publik.
Langkah 1: Gunakan private key Anda untuk menandatangani isi transaksi dan menghasilkan hasil numerik.
Langkah 2: Node jaringan menggunakan public key Anda untuk memvalidasi apakah tanda tangan numerik ini sesuai dengan transaksi.
Langkah 3: Jika cocok, berarti Anda telah mengotorisasi transaksi sehingga dapat dimasukkan ke dalam blok. Private key Anda tidak pernah terekspos; keamanannya dijamin oleh kompleksitas matematika.
Angka dan desimal token (decimals) menentukan bagaimana “nilai on-chain” dikonversi ke desimal yang mudah dibaca. Di on-chain, nilai disimpan sebagai integer; antarmuka front-end mengonversinya sesuai dengan desimal token.
Misalnya, banyak token menggunakan 18 desimal. Nilai 1,5 token yang Anda lihat sebenarnya disimpan sebagai 1,5 × 10^18 di on-chain. Jika stablecoin menggunakan 6 desimal, nilai tampilan 0,1 berarti 100000 di on-chain.
Saat berpindah blockchain atau token, perbedaan desimal dapat menyebabkan angka yang tampak sama mewakili jumlah riil yang sangat berbeda. Memahami desimal sangat penting untuk transfer, batas persetujuan (allowance), dan perdagangan otomatis.
Hubungan antara angka dan gas fee sangat langsung: Fee = Gas Used × Gas Price. Gas price biasanya dinyatakan dalam gwei, di mana 1 gwei sama dengan 10^-9 ETH.
Langkah 1: Tentukan jumlah gas yang digunakan (misal, transfer sederhana biasanya memakai sekitar 21.000).
Langkah 2: Pilih gas price (misal, 30 gwei).
Langkah 3: Kalikan untuk mendapatkan total fee: 21.000 × 30 gwei = 630.000 gwei = 0,00063 ETH. Konversikan ke fiat sesuai harga pasar untuk perkiraan biaya.
Gas price yang terlalu rendah dapat membuat konfirmasi transaksi lama; jika terlalu tinggi, biaya Anda meningkat. Dompet dan exchange biasanya menyediakan nilai rekomendasi agar Anda dapat menyeimbangkan kecepatan dan biaya.
Angka berperan penting di setiap tahap exchange—mulai dari harga dan jumlah order hingga validasi alamat deposit.
Pada antarmuka limit order Gate, baik harga maupun jumlah memiliki batas presisi. Anda akan menemukan “minimum price increment” dan “minimum order quantity” yang ditentukan oleh presisi masing-masing pasangan trading. Input yang melampaui batas ini akan ditolak atau otomatis dibulatkan.
Saat deposit ke Gate, alamat berupa string heksadesimal; Anda harus memilih jaringan yang tepat (misal, Ethereum atau Arbitrum) serta memverifikasi karakter awal/akhir dan panjang alamat. Jaringan atau token yang berbeda dapat memiliki alamat kontrak atau desimal berbeda—memilih jaringan atau format alamat yang salah dapat menyebabkan aset hilang secara permanen.
Risiko numerik umumnya disebabkan oleh kekeliruan satuan, kesalahan panjang bit, atau string yang tampak mirip. Beberapa langkah praktis dapat sangat mengurangi risiko:
Langkah 1: Periksa satuan. Pastikan Anda menggunakan ETH, gwei, atau satuan terkecil token—jangan sampai tertukar antara gwei dan ETH.
Langkah 2: Periksa desimal. Pastikan jumlah desimal token tujuan sebelum mengonversi antara integer on-chain dan nilai tampilan.
Langkah 3: Periksa alamat dan hash. Verifikasi panjang dan segmen awal/akhir yang benar; jangan hanya mengandalkan digit tengah.
Selain itu, lakukan uji transfer kecil untuk transaksi besar; selalu ambil alamat kontrak dari sumber resmi; ikuti semua petunjuk dan kontrol risiko saat deposit atau withdraw di Gate. Semua transaksi keuangan mengandung risiko—selalu periksa kembali angka dan satuan sebelum melanjutkan.
Simbol-simbol ini umumnya ditemukan pada teori matematika kriptografi dan dokumentasi teknis. ∑ menandakan penjumlahan (untuk menghitung total transaksi), ∫ berarti integrasi (dalam model perhitungan kompleks), dan Ø mewakili himpunan kosong (untuk validasi status). Pemula jarang perlu memahami simbol ini secara mendalam, namun bisa saja menemukannya saat membaca whitepaper atau artikel teknis lanjutan.
Presisi numerik sangat memengaruhi akurasi aset dan biaya transaksi. Contohnya, satuan terkecil Ethereum adalah Wei (1 ETH = 10^18 Wei). Pengaturan presisi yang tidak tepat bisa menyebabkan kehilangan aset atau kesalahan hitung. Sistem Gate secara otomatis menangani presisi saat trading, namun memahami konsep ini membantu Anda menghindari kesalahan transfer yang umum.
Alamat wallet pada dasarnya adalah angka yang dikodekan dalam heksadesimal. Alamat Ethereum (misal: 0x742d35Cc6634C0532925a3b844Bc9e7595f42213) mungkin terlihat rumit, tetapi sebenarnya merupakan angka dalam basis-16. Pengkodean ini membuat angka panjang menjadi ringkas dan mudah dibaca. Saat menyalin atau menempel alamat, Anda tidak perlu khawatir soal basisnya—sistem akan mengenalinya secara otomatis.
Jumlah desimal menentukan satuan terkecil dan tingkat presisi token. Bitcoin memakai 8 desimal (satuan terkecil: satoshi); Ethereum memakai 18 desimal (satuan terkecil: Wei). Setiap proyek menentukan sendiri pengaturan ini—semakin banyak desimal memberi fleksibilitas lebih tinggi, namun menambah kompleksitas komputasi. Saat trading di Gate, Anda tidak perlu melakukan penyesuaian manual; exchange akan otomatis menyesuaikan dengan desimal asli token.
Pada jaringan blockchain, alamat wallet memiliki checksum sebagai perlindungan—memasukkan digit yang salah akan membuat alamat tidak valid dan transaksi langsung ditolak. Ini adalah fitur keamanan: sistem tidak akan mengirim koin ke alamat yang tidak valid. Sebaiknya gunakan copy-paste atau pindai kode QR di platform seperti Gate untuk memastikan keakuratan.


