Di pasar cryptocurrency, di mana harga dapat berubah puluhan persen dalam beberapa jam, para investor membutuhkan alat yang andal untuk menentukan kondisi pasar saat ini. Di antara indikator paling efektif yang membantu memahami perilaku peserta pasar, terdapat metrik SOPR — khususnya, STH SOPR dan LTH SOPR.
Bagaimana cara kerja indikator SOPR?
SOPR (Spent Output Profit Ratio) — adalah indikator yang membandingkan harga jual dengan harga beli untuk berbagai kelompok pemegang cryptocurrency. Perbedaan mendasar antara STH SOPR (indikator profitabilitas pemegang jangka pendek) dan LTH SOPR (indikator profitabilitas pemegang jangka panjang) terletak pada kerangka waktu kepemilikan aset.
STH SOPR mencerminkan apakah peserta yang memegang koin dalam waktu singkat menjual aset mereka dengan keuntungan atau kerugian. LTH SOPR, di sisi lain, menunjukkan rata-rata hasil investasi dari para investor yang memegang cryptocurrency selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Ketika kedua indikator melebihi angka satu, ini menandakan bahwa kedua kelompok pemegang secara umum merealisasikan keuntungan.
SOPR sebagai indikator fase pasar
Dinamika STH SOPR dan LTH SOPR memberikan gambaran yang jelas tentang fase pasar saat ini. Selama tren naik, kedua indikator secara konsisten berada di atas angka 1, yang berarti bahwa baik peserta baru maupun investor berpengalaman mendapatkan keuntungan. Ini adalah periode optimisme tinggi, di mana permintaan jauh melebihi penawaran, dan sebagian besar transaksi ditutup dengan keuntungan.
Situasi yang berlawanan berkembang di pasar menurun, ketika kedua indikator SOPR turun di bawah 1. Pada periode ini, baik pemegang jangka pendek maupun jangka panjang harus menjual dengan kerugian, yang menunjukkan adanya pesimisme yang kuat di antara investor dan kelebihan penawaran di pasar.
Momen yang paling informatif terjadi ketika metrik SOPR mendekati angka netral 1 atau melewati angka tersebut. Ini sering bertepatan dengan titik pembalikan pasar — periode di mana sentimen peserta secara drastis berubah. Perbedaan antara STH SOPR dan LTH SOPR juga menyimpan informasi penting: jika indikator pemegang jangka pendek turun lebih cepat daripada pemegang jangka panjang, ini bisa menunjukkan kepanikan di kalangan trader yang lebih aktif sementara kepercayaan investor jangka panjang tetap terjaga.
Aplikasi praktis dalam trading
Trader berpengalaman menggunakan indikator SOPR sebagai bagian dari analisis komprehensif, menggabungkannya dengan pergerakan harga dan volume perdagangan. Ketika STH SOPR dan LTH SOPR secara bersamaan mencapai nilai ekstrem, ini sering bertepatan dengan titik-titik kunci untuk membeli atau menjual. Namun, mengandalkan indikator ini secara eksklusif akan menjadi kesalahan — mereka bekerja paling efektif sebagai sinyal konfirmasi untuk strategi trading utama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami metrik SOPR: indikator STH dan LTH untuk membaca siklus pasar
Di pasar cryptocurrency, di mana harga dapat berubah puluhan persen dalam beberapa jam, para investor membutuhkan alat yang andal untuk menentukan kondisi pasar saat ini. Di antara indikator paling efektif yang membantu memahami perilaku peserta pasar, terdapat metrik SOPR — khususnya, STH SOPR dan LTH SOPR.
Bagaimana cara kerja indikator SOPR?
SOPR (Spent Output Profit Ratio) — adalah indikator yang membandingkan harga jual dengan harga beli untuk berbagai kelompok pemegang cryptocurrency. Perbedaan mendasar antara STH SOPR (indikator profitabilitas pemegang jangka pendek) dan LTH SOPR (indikator profitabilitas pemegang jangka panjang) terletak pada kerangka waktu kepemilikan aset.
STH SOPR mencerminkan apakah peserta yang memegang koin dalam waktu singkat menjual aset mereka dengan keuntungan atau kerugian. LTH SOPR, di sisi lain, menunjukkan rata-rata hasil investasi dari para investor yang memegang cryptocurrency selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Ketika kedua indikator melebihi angka satu, ini menandakan bahwa kedua kelompok pemegang secara umum merealisasikan keuntungan.
SOPR sebagai indikator fase pasar
Dinamika STH SOPR dan LTH SOPR memberikan gambaran yang jelas tentang fase pasar saat ini. Selama tren naik, kedua indikator secara konsisten berada di atas angka 1, yang berarti bahwa baik peserta baru maupun investor berpengalaman mendapatkan keuntungan. Ini adalah periode optimisme tinggi, di mana permintaan jauh melebihi penawaran, dan sebagian besar transaksi ditutup dengan keuntungan.
Situasi yang berlawanan berkembang di pasar menurun, ketika kedua indikator SOPR turun di bawah 1. Pada periode ini, baik pemegang jangka pendek maupun jangka panjang harus menjual dengan kerugian, yang menunjukkan adanya pesimisme yang kuat di antara investor dan kelebihan penawaran di pasar.
Momen yang paling informatif terjadi ketika metrik SOPR mendekati angka netral 1 atau melewati angka tersebut. Ini sering bertepatan dengan titik pembalikan pasar — periode di mana sentimen peserta secara drastis berubah. Perbedaan antara STH SOPR dan LTH SOPR juga menyimpan informasi penting: jika indikator pemegang jangka pendek turun lebih cepat daripada pemegang jangka panjang, ini bisa menunjukkan kepanikan di kalangan trader yang lebih aktif sementara kepercayaan investor jangka panjang tetap terjaga.
Aplikasi praktis dalam trading
Trader berpengalaman menggunakan indikator SOPR sebagai bagian dari analisis komprehensif, menggabungkannya dengan pergerakan harga dan volume perdagangan. Ketika STH SOPR dan LTH SOPR secara bersamaan mencapai nilai ekstrem, ini sering bertepatan dengan titik-titik kunci untuk membeli atau menjual. Namun, mengandalkan indikator ini secara eksklusif akan menjadi kesalahan — mereka bekerja paling efektif sebagai sinyal konfirmasi untuk strategi trading utama.