Keuntungan tidak berasal dari pemasaran gaya pertandingan kerbau dan sapi, melainkan dari menjangkau kelompok pelanggan yang tepat, tepat sasaran, dan bersedia membayar. Itulah sebabnya Segmentasi pasar menjadi alat yang harus dipahami secara mendalam oleh investor dan pengusaha.
Apa sebenarnya itu Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok-kelompok kecil yang memiliki karakteristik, kebutuhan, atau perilaku yang serupa, agar perusahaan dapat merancang strategi pemasaran dan produk yang sesuai.
Bagi investor, memahami segmentasi pasar dari perusahaan yang Anda minati sangat penting karena:
Membantu melihat apakah perusahaan mengetahui audiensnya
Menunjukkan tingkat kecanggihan dalam pengelolaan bisnis
Menunjukkan potensi peningkatan pendapatan dari permintaan dan penawaran perusahaan tersebut
Mengapa segmentasi pasar penting untuk investasi
Manfaat yang terlihat jelas:
Pertama, ini membantu perusahaan menggunakan anggaran pemasaran secara rasional, tanpa membuang uang ke area yang tidak jelas. Ketika anggaran berkurang, keuntungan meningkat, yang berarti penilaian nilai perusahaan menjadi lebih kokoh.
Kedua, perusahaan yang paling memahami pelanggan mereka dapat mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang. Tingkat retensi pelanggan (customer retention) yang tinggi saat ini akan membuat pendapatan lebih stabil.
Ketiga, segmentasi pasar yang baik membantu perusahaan menghindari target yang salah. Merancang produk yang tidak diminati orang akan membuang-buang uang dan waktu.
Jenis segmentasi pasar yang digunakan bisnis secara nyata
1. Segmentasi berdasarkan data demografi (Demographic Segmentation)
Perusahaan melihat usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan pelanggan. Contohnya, perusahaan olahraga mungkin menargetkan pria usia 25-40 tahun dengan pendapatan menengah ke atas, lalu merancang produk dan pesan pemasaran yang sesuai.
2. Segmentasi berdasarkan wilayah geografis (Geographic Segmentation)
Pemilik bisnis akan melihat di mana pelanggan berada — negara, wilayah, kota, atau provinsi — karena kebutuhan berbeda di tiap area. Contohnya, toko baju renang akan mempromosikan secara agresif di daerah pantai, tetapi tidak terlalu di daerah dingin.
3. Segmentasi berdasarkan perilaku pembelian (Behavioral Segmentation)
Melihat apa yang dibeli pelanggan, seberapa sering, apakah setelah melihat iklan atau setelah pencarian berulang. Data seperti riwayat pencarian, riwayat pembelian, dan preferensi produk mencerminkan tingkat kepuasan dan loyalitas terhadap merek.
4. Segmentasi berdasarkan kepribadian dan minat (Psychographic Segmentation)
Ini tingkat yang lebih dalam, perusahaan melihat nilai, sikap, dan kepercayaan pelanggan. Contohnya, bisnis perhiasan yang menekankan keberlanjutan mungkin menargetkan orang yang peduli lingkungan dan bersedia membayar lebih untuk produk yang berasal dari sumber yang jelas.
5. Segmentasi berdasarkan karakteristik perusahaan (Firmographic Segmentation)
Untuk bisnis B2B, perusahaan akan melihat industri, ukuran perusahaan, peran, lokasi, dan pendapatan tahunan, karena setiap kelompok pelanggan B2B memiliki kebutuhan berbeda.
Langkah praktis dalam segmentasi pasar
Langkah 1: Tentukan batas pasar Anda
Mulailah dengan mendefinisikan pasar Anda secara jelas, ajukan pertanyaan:
Apa produk/layanan Anda?
Siapa perusahaan yang paling potensial untuk membeli?
Masalah apa yang produk Anda pecahkan bagi mereka?
Semakin jelas, semakin mudah untuk membagi ke dalam kelompok berikutnya.
Langkah 2: Membagi pasar menjadi beberapa kelompok
Bagi pasar yang Anda definisikan menjadi beberapa subkelompok berdasarkan faktor-faktor seperti perilaku, sikap, data demografi, lokasi, dan lain-lain yang relevan dengan produk Anda.
Langkah 3: Pelajari setiap kelompok secara mendalam
Gunakan survei, polling, diskusi kelompok, atau wawancara untuk mengumpulkan data. Pahami kebutuhan, keinginan, dan cara pengambilan keputusan beli dari tiap kelompok. Alat analisis digital (analytics tools) juga membantu melihat pola perilaku dengan lebih jelas.
Langkah 4: Nilai potensi keuntungan
Tidak semua kelompok pasar menghasilkan keuntungan yang sama. Perhatikan jumlah uang yang mereka keluarkan, frekuensi pembelian, dan nilai pembelian rata-rata. Pilih kelompok dengan potensi tertinggi untuk menghasilkan pendapatan.
Langkah 5: Rancang strategi pemasaran untuk tiap kelompok
Untuk tiap kelompok, buat 4P sendiri:
Price (harga): Apakah harga sesuai dengan kelompok ini?
Product (produk): Perlukah penyesuaian agar cocok dengan kelompok ini?
Place (saluran): Dijual online, offline, atau keduanya?
Promotion (promosi): Pesan pemasaran apa yang harus disampaikan untuk menarik perhatian kelompok ini?
Langkah 6: Uji coba strategi sebelum peluncuran besar
Jangan langsung luncurkan kampanye penuh, lakukan uji coba pada kelompok kecil. Kumpulkan feedback nyata dan perbaiki. Ini membantu menghindari kerugian besar.
Langkah 7: Pantau, ukur, dan sesuaikan
Perilaku pelanggan selalu berubah, jadi pantau indikator utama seperti margin keuntungan, kepuasan pelanggan, dan tingkat retensi. Gunakan data ini untuk menyesuaikan strategi.
Kapan segmentasi pasar dapat digunakan
Untuk bisnis B2B
Segmentasi membantu menyaring perusahaan dengan karakteristik tertentu dan mengajukan tawaran yang tepat sasaran, bukan menembak sembarangan.
Dalam perencanaan penjualan dan pemasaran
Tim penjualan tahu apa yang harus dikatakan kepada kelompok ini karena mereka tahu apa yang dibutuhkan dan mengapa.
Saat menilai peluang dan pasar baru
Segmentasi membantu melihat potensi penjualan nyata dan menghindari masuk ke pasar yang tidak menguntungkan.
Saat menyelesaikan masalah pelanggan
Jika produk Anda menyelesaikan masalah nyata dari kelompok pasar, produk akan terjual sendiri tanpa perlu dorongan besar.
Kesalahan umum yang harus dihindari
1. Membagi terlalu kecil
Jika membagi kelompok terlalu kecil karena alasan tertentu, mungkin Anda tidak bisa memastikan apakah kelompok itu cukup besar. Harus ada keseimbangan.
2. Memilih kelompok yang tidak memiliki daya beli
Pasar besar tidak selalu berarti menguntungkan. Periksa apakah kelompok tersebut benar-benar memiliki uang untuk dibelanjakan.
3. Terlalu terpaku pada target lama
Perubahan pelanggan, ekonomi, dan tren harus selalu diikuti. Jika tidak, Anda akan tertinggal oleh dunia.
Kelebihan dan kekurangan segmentasi pasar
Kelebihan
1. Mengetahui target secara lebih akurat
Alih-alih berbicara ke semua orang, Anda berbicara ke orang yang ingin didengar. Hasil pemasaran pun lebih baik.
2. Memahami pasar secara mendalam
Dengan mempelajari tiap kelompok, Anda keluar dari pola pikir umum dan melihat detail penting yang sesungguhnya.
3. Membangun kepercayaan dari basis pelanggan
Ketika memenuhi kebutuhan secara tepat, pelanggan puas dan akan kembali membeli.
4. Menghemat biaya pemasaran
Hanya mempromosikan kepada orang yang benar-benar tertarik, sehingga anggaran tidak terbuang sia-sia.
Kekurangan
1. Biaya pengembangan meningkat
Jika tiap kelompok membutuhkan produk berbeda, pengembangan beberapa versi menjadi lebih mahal.
2. Risiko salah dalam studi pasar
Jika data yang dikumpulkan tidak akurat, keputusan penetapan target pun salah, dan hasilnya tidak menguntungkan.
3. Produk mungkin tidak sesuai kebutuhan nyata
Kadang Anda pikir kelompok ini membutuhkan, padahal sebenarnya tidak. Produk yang tidak sesuai akan sulit terjual.
Kesimpulan
Segmentasi pasar adalah alat dasar yang membantu bisnis menghindari pemborosan dan fokus pada hal yang menguntungkan. Bagi investor, memahami jenis segmentasi yang digunakan perusahaan yang diminati adalah indikator bahwa mereka berpikir serius, atau hanya sekadar menembak acak.
Entah itu Demographic, Geographic, Behavioral, Psychographic, atau Firmographic segmentation, yang terpenting adalah perusahaan menggunakannya dengan tulus dan menyesuaikan dengan apa yang pasar sampaikan. Itulah cara bisnis atau aset yang Anda investasikan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa segmentasi pasar (Market Segmentation) menjadi kunci utama keberhasilan investasi
Keuntungan tidak berasal dari pemasaran gaya pertandingan kerbau dan sapi, melainkan dari menjangkau kelompok pelanggan yang tepat, tepat sasaran, dan bersedia membayar. Itulah sebabnya Segmentasi pasar menjadi alat yang harus dipahami secara mendalam oleh investor dan pengusaha.
Apa sebenarnya itu Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok-kelompok kecil yang memiliki karakteristik, kebutuhan, atau perilaku yang serupa, agar perusahaan dapat merancang strategi pemasaran dan produk yang sesuai.
Bagi investor, memahami segmentasi pasar dari perusahaan yang Anda minati sangat penting karena:
Mengapa segmentasi pasar penting untuk investasi
Manfaat yang terlihat jelas:
Pertama, ini membantu perusahaan menggunakan anggaran pemasaran secara rasional, tanpa membuang uang ke area yang tidak jelas. Ketika anggaran berkurang, keuntungan meningkat, yang berarti penilaian nilai perusahaan menjadi lebih kokoh.
Kedua, perusahaan yang paling memahami pelanggan mereka dapat mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang. Tingkat retensi pelanggan (customer retention) yang tinggi saat ini akan membuat pendapatan lebih stabil.
Ketiga, segmentasi pasar yang baik membantu perusahaan menghindari target yang salah. Merancang produk yang tidak diminati orang akan membuang-buang uang dan waktu.
Jenis segmentasi pasar yang digunakan bisnis secara nyata
1. Segmentasi berdasarkan data demografi (Demographic Segmentation)
Perusahaan melihat usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan pelanggan. Contohnya, perusahaan olahraga mungkin menargetkan pria usia 25-40 tahun dengan pendapatan menengah ke atas, lalu merancang produk dan pesan pemasaran yang sesuai.
2. Segmentasi berdasarkan wilayah geografis (Geographic Segmentation)
Pemilik bisnis akan melihat di mana pelanggan berada — negara, wilayah, kota, atau provinsi — karena kebutuhan berbeda di tiap area. Contohnya, toko baju renang akan mempromosikan secara agresif di daerah pantai, tetapi tidak terlalu di daerah dingin.
3. Segmentasi berdasarkan perilaku pembelian (Behavioral Segmentation)
Melihat apa yang dibeli pelanggan, seberapa sering, apakah setelah melihat iklan atau setelah pencarian berulang. Data seperti riwayat pencarian, riwayat pembelian, dan preferensi produk mencerminkan tingkat kepuasan dan loyalitas terhadap merek.
4. Segmentasi berdasarkan kepribadian dan minat (Psychographic Segmentation)
Ini tingkat yang lebih dalam, perusahaan melihat nilai, sikap, dan kepercayaan pelanggan. Contohnya, bisnis perhiasan yang menekankan keberlanjutan mungkin menargetkan orang yang peduli lingkungan dan bersedia membayar lebih untuk produk yang berasal dari sumber yang jelas.
5. Segmentasi berdasarkan karakteristik perusahaan (Firmographic Segmentation)
Untuk bisnis B2B, perusahaan akan melihat industri, ukuran perusahaan, peran, lokasi, dan pendapatan tahunan, karena setiap kelompok pelanggan B2B memiliki kebutuhan berbeda.
Langkah praktis dalam segmentasi pasar
Langkah 1: Tentukan batas pasar Anda
Mulailah dengan mendefinisikan pasar Anda secara jelas, ajukan pertanyaan:
Semakin jelas, semakin mudah untuk membagi ke dalam kelompok berikutnya.
Langkah 2: Membagi pasar menjadi beberapa kelompok
Bagi pasar yang Anda definisikan menjadi beberapa subkelompok berdasarkan faktor-faktor seperti perilaku, sikap, data demografi, lokasi, dan lain-lain yang relevan dengan produk Anda.
Langkah 3: Pelajari setiap kelompok secara mendalam
Gunakan survei, polling, diskusi kelompok, atau wawancara untuk mengumpulkan data. Pahami kebutuhan, keinginan, dan cara pengambilan keputusan beli dari tiap kelompok. Alat analisis digital (analytics tools) juga membantu melihat pola perilaku dengan lebih jelas.
Langkah 4: Nilai potensi keuntungan
Tidak semua kelompok pasar menghasilkan keuntungan yang sama. Perhatikan jumlah uang yang mereka keluarkan, frekuensi pembelian, dan nilai pembelian rata-rata. Pilih kelompok dengan potensi tertinggi untuk menghasilkan pendapatan.
Langkah 5: Rancang strategi pemasaran untuk tiap kelompok
Untuk tiap kelompok, buat 4P sendiri:
Langkah 6: Uji coba strategi sebelum peluncuran besar
Jangan langsung luncurkan kampanye penuh, lakukan uji coba pada kelompok kecil. Kumpulkan feedback nyata dan perbaiki. Ini membantu menghindari kerugian besar.
Langkah 7: Pantau, ukur, dan sesuaikan
Perilaku pelanggan selalu berubah, jadi pantau indikator utama seperti margin keuntungan, kepuasan pelanggan, dan tingkat retensi. Gunakan data ini untuk menyesuaikan strategi.
Kapan segmentasi pasar dapat digunakan
Untuk bisnis B2B
Segmentasi membantu menyaring perusahaan dengan karakteristik tertentu dan mengajukan tawaran yang tepat sasaran, bukan menembak sembarangan.
Dalam perencanaan penjualan dan pemasaran
Tim penjualan tahu apa yang harus dikatakan kepada kelompok ini karena mereka tahu apa yang dibutuhkan dan mengapa.
Saat menilai peluang dan pasar baru
Segmentasi membantu melihat potensi penjualan nyata dan menghindari masuk ke pasar yang tidak menguntungkan.
Saat menyelesaikan masalah pelanggan
Jika produk Anda menyelesaikan masalah nyata dari kelompok pasar, produk akan terjual sendiri tanpa perlu dorongan besar.
Kesalahan umum yang harus dihindari
1. Membagi terlalu kecil
Jika membagi kelompok terlalu kecil karena alasan tertentu, mungkin Anda tidak bisa memastikan apakah kelompok itu cukup besar. Harus ada keseimbangan.
2. Memilih kelompok yang tidak memiliki daya beli
Pasar besar tidak selalu berarti menguntungkan. Periksa apakah kelompok tersebut benar-benar memiliki uang untuk dibelanjakan.
3. Terlalu terpaku pada target lama
Perubahan pelanggan, ekonomi, dan tren harus selalu diikuti. Jika tidak, Anda akan tertinggal oleh dunia.
Kelebihan dan kekurangan segmentasi pasar
Kelebihan
1. Mengetahui target secara lebih akurat Alih-alih berbicara ke semua orang, Anda berbicara ke orang yang ingin didengar. Hasil pemasaran pun lebih baik.
2. Memahami pasar secara mendalam Dengan mempelajari tiap kelompok, Anda keluar dari pola pikir umum dan melihat detail penting yang sesungguhnya.
3. Membangun kepercayaan dari basis pelanggan Ketika memenuhi kebutuhan secara tepat, pelanggan puas dan akan kembali membeli.
4. Menghemat biaya pemasaran Hanya mempromosikan kepada orang yang benar-benar tertarik, sehingga anggaran tidak terbuang sia-sia.
Kekurangan
1. Biaya pengembangan meningkat Jika tiap kelompok membutuhkan produk berbeda, pengembangan beberapa versi menjadi lebih mahal.
2. Risiko salah dalam studi pasar Jika data yang dikumpulkan tidak akurat, keputusan penetapan target pun salah, dan hasilnya tidak menguntungkan.
3. Produk mungkin tidak sesuai kebutuhan nyata Kadang Anda pikir kelompok ini membutuhkan, padahal sebenarnya tidak. Produk yang tidak sesuai akan sulit terjual.
Kesimpulan
Segmentasi pasar adalah alat dasar yang membantu bisnis menghindari pemborosan dan fokus pada hal yang menguntungkan. Bagi investor, memahami jenis segmentasi yang digunakan perusahaan yang diminati adalah indikator bahwa mereka berpikir serius, atau hanya sekadar menembak acak.
Entah itu Demographic, Geographic, Behavioral, Psychographic, atau Firmographic segmentation, yang terpenting adalah perusahaan menggunakannya dengan tulus dan menyesuaikan dengan apa yang pasar sampaikan. Itulah cara bisnis atau aset yang Anda investasikan dapat tumbuh secara berkelanjutan.