Cinta adalah kenyataan manusia yang terungkap setelah lapisan demi lapisan dikupas
1、Sebelum tinggal bersama, wanita suka melihat tinggi badan, mendengar kata manis, setelah tidur bersama baru tahu, kekuatan, ketahanan, alat kelamin besar dan performa baik, sebenarnya adalah yang paling penting. 2、Setelah memiliki hubungan intim baru menyadari, kebersihan, rajin memotong kuku, tidak berbau, adalah yang paling penting. 3、Setelah tinggal bersama baru tahu, pria yang punya semangat, kebiasaan hidup baik, tidak menjadi pengendali sepihak, sangat penting. 4、Setelah menikah baru tahu, pria yang punya pendirian, mampu mengatasi hubungan mertua dan menantu (bukan sekadar alat penyampai suara), sangat penting. 5、Saat hamil dan melahirkan baru menyadari, pria yang sabar, mampu bangun malam menyusui dan mengganti popok (tidak pura-pura tidur), sangat penting. 6、Setelah anak masuk sekolah baru tahu, pria yang stabil emosinya, mampu membantu mengerjakan PR (tidak mudah marah), sangat penting. 7、Dalam proses membesarkan anak baru tahu, pria yang punya wawasan, bertanggung jawab, mampu memberikan kasih sayang ayah berkualitas tinggi, sangat penting. 8、Dalam proses berkarir baru tahu, pria yang memiliki nilai emosional tinggi, mendukung pekerjaan istri, tidak suka mengacau (tidak boros), sangat penting. 9、Setelah keluarga mengalami musibah atau krisis ekonomi baru tahu, pria yang mampu menanggung beban, menjadi tulang punggung, sangat penting. 10、Setelah anak dewasa dan meninggalkan rumah baru tahu, pria yang sehat, berkepribadian tidak tertutup, tidak membuat istri merasa terganggu, sangat penting. 11、Saat tua dan sakit baru tahu, pria yang memiliki tabungan, hati nurani masih ada, mengerti dan peduli pada orang lain, sangat penting. Dari ketertarikan awal terhadap tinggi badan dan kata manis, hingga kepraktisan terhadap “semangat dalam mata” setelah tinggal bersama, kemudian ketergantungan pada kesabaran dan wawasan saat memiliki dan membesarkan anak, hingga harapan akan kesehatan dan hati nurani di usia tua, setiap “baru menyadari” adalah proses pelepasan dari filter cinta dan mendekatkan diri pada esensi pernikahan. #Melihat secara rasional dan jernih gambaran lengkap hubungan pernikahan—ada kehangatan yang memudar setelah gairah hilang, ada ujian dari hal-hal kecil dalam kehidupan, dan ada kehangatan dalam menghadapi badai bersama. Yang disebut pernikahan yang baik hanyalah dua orang yang di setiap tahap kehidupan, mampu menjadi orang yang paling dibutuhkan satu sama lain. Dari ketertarikan saat pertama kali bertemu, hingga pendampingan di usia tua, lapisan demi lapisan dikupas, yang tersisa adalah tanggung jawab, keberanian, dan kenyataan manusia yang tidak pernah pergi. Semoga setiap orang dapat menemukan tempat yang benar-benar miliknya yang unik dan tak tergantikan🫶🏻
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Cinta adalah kenyataan manusia yang terungkap setelah lapisan demi lapisan dikupas
1、Sebelum tinggal bersama, wanita suka melihat tinggi badan, mendengar kata manis, setelah tidur bersama baru tahu, kekuatan, ketahanan, alat kelamin besar dan performa baik, sebenarnya adalah yang paling penting.
2、Setelah memiliki hubungan intim baru menyadari, kebersihan, rajin memotong kuku, tidak berbau, adalah yang paling penting.
3、Setelah tinggal bersama baru tahu, pria yang punya semangat, kebiasaan hidup baik, tidak menjadi pengendali sepihak, sangat penting.
4、Setelah menikah baru tahu, pria yang punya pendirian, mampu mengatasi hubungan mertua dan menantu (bukan sekadar alat penyampai suara), sangat penting.
5、Saat hamil dan melahirkan baru menyadari, pria yang sabar, mampu bangun malam menyusui dan mengganti popok (tidak pura-pura tidur), sangat penting.
6、Setelah anak masuk sekolah baru tahu, pria yang stabil emosinya, mampu membantu mengerjakan PR (tidak mudah marah), sangat penting.
7、Dalam proses membesarkan anak baru tahu, pria yang punya wawasan, bertanggung jawab, mampu memberikan kasih sayang ayah berkualitas tinggi, sangat penting.
8、Dalam proses berkarir baru tahu, pria yang memiliki nilai emosional tinggi, mendukung pekerjaan istri, tidak suka mengacau (tidak boros), sangat penting.
9、Setelah keluarga mengalami musibah atau krisis ekonomi baru tahu, pria yang mampu menanggung beban, menjadi tulang punggung, sangat penting.
10、Setelah anak dewasa dan meninggalkan rumah baru tahu, pria yang sehat, berkepribadian tidak tertutup, tidak membuat istri merasa terganggu, sangat penting.
11、Saat tua dan sakit baru tahu, pria yang memiliki tabungan, hati nurani masih ada, mengerti dan peduli pada orang lain, sangat penting.
Dari ketertarikan awal terhadap tinggi badan dan kata manis, hingga kepraktisan terhadap “semangat dalam mata” setelah tinggal bersama, kemudian ketergantungan pada kesabaran dan wawasan saat memiliki dan membesarkan anak, hingga harapan akan kesehatan dan hati nurani di usia tua, setiap “baru menyadari” adalah proses pelepasan dari filter cinta dan mendekatkan diri pada esensi pernikahan.
#Melihat secara rasional dan jernih gambaran lengkap hubungan pernikahan—ada kehangatan yang memudar setelah gairah hilang, ada ujian dari hal-hal kecil dalam kehidupan, dan ada kehangatan dalam menghadapi badai bersama. Yang disebut pernikahan yang baik hanyalah dua orang yang di setiap tahap kehidupan, mampu menjadi orang yang paling dibutuhkan satu sama lain. Dari ketertarikan saat pertama kali bertemu, hingga pendampingan di usia tua, lapisan demi lapisan dikupas, yang tersisa adalah tanggung jawab, keberanian, dan kenyataan manusia yang tidak pernah pergi.
Semoga setiap orang dapat menemukan tempat yang benar-benar miliknya yang unik dan tak tergantikan🫶🏻