Perak telah mengalami penurunan dari kenaikan impresif sebesar 4,5% pada sesi sebelumnya, kembali ke sekitar $72,50 selama perdagangan Asia pada hari Rabu. Penarikan ini disebabkan oleh keputusan CME untuk menaikkan margin requirement pada kontrak berjangka Perak, memicu trader leverage untuk menutup posisi mereka karena valuasi yang melampaui zona kenyamanan teknikal. Peserta pasar mencatat bahwa langkah ini mencerminkan penyesuaian posisi daripada fundamental dasar yang melemah.
Namun, narasi yang lebih luas tetap menunjukkan sentimen bullish. Logam abu-abu ini diposisikan untuk tahun yang luar biasa, dengan kenaikan tahunan melebihi 150%—kinerja tahunan terkuat dalam catatan. Lonjakan ini mencerminkan konfluensi faktor pendukung yang meliputi kebijakan perdagangan, ketidakpastian geopolitik, dan permintaan sektor yang kuat.
Penggerak Pasar di Balik Perak yang Luar Biasa
Percepatan ini mendapatkan momentum setelah pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump, yang memicu aliran safe-haven ke logam mulia. Ketegangan geopolitik yang bersamaan—meliputi negosiasi damai Rusia-Ukraina, eskalasi di Timur Tengah, dan friksi AS-Venezuela—telah mempertahankan permintaan terhadap aset perlindungan. Sektor industri juga turut meningkatkan permintaan, terutama energi surya, manufaktur elektronik, dan infrastruktur pusat data, yang semuanya sangat bergantung pada sifat konduktif perak.
Di luar pasar Barat, semangat spekulatif di China telah memperbesar tekanan pada pasokan. Premi di Shanghai Futures Exchange telah naik ke level historis, menegaskan kekuatan daya beli lokal yang tinggi. Premi yang meningkat ini membatasi aliran inventaris global, mencerminkan dinamika squeeze yang serupa dengan yang diamati sebelumnya di fasilitas penyimpanan London dan New York.
Kebijakan Federal dan Ekspektasi Suku Bunga
Risalah FOMC Desember yang dirilis minggu ini mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota komite lebih memilih untuk menghentikan pengurangan suku bunga tambahan jika inflasi stabil atau sedikit meningkat. Beberapa pejabat menganjurkan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan saat ini, terutama mengingat tiga kali pemotongan yang dilakukan awal tahun yang bertujuan mendukung pasar tenaga kerja.
Sikap berhati-hati terhadap pelonggaran moneter ini dapat mempertahankan valuasi logam mulia, karena ekspektasi investor terhadap biaya pinjaman yang lebih rendah berkurang. Properti lindung nilai inflasi dan kebutuhan industri dari perak terus memposisikannya sebagai alokasi yang menarik di tengah ketidakpastian makro dan sinyal ekonomi yang tidak merata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perkiraan Harga Perak: Koreksi Teknis di Tengah Keuntungan Tahunan Rekor, Kenaikan Margin CME Menandakan Perubahan Pasar
Perak telah mengalami penurunan dari kenaikan impresif sebesar 4,5% pada sesi sebelumnya, kembali ke sekitar $72,50 selama perdagangan Asia pada hari Rabu. Penarikan ini disebabkan oleh keputusan CME untuk menaikkan margin requirement pada kontrak berjangka Perak, memicu trader leverage untuk menutup posisi mereka karena valuasi yang melampaui zona kenyamanan teknikal. Peserta pasar mencatat bahwa langkah ini mencerminkan penyesuaian posisi daripada fundamental dasar yang melemah.
Namun, narasi yang lebih luas tetap menunjukkan sentimen bullish. Logam abu-abu ini diposisikan untuk tahun yang luar biasa, dengan kenaikan tahunan melebihi 150%—kinerja tahunan terkuat dalam catatan. Lonjakan ini mencerminkan konfluensi faktor pendukung yang meliputi kebijakan perdagangan, ketidakpastian geopolitik, dan permintaan sektor yang kuat.
Penggerak Pasar di Balik Perak yang Luar Biasa
Percepatan ini mendapatkan momentum setelah pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump, yang memicu aliran safe-haven ke logam mulia. Ketegangan geopolitik yang bersamaan—meliputi negosiasi damai Rusia-Ukraina, eskalasi di Timur Tengah, dan friksi AS-Venezuela—telah mempertahankan permintaan terhadap aset perlindungan. Sektor industri juga turut meningkatkan permintaan, terutama energi surya, manufaktur elektronik, dan infrastruktur pusat data, yang semuanya sangat bergantung pada sifat konduktif perak.
Di luar pasar Barat, semangat spekulatif di China telah memperbesar tekanan pada pasokan. Premi di Shanghai Futures Exchange telah naik ke level historis, menegaskan kekuatan daya beli lokal yang tinggi. Premi yang meningkat ini membatasi aliran inventaris global, mencerminkan dinamika squeeze yang serupa dengan yang diamati sebelumnya di fasilitas penyimpanan London dan New York.
Kebijakan Federal dan Ekspektasi Suku Bunga
Risalah FOMC Desember yang dirilis minggu ini mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota komite lebih memilih untuk menghentikan pengurangan suku bunga tambahan jika inflasi stabil atau sedikit meningkat. Beberapa pejabat menganjurkan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan saat ini, terutama mengingat tiga kali pemotongan yang dilakukan awal tahun yang bertujuan mendukung pasar tenaga kerja.
Sikap berhati-hati terhadap pelonggaran moneter ini dapat mempertahankan valuasi logam mulia, karena ekspektasi investor terhadap biaya pinjaman yang lebih rendah berkurang. Properti lindung nilai inflasi dan kebutuhan industri dari perak terus memposisikannya sebagai alokasi yang menarik di tengah ketidakpastian makro dan sinyal ekonomi yang tidak merata.