Logam mulia terus mengalami kenaikan, emas stabil di atas USD 3.300/oz, perak bahkan menembus USD 38. Namun, pasar aplikasi platinum, yang juga merupakan logam investasi klasik, telah lama diabaikan oleh pasar. Apakah fenomena ini masuk akal?
Siklus Fluktuasi Sepuluh Tahun: Mengapa Platinum Tertinggal dari Emas?
Dulu, platinum adalah logam mulia termahal. Pada 2014, harga platinum per ons melewati USD 1.500, jauh di atas harga emas saat itu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren kedua logam mulia ini berbalik.
Emas mengalami tren kenaikan yang kuat, sementara performa platinum seperti roller coaster. Pada April 2025, emas mencapai rekor tertinggi USD 3.500/oz, sedangkan platinum dalam dekade terakhir sangat fluktuatif—awal 2020 bahkan turun di bawah USD 600.
Selanjutnya, harga platinum berulang kali berfluktuasi di sekitar USD 1.000. Tetapi sejak awal 2025, platinum mulai menguat, pada Juli mencapai sekitar USD 1.450/oz, menandai perubahan sentimen pasar.
Berbagai Jalur Investasi Platinum
Investor dapat berpartisipasi di pasar platinum melalui berbagai cara:
Memiliki platinum secara langsung: Membeli koin platinum, batangan, atau perhiasan platinum. Metode ini memerlukan biaya penyimpanan dan biaya transaksi, tetapi memberikan kepemilikan aset nyata.
Produk dana platinum: Melalui ETF atau ETC, berinvestasi tanpa harus menyimpan fisik, mudah diintegrasikan ke portofolio yang ada. Sangat ramah untuk investor pemula.
Saham perusahaan pertambangan: Berinvestasi di perusahaan yang menambang platinum, mendapatkan eksposur tidak langsung terhadap pertumbuhan industri.
Instrumen derivatif: Futures, opsi, dan instrumen keuangan kompleks lainnya cocok untuk trader berpengalaman, tetapi memiliki risiko dan imbal hasil tinggi.
Trading kontrak selisih harga (CFD): CFD memungkinkan trader berspekulasi terhadap fluktuasi harga platinum dengan modal lebih kecil. Leverage memungkinkan kontrol posisi besar dengan modal kecil, tetapi juga memperbesar risiko.
Mengapa Harga Platinum Melonjak Signifikan pada 2025?
Memahami tren kenaikan ini memerlukan meninjau penggunaan industri platinum. Berbeda dengan emas, nilai platinum tidak hanya berasal dari kelangkaannya, tetapi juga dari beragam aplikasi industri—mulai dari katalis mobil, implan medis, bahan kimia, hingga pembuatan sel bahan bakar hidrogen dan teknologi hidrogen hijau.
Pada 2025, harga platinum naik dari USD 900/oz pada Januari menjadi USD 1.450/oz pada Juli, kenaikan lebih dari 50%, didorong oleh:
Gangguan pasokan dari produsen utama seperti Afrika Selatan
Persediaan fisik yang sangat ketat (terlihat dari tingkat sewa yang tinggi)
Ketidakpastian geopolitik
Permintaan dari China dan sektor perhiasan yang stabil
Dolar AS melemah
Aliran masuk dana investasi (net inflow dana ETF)
Prediksi Pasokan dan Permintaan Platinum 2025-2029
Berdasarkan data Dewan Investasi Platinum Dunia, permintaan platinum global pada 2025 diperkirakan mencapai 7.863 ribu ons, sementara pasokan hanya 7.324 ribu ons, sehingga terdapat kekurangan 539 ribu ons.
Pertumbuhan pasokan sangat terbatas, diperkirakan hanya 1%, karena kendala struktural dalam pertambangan sulit diatasi dengan cepat. Namun, pasar daur ulang memberi harapan, dengan pertumbuhan hingga 12% pada 2025.
Permintaan menunjukkan divergensi:
Sektor
Proporsi Permintaan
Volume Permintaan(ribu ons)
Perubahan YoY
Industri Otomotif
41%
3.245
+2%
Industri
28%
2.216
-9%
Perhiasan
25%
1.983
+2%
Investasi
6%
420
+7%
Permintaan dari otomotif, perhiasan, dan investasi menunjukkan pertumbuhan moderat, sementara industri diperkirakan turun 9%, sehingga total permintaan turun 1% YoY.
Platinum vs Emas: Mana yang Lebih Layak Diinvestasikan?
Platinum dan emas memiliki karakteristik unik. Emas dikenal karena sifat anti-inflasi dan fungsi penyimpan nilai, sementara platinum menonjol karena keanggunannya yang abadi dan aplikasi industri penting.
Dari segi aplikasi, permintaan platinum lebih beragam—tidak hanya untuk katalis mobil, tetapi juga untuk implan medis, produksi pupuk, serta teknologi sel bahan bakar dan hidrogen hijau yang sedang berkembang.
Platinum jauh lebih langka daripada emas, yang membuat performa jangka panjangnya tidak sebaik emas, dan ini tidak mengherankan. Sejak 2019, emas terus mencetak rekor tertinggi, sementara platinum stagnan dalam waktu lama. Rasio platinum-emas sejak 2011 pertama kali masuk ke zona negatif jangka panjang.
Fenomena ini terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan mobil diesel (platinum banyak digunakan untuk katalis diesel). Tetapi, situasi berubah pada 2025, saat platinum melonjak dari USD 900 pada Januari menjadi USD 1.450, didukung oleh krisis pasokan, permintaan stabil, depresiasi dolar, dan risiko geopolitik yang sempurna.
Saran Trading dan Investasi
Bagi trader aktif, volatilitas tinggi platinum menciptakan peluang. Trading CFD dengan leverage adalah metode umum. Strategi tren dasar (menggunakan moving average 10 dan 30 periode) dapat menghasilkan sinyal beli/jual yang jelas. Ketika MA cepat melintasi MA lambat dari bawah ke atas, beli; sebaliknya, jual saat melintasi dari atas ke bawah.
Manajemen risiko sangat penting. Disarankan membatasi risiko per transaksi pada 1-2% dari total modal, dan menetapkan stop loss. Contoh:
Modal total: 10.000 euro
Risiko maksimal per transaksi (1%): 100 euro
Stop loss: 2% di bawah harga masuk
Leverage: 5x
Posisi maksimal: 1.000 euro
Dengan pengaturan ini, bahkan kerugian beruntun tetap dapat melindungi modal.
Untuk investor konservatif, platinum bisa menjadi alat diversifikasi portofolio. Dinamika permintaan dan pasokan yang unik serta korelasi rendah dengan saham dan aset lain menjadikannya sebagai lindung nilai efektif dalam portofolio saham AS. ETF/ETC platinum, fisik platinum, atau saham pertambangan adalah pilihan yang tepat.
Proporsi alokasi platinum dalam portofolio harus disesuaikan dengan toleransi risiko pribadi. Mengingat volatilitas tinggi, menyeimbangkan secara berkala dengan aset lain dan rebalancing adalah langkah bijak.
Pernyataan Investasi: Harga logam mulia dipengaruhi oleh fluktuasi pasar dan dapat menyebabkan kerugian. Artikel ini hanya untuk referensi dan tidak merupakan saran investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harga platinum akan rebound pada tahun 2025: Apakah investor harus meninjau kembali logam mulia yang undervalued ini?
Logam mulia terus mengalami kenaikan, emas stabil di atas USD 3.300/oz, perak bahkan menembus USD 38. Namun, pasar aplikasi platinum, yang juga merupakan logam investasi klasik, telah lama diabaikan oleh pasar. Apakah fenomena ini masuk akal?
Siklus Fluktuasi Sepuluh Tahun: Mengapa Platinum Tertinggal dari Emas?
Dulu, platinum adalah logam mulia termahal. Pada 2014, harga platinum per ons melewati USD 1.500, jauh di atas harga emas saat itu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren kedua logam mulia ini berbalik.
Emas mengalami tren kenaikan yang kuat, sementara performa platinum seperti roller coaster. Pada April 2025, emas mencapai rekor tertinggi USD 3.500/oz, sedangkan platinum dalam dekade terakhir sangat fluktuatif—awal 2020 bahkan turun di bawah USD 600.
Selanjutnya, harga platinum berulang kali berfluktuasi di sekitar USD 1.000. Tetapi sejak awal 2025, platinum mulai menguat, pada Juli mencapai sekitar USD 1.450/oz, menandai perubahan sentimen pasar.
Berbagai Jalur Investasi Platinum
Investor dapat berpartisipasi di pasar platinum melalui berbagai cara:
Memiliki platinum secara langsung: Membeli koin platinum, batangan, atau perhiasan platinum. Metode ini memerlukan biaya penyimpanan dan biaya transaksi, tetapi memberikan kepemilikan aset nyata.
Produk dana platinum: Melalui ETF atau ETC, berinvestasi tanpa harus menyimpan fisik, mudah diintegrasikan ke portofolio yang ada. Sangat ramah untuk investor pemula.
Saham perusahaan pertambangan: Berinvestasi di perusahaan yang menambang platinum, mendapatkan eksposur tidak langsung terhadap pertumbuhan industri.
