Pasar obligasi AS baru-baru ini benar-benar sedang “menekan” Ketua The Fed, Jerome Powell


Satu, pemantik: konflik AS-Iran mendorong harga minyak
Pada bulan Juli, konflik militer baru antara AS dan Iran tiba-tiba meningkat. Harga minyak internasional sempat menembus 100 dolar AS per barel. Kekhawatiran inflasi kembali muncul langsung menyalakan pasar, dan Wall Street langsung menjual obligasi pemerintah AS dalam skala besar.
Dua, reaksi pasar obligasi yang keras: imbal hasil melonjak
1、Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 30 basis poin secara kumulatif sejak akhir Juni, menyentuh sekitar 4,65%, mendekati level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
2、Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun lebih agresif, langsung melonjak ke sekitar 4,32%, menekan batas atas suku bunga The Fed yang saat ini 3,75%.
Isyarat pasar sangat jelas: hanya mengeraskan nada hawkish dari mulut Powell, dan terus menyerukan inflasi kembali ke 2%, sudah tidak cukup; perlu benar-benar menaikkan suku bunga.
Tiga, ekspektasi rapat The Fed: peluang kenaikan suku bunga melonjak
Rabu ini sudah akan keluar keputusan kebijakan.
Alat CME menunjukkan: peluang untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah sekitar sedikit di atas 60%, tetapi peluang kenaikan suku bunga dalam sepekan naik dari belasan persen langsung menjadi mendekati 40%.
Semua orang sama-sama panik soal inflasi, dan seberapa besar mereka tidak percaya The Fed bisa mewujudkannya juga sama besarnya.
Empat, tekanan ganda: defisit fiskal + penerbitan utang raksasa teknologi
1、Dari sisi fiskal, tahun ini defisit diperkirakan masih harus membengkak sekitar 2 triliun dolar AS, sehingga obligasi pemerintah AS harus terus diterbitkan dalam skala besar, dan tekanan pasokan tidak bisa turun.
2、Dari sisi teknologi, raksasa komputasi awan skala raksasa untuk infrastruktur AI membuat belanja modal meroket, penerbitan utang pun seperti tanpa rem. Lembaga pemeringkat bahkan memperingatkan bahwa leverage dan komitmen di luar neraca bisa mengancam kualitas kredit.
Pasar obligasi terjepit oleh dua arah, jadi imbal hasil tentu tidak bisa bertahan.
Lima, pasar saham ikut berantakan
Dalam sepekan terakhir, Nasdaq turun lebih dari 2%, dan sektor semikonduktor di Philadelphia lebih parah, dengan saham teknologi menjadi yang memimpin penurunan. Begitu ekspektasi suku bunga tinggi muncul, perusahaan untuk belanja dan konsumen untuk konsumsi sama-sama jadi menahan diri, sementara ekspektasi laba ikut diturunkan.
Enam, perubahan terbaru: harga minyak sementara turun
Hari ini (27), setelah akhir pekan konflik AS-Iran tiba-tiba berhenti saling menyerang, harga minyak langsung jatuh lebih dari 5%. Brent turun kembali ke sekitar 90 dolar AS.
Pasar sedikit lega, tapi belum jelas berapa lama jeda tembak bisa bertahan—ketidakpastian masih ada.
Tujuh, analisis kondisi pasar kripto
Beberapa hari terakhir, pasar kripto juga mengikuti lonjakan makro, namun secara keseluruhan lebih tangguh dibanding pasar saham.
Bitcoin: saat ini berkisar di sekitar 65.000 dolar AS (hari ini naik sekitar 1%). Minggu lalu saat harga minyak menyerang angka 100 dan imbal hasil obligasi AS melonjak, Bitcoin tertekan hingga di bawah 64.000 dolar AS. Sekarang ketika harga minyak turun dan risk appetite kembali menghangat, Bitcoin kembali naik ke level tersebut.
Dana ETF dari institusi sempat mengalir masuk beruntun beberapa waktu lalu, lalu menjelang akhir pekan sekitar ada sedikit arus keluar lagi. Sentimen tetap hati-hati.
Ethereum: performanya lebih kencang, hari ini langsung naik 4-5% dan menyentuh area sekitar 1.960 dolar AS, lebih kuat dibanding Bitcoin.
Logika besarnya: suku bunga tinggi + harga minyak tinggi = tekanan pada aset berisiko (di kripto juga aset tanpa kupon, sehingga opportunity cost tinggi).
Begitu harga minyak turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, kripto cenderung lebih mudah memantul.
Namun keputusan The Fed hari Rabu adalah kunci—kalau Powell kembali mengeluarkan nada hawkish, atau benar-benar menaikkan suku bunga, pasar kripto besar kemungkinan ikut bergetar lagi. Kalau yang terjadi lebih dovish, pasar bisa melaju menuju 66.000-68.000 dolar AS.
Indeks Fear and Greed masih berada di zona “Fear”. Jangan mainkan leverage terlalu agresif; cukup fokus pada The Fed.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan