Pada Juni 2026, narasi terpanas di pasar modal global bukan lagi volume pengiriman GPU—melainkan kesenjangan pasokan dan permintaan untuk chip memori.
Pada 12 Juni, SanDisk (SNDK) sempat mendekati level $2.000 dalam perdagangan intraday. Meski saham tersebut ditutup pada $1.991,55 pada 16 Juni, turun 5,52% dalam sehari, kenaikan year-to-date tetap mencapai 738,97%, dengan lonjakan 52 minggu sebesar 4.404,75%. Dalam periode yang sama, harga saham Micron Technology (MU) naik lebih dari 200% sepanjang tahun, dengan kapitalisasi pasar menembus ambang satu triliun dolar AS.
Reli ini bukan didorong oleh spekulasi jangka pendek. Sebaliknya, lonjakan ini dipicu oleh ketidakseimbangan struktural antara pasokan dan permintaan akibat ekspansi infrastruktur AI. Goldman Sachs menyebutnya sebagai "supercycle memori AI multi-tahun". Laporan terbaru Morgan Stanley secara lugas menyatakan: DRAM telah menjadi "kendala utama" dalam pengembangan infrastruktur AI.
Meski pasar masih berfokus pada raksasa chip komputasi seperti NVIDIA, logika industri yang lebih dalam mulai muncul. Di era inferensi AI, kelangkaan "kapasitas memori" mulai melampaui "daya komputasi".
Ketidakseimbangan Pasokan-Permintaan: Kekurangan Memori Terparah dalam 15 Tahun Terakhir
Dari sisi permintaan, server AI membutuhkan kapasitas memori jauh lebih besar dibandingkan arsitektur tradisional. Berdasarkan riset Gartner, satu server AI menggunakan DRAM 8 hingga 10 kali lebih banyak dan NAND flash lebih dari 3 kali lipat dibandingkan server konvensional. Gartner memperkirakan pengiriman server AI global akan mencapai 1,5 juta unit pada 2026, naik 180% secara tahunan.
Yang lebih penting, struktur permintaan juga berubah. Penyedia cloud terkemuka seperti Amazon, Microsoft, dan Google telah mengamankan seluruh pasokan memori mereka untuk 2027, bahkan mulai merencanakan alokasi untuk 2028. Pelanggan korporasi kini memprioritaskan pengamanan kapasitas demi memastikan ketersediaan komputasi, bukan lagi menyesuaikan pembelian berdasarkan fluktuasi harga. Hal ini secara fundamental memutus siklus lama "kenaikan harga mendorong ekspansi kapasitas, kelebihan pasokan menyebabkan harga turun".
Dari sisi pasokan, terdapat berbagai kendala berat. Pembangunan pabrik wafer memori dan kapasitas packaging HBM canggih membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, dan pemangkasan belanja modal saat siklus industri menurun sebelumnya tidak dapat langsung dikonversi menjadi kapasitas efektif dalam waktu singkat. Analis Morgan Stanley, Joseph Moore, menekankan bahwa kendala utama pertumbuhan pasokan bukan pada kemauan produsen untuk berinvestasi, melainkan keterbatasan fisik—seperti kurangnya kapasitas ruang bersih (cleanroom) dan terbatasnya pasokan mesin litografi EUV dari ASML.
Riset industri menunjukkan pada 2026, kesenjangan pasokan-permintaan untuk DRAM, NAND flash, dan HBM diperkirakan mencapai 4,9%, 4,2%, dan 5,1%—level tertinggi sejak 2011. Data SEMI memperlihatkan pasar HBM diproyeksikan tumbuh 58% pada 2026 menjadi $54,6 miliar, mencakup hampir 40% pangsa pasar DRAM.
Tren harga mencerminkan kondisi ketat ini. TrendForce melaporkan pada kuartal I 2026, harga kontrak DRAM generik naik 93% hingga 98% secara kuartalan, sementara harga kontrak NAND meningkat 85% hingga 90%. Model keuangan Morgan Stanley menunjukkan harga DRAM melonjak 40% pada kuartal Maret–Mei, dan diperkirakan naik lagi 15% pada kuartal Juni–Agustus.
Omdia telah merevisi naik proyeksi pendapatan industri semikonduktor 2026 menjadi pertumbuhan 62,7%, didorong oleh permintaan DRAM dan NAND yang kuat di tengah kelangkaan pasokan. Pendapatan semikonduktor global pada kuartal I 2026 naik 27% secara kuartalan menjadi $319 miliar, dengan pendapatan memori melonjak lebih dari 80% dan DRAM serta NAND hampir dua kali lipat hanya dalam satu kuartal. Kini, memori menyumbang lebih dari 40% total pendapatan semikonduktor, jauh di atas rata-rata jangka panjang sekitar 20%.
Pandangan Bank Investasi: Dukungan Ganda dari Morgan Stanley dan Goldman Sachs
Awal Juni, Morgan Stanley merilis laporan riset utama, menggandakan target harga Micron dari $520 menjadi $1.050 dan menaikkan target harga SanDisk dari $1.100 menjadi $1.750.
Kesimpulan utama: kekurangan memori kali ini akan berlangsung setidaknya dua hingga tiga tahun, bahkan bisa lebih lama. Berdasarkan proyeksi kenaikan harga DRAM yang berkelanjutan, Morgan Stanley menaikkan estimasi EPS SanDisk untuk 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 12% dan 24%.
Meski SanDisk dan Micron mencatatkan kenaikan luar biasa tahun ini, Morgan Stanley menilai keduanya masih punya ruang kenaikan. Harga saham saat ini untuk kedua perusahaan mencerminkan proyeksi P/E di bawah 10x untuk tahun fiskal 2027, yang mengindikasikan potensi kenaikan valuasi yang signifikan.
Goldman Sachs tetap optimis terhadap saham chip memori, memproyeksikan kelangkaan akibat AI akan berlanjut hingga 2028. Goldman memperkirakan kesenjangan pasokan DRAM sebesar 5,0% pada 2026, melebar menjadi 5,9% pada 2027.
Mengapa SanDisk Layak Mendapat Perhatian Lebih Dibanding NVIDIA
Pernyataan ini tidak mengecilkan status industri NVIDIA; melainkan menyoroti perbedaan efisiensi harga pasar.
Sebagai penyedia "pick-and-shovel" daya komputasi AI, valuasi NVIDIA sepenuhnya mencerminkan konsensus pasar terhadap permintaan komputasi AI. Per Juni 2026, kapitalisasi pasar NVIDIA berada di level tertinggi sepanjang masa, dan ekspektasi kinerja sudah tercermin dalam harga. Sebaliknya, valuasi sektor chip memori baru mulai mengalami penyesuaian.
SanDisk menonjol karena eksposur murni pada segmen memori. Berbeda dengan Micron yang mencakup DRAM dan NAND, SanDisk fokus sepenuhnya pada NAND flash—salah satu kategori penyimpanan dengan pertumbuhan tercepat di pusat data AI. Laporan menyebutkan SanDisk telah mengamankan kontrak pasokan NAND multi-tahun senilai ratusan miliar dolar AS. Pada kuartal III tahun fiskal 2026 (berakhir 3 April 2026), pendapatan SanDisk melonjak 97% secara kuartalan dan 251% secara tahunan menjadi $5,95 miliar. Yang krusial, seluruh produk memori SanDisk untuk 2026 telah terjual habis dan menghadapi kelebihan permintaan untuk 2027.
Dari sisi valuasi, baik Micron maupun SanDisk diperdagangkan di bawah 10x proyeksi P/E untuk tahun fiskal 2027, sedangkan rasio valuasi NVIDIA berada di puncak industri. Dengan melebaranya kesenjangan pasokan-permintaan, produsen memori berpeluang memperoleh revisi kenaikan laba yang melebihi ekspektasi pasar—ini menjadi dasar revisi naik EPS SanDisk 2027 sebesar 24% oleh Morgan Stanley.
Sinyal Institusi Utama: David Tepper Bangun Posisi di SNDK
Ketika sebuah saham naik lebih dari 500% dalam setahun, kebanyakan investor akan mengambil untung. Investor miliarder David Tepper memilih jalur berbeda.
Berdasarkan laporan 13F Appaloosa Management, Tepper mulai membangun posisi baru di SanDisk pada kuartal I 2026, dengan mengakuisisi sekitar 281.250 lembar saham. Pasar melihat langkah ini sebagai sinyal kuat atas potensi kenaikan SNDK yang berkelanjutan.
Arah portofolio Tepper sangat terfokus. Pada akhir kuartal I 2026, total kepemilikan Appaloosa Management bernilai sekitar $6,9 miliar, dengan jumlah saham berkurang dari 38 menjadi 31. Lima kepemilikan teratas menyumbang lebih dari 48% portofolio. Modal berpindah dari sektor konsumer tradisional, ADR China, dan maskapai penerbangan, lalu berfokus pada infrastruktur AI, listrik, dan chip memori.
Tepper bukan satu-satunya investor institusi yang optimistis pada memori. Bahkan setelah reli luar biasa SanDisk dan Micron, sejumlah analis Wall Street menilai kekurangan memori akibat AI bisa berlangsung dua hingga tiga tahun lagi, membuka peluang kenaikan lebih lanjut bagi saham memori.
Perdagangan Saham Gate: Raih Peluang Investasi Memori AI dengan USDT
Bagi investor yang tertarik pada supercycle memori AI, memperdagangkan saham-saham inti AS seperti SanDisk dan Micron secara efisien dan hemat biaya menjadi perhatian utama.
Pada 1 Juni 2026, Gate resmi meluncurkan layanan perdagangan saham nyata, menjadi salah satu platform kripto pertama yang mengakses langsung pasar saham AS. Per 17 Juni 2026, bisnis saham Gate telah mencakup pasar sekuritas inti AS dan Hong Kong, mendukung lebih dari 11.500 aset terkait saham. Segmen AS menghadirkan lebih dari 10.000 saham dan ETF nyata, meliputi NYSE, Nasdaq, NYSE Arca, NYSE American, dan BATS. Segmen Hong Kong diluncurkan pada 11 Juni, awalnya mencakup lebih dari 1.500 aset.
Perdagangan saham di Gate menawarkan tiga keunggulan utama:
Pertama, perdagangkan saham nyata langsung dengan USDT. Secara tradisional, pengguna kripto yang ingin berinvestasi di saham AS harus melalui proses panjang: "jual kripto → tarik fiat → transfer lintas negara → pendanaan akun broker", yang memakan waktu berhari-hari dan menimbulkan banyak biaya. Gate menyederhanakan proses ini menjadi "USDT di akun Anda → transfer ke akun saham → beli saham sekali klik". Tidak ada konversi mata uang, tanpa transfer lintas negara, dan tidak perlu membuka akun broker tambahan.
Kedua, ambang masuk sangat rendah. Saham AS di Gate mendukung perdagangan fraksional mulai dari 0,01 lembar, memungkinkan pengguna berinvestasi di saham unggulan AS dengan modal mulai $1 saja. Ini sangat bermanfaat bagi yang ingin mencoba saham berharga tinggi seperti SanDisk—SNDK diperdagangkan mendekati $2.000, dan broker tradisional mengharuskan pembelian satu lembar penuh, sehingga biaya masuk sangat tinggi. Perdagangan fraksional secara drastis menurunkan hambatan partisipasi.
Ketiga, keamanan aset dan perlindungan hak. Gate terhubung langsung dengan Alpaca, broker-dealer teregulasi yang memiliki kualifikasi kliring di AS. Setiap saham yang dibeli didukung aset nyata yang disimpan secara independen di sistem DTC. Selama periode kepemilikan, pengguna otomatis menikmati seluruh hak pemegang saham, termasuk dividen tunai, pemecahan saham, dan aksi korporasi. Saham AS di Gate juga mendukung perdagangan pre-market dan after-hours, memperpanjang jam perdagangan menjadi 16×5 dan memungkinkan respons cepat terhadap laporan keuangan dan peristiwa pasar.
Saham Hong Kong dan AS menggunakan sistem akun yang sama—pengguna cukup mentransfer USDT dari akun spot ke akun saham untuk berpartisipasi langsung. Satu akun mengelola kepemilikan di kedua pasar, menghilangkan hambatan harus mengelola banyak akun broker.
Kesimpulan
Indikator teknikal sektor memori kini menunjukkan sinyal overbought. SanDisk turun 5,52% dalam sehari pada 16 Juni, dengan fluktuasi intraday sebesar 8,88%, menandakan volatilitas tinggi di level harga puncak. Meski permintaan struktural berbasis AI memberikan dukungan yang lebih kuat dari sebelumnya bagi pasar memori, setiap aset yang mencatatkan kenaikan masif dalam waktu singkat secara objektif menghadapi risiko koreksi yang meningkat.
Investor perlu memantau beberapa variabel kunci: hasil negosiasi ulang kontrak HBM di akhir 2026, laju belanja modal penyedia cloud utama, dan kemajuan nyata ekspansi kapasitas chip memori. Micron berencana melakukan pembelian kembali saham senilai $50 miliar selama tahun fiskal 2027 dan 2028, sehingga waktu pelaksanaan katalis ini patut dicermati.
Supercycle memori AI adalah salah satu narasi industri paling krusial di pasar modal 2026. Kenaikan SanDisk lebih dari 700% tahun ini bukan sekadar hype spekulatif—melainkan refleksi dari konvergensi fundamental pasokan-permintaan, konsensus institusional, dan tren industri. Bagi investor yang ingin berpartisipasi, layanan perdagangan saham AS berbasis USDT dari Gate bisa menjadi jembatan efisien yang menghubungkan aset kripto dan pasar keuangan tradisional.