Instrumen derivatif: Futures, opsi, dan instrumen keuangan kompleks lainnya cocok untuk trader berpengalaman, tetapi memiliki risiko dan imbal hasil tinggi.
Trading kontrak selisih harga (CFD): CFD memungkinkan trader berspekulasi terhadap fluktuasi harga platinum dengan modal lebih kecil. Leverage memungkinkan kontrol posisi besar dengan modal kecil, tetapi juga memperbesar risiko.
Mengapa Harga Platinum Melonjak Signifikan pada 2025?
Memahami tren kenaikan ini memerlukan meninjau penggunaan industri platinum. Berbeda dengan emas, nilai platinum tidak hanya berasal dari kelangkaannya, tetapi juga dari beragam aplikasi industri—mulai dari katalis mobil, implan medis, bahan kimia, hingga pembuatan sel bahan bakar hidrogen dan teknologi hidrogen hijau.
Pada 2025, harga platinum naik dari USD 900/oz pada Januari menjadi USD 1.450/oz pada Juli, kenaikan lebih dari 50%, didorong oleh:
Prediksi Pasokan dan Permintaan Platinum 2025-2029
Berdasarkan data Dewan Investasi Platinum Dunia, permintaan platinum global pada 2025 diperkirakan mencapai 7.863 ribu ons, sementara pasokan hanya 7.324 ribu ons, sehingga terdapat kekurangan 539 ribu ons.
Pertumbuhan pasokan sangat terbatas, diperkirakan hanya 1%, karena kendala struktural dalam pertambangan sulit diatasi dengan cepat. Namun, pasar daur ulang memberi harapan, dengan pertumbuhan hingga 12% pada 2025.
Permintaan menunjukkan divergensi:
Permintaan dari otomotif, perhiasan, dan investasi menunjukkan pertumbuhan moderat, sementara industri diperkirakan turun 9%, sehingga total permintaan turun 1% YoY.
Platinum vs Emas: Mana yang Lebih Layak Diinvestasikan?
Platinum dan emas memiliki karakteristik unik. Emas dikenal karena sifat anti-inflasi dan fungsi penyimpan nilai, sementara platinum menonjol karena keanggunannya yang abadi dan aplikasi industri penting.
Dari segi aplikasi, permintaan platinum lebih beragam—tidak hanya untuk katalis mobil, tetapi juga untuk implan medis, produksi pupuk, serta teknologi sel bahan bakar dan hidrogen hijau yang sedang berkembang.
Platinum jauh lebih langka daripada emas, yang membuat performa jangka panjangnya tidak sebaik emas, dan ini tidak mengherankan. Sejak 2019, emas terus mencetak rekor tertinggi, sementara platinum stagnan dalam waktu lama. Rasio platinum-emas sejak 2011 pertama kali masuk ke zona negatif jangka panjang.
Fenomena ini terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan mobil diesel (platinum banyak digunakan untuk katalis diesel). Tetapi, situasi berubah pada 2025, saat platinum melonjak dari USD 900 pada Januari menjadi USD 1.450, didukung oleh krisis pasokan, permintaan stabil, depresiasi dolar, dan risiko geopolitik yang sempurna.
Saran Trading dan Investasi
Bagi trader aktif, volatilitas tinggi platinum menciptakan peluang. Trading CFD dengan leverage adalah metode umum. Strategi tren dasar (menggunakan moving average 10 dan 30 periode) dapat menghasilkan sinyal beli/jual yang jelas. Ketika MA cepat melintasi MA lambat dari bawah ke atas, beli; sebaliknya, jual saat melintasi dari atas ke bawah.
Manajemen risiko sangat penting. Disarankan membatasi risiko per transaksi pada 1-2% dari total modal, dan menetapkan stop loss. Contoh:
Dengan pengaturan ini, bahkan kerugian beruntun tetap dapat melindungi modal.
Untuk investor konservatif, platinum bisa menjadi alat diversifikasi portofolio. Dinamika permintaan dan pasokan yang unik serta korelasi rendah dengan saham dan aset lain menjadikannya sebagai lindung nilai efektif dalam portofolio saham AS. ETF/ETC platinum, fisik platinum, atau saham pertambangan adalah pilihan yang tepat.
Proporsi alokasi platinum dalam portofolio harus disesuaikan dengan toleransi risiko pribadi. Mengingat volatilitas tinggi, menyeimbangkan secara berkala dengan aset lain dan rebalancing adalah langkah bijak.
Pernyataan Investasi: Harga logam mulia dipengaruhi oleh fluktuasi pasar dan dapat menyebabkan kerugian. Artikel ini hanya untuk referensi dan tidak merupakan saran investasi.