Pada tahun 1720, saham Perusahaan South Sea di Inggris melonjak tajam, dan fisikawan Isaac Newton lebih awal terjun dan berhasil meraup keuntungan sebesar 7.000 poundsterling.



Namun, ketika melihat teman-temannya di sekitarnya terus menjadi kaya raya, Newton yang digerakkan oleh nafsu melakukan all-in pada posisi tertinggi dengan mengejar pembelian.

Setelah itu, gelembung tersebut pecah, dan Newton hampir kehilangan seluruh tabungan seumur hidupnya (sekitar 20 ribu poundsterling, setara dengan jutaan dolar AS saat ini).

Newton kemudian menghela napas: “Saya bisa menghitung lintasan pergerakan benda-benda langit, tetapi saya tidak bisa memprediksi kegilaan manusia.”

Kecerdasan tinggi tidak selalu berarti keuangan yang baik. Dalam berinvestasi, yang paling sulit diatasi sering kali bukan hambatan teknis, melainkan kecemasan dan gejolak emosi karena takut ketinggalan momentum, yang biasa disebut FOMO

#夏日创作营
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
FibWalker
· 07-26 09:50
Setiap kali cerita ini dibaca, selalu ada pemahaman baru. Newton rugi 20.000 poundsterling, dan jika dikonversi ke masa kini itu benar-benar uang besar, tapi justru kutipan terkenalnya yang menjadi klasik. Sejujurnya, di dunia kripto sekarang maupun di pasar saham, sebelum setiap kehancuran gelembung, selalu ada orang yang memakai alasan yang sama untuk meyakinkan diri sendiri—kali ini tidak seperti biasanya. Hasilnya tetap sama. FOMO memang kelemahan sifat manusia, dan tidak ada hubungannya dengan kecerdasan.
Lihat AsliBalas0
MintStop-LossPatch
· 07-26 09:28
Newton pun tak luput dari FOMO, apalagi kita orang biasa.
Lihat AsliBalas0
FaithLeverage
· 07-26 08:42
Bahkan otak kelas atas seperti Newton pun bisa tertutupi oleh keserakahan, yang menunjukkan bahwa investasi itu bukan soal kecerdasan, melainkan disiplin dan mental. Setiap kali melihat orang lain menghasilkan uang lalu jadi buru-buru, hasilnya sering kali jadi pihak yang menanggung rugi. Pelajaran sejarah ini terlalu dalam.
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan