Pada hari perdagangan terakhir bulan Juni 2026, Walmart Inc. (NYSE: WMT) ditutup pada harga $114,60, turun 0,94% dalam sehari, dengan rentang perdagangan intraday antara $114,20 hingga $116,80. Per 30 Juni, kapitalisasi pasar perusahaan ini tercatat sekitar $912 miliar, dengan rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 40. Meski valuasi ini tidak tergolong rendah menurut standar industri ritel global, premi pasar tersebut mencerminkan ekspektasi terhadap nilai jangka panjang yang diharapkan akan diwujudkan Walmart melalui transformasi digitalnya.
Bagi investor yang memantau aset kripto sekaligus pasar saham AS, Walmart menawarkan studi kasus unik: Bagaimana sebuah kerajaan ritel fisik—dengan lebih dari 2,1 juta karyawan dan jaringan toko global di puluhan negara—mendefinisikan ulang jalur pertumbuhannya di tengah tantangan disrupsi e-commerce, tekanan inflasi, dan perubahan perilaku konsumen?
Perdagangan dalam Rentang 52 Minggu: Apa yang Diproyeksikan Pasar?
Dari sisi struktur harga, saham Walmart telah bergerak di kisaran $93,27 hingga $135,16 selama 52 minggu terakhir. Harga saat ini, $114,60, berada pada posisi menengah-bawah dari rentang tersebut, menghasilkan imbal hasil sekitar 4,25% sejak awal tahun. Kinerja ini melampaui beberapa pesaing ritel tradisional, namun masih tertinggal dibandingkan kenaikan sektor teknologi di Nasdaq pada periode yang sama.
Rasio P/E 40x pada dasarnya mencerminkan ekspektasi investor terhadap pertumbuhan laba Walmart di masa mendatang—bukan sekadar penilaian atas profitabilitas saat ini. Pada kuartal I 2026 (kuartal I fiskal 2027 Walmart), perusahaan melaporkan pendapatan total sebesar $177,8 miliar, tumbuh 7,3% secara tahunan, dan laba operasional yang disesuaikan sebesar $7,5 miliar, naik 5,1%. Pendapatan tumbuh lebih cepat daripada laba, menandakan Walmart masih berada pada fase "scale-for-transformation"—investasi terus meningkat, namun hasilnya belum sepenuhnya terealisasi.
Apakah E-Commerce dan Periklanan Menjadi Mesin Pertumbuhan Kedua Walmart?
Dua data dalam profil pertumbuhan Walmart patut mendapat perhatian khusus.
Pertama, e-commerce. Pada kuartal I, penjualan e-commerce Walmart AS melonjak 26% secara tahunan, didorong terutama oleh kinerja kuat pemenuhan pesanan di toko dan transaksi marketplace. Secara global, pertumbuhan e-commerce juga mengesankan—penjualan bersih e-commerce Walmart China pada kuartal I naik 31%, dengan penjualan online kini menyumbang 50% dari total. Ini berarti Walmart tidak lagi sekadar identik dengan "ritel fisik", melainkan berkembang menjadi platform omnichannel sejati yang memadukan pengalaman online dan offline.
Kedua, periklanan. Bisnis periklanan Walmart secara keseluruhan tumbuh 36% pada kuartal I, dengan platform iklan Walmart Connect melonjak 44%. Karakter margin tinggi dari bisnis periklanan dan ekspansi Retail Media Network memberikan sumber pendapatan baru bagi Walmart, ditandai dengan penurunan biaya marjinal. Kedua kurva pertumbuhan ini memiliki kesamaan: keduanya dibangun di atas basis pengguna dan kapabilitas rantai pasok Walmart yang sangat besar—merepresentasikan "capability spillover", bukan membangun dari nol.
Divergensi Bisnis Internasional dan Peran Struktural China
Segmen internasional Walmart membukukan penjualan bersih kuartal I sebesar $35,1 miliar, naik 10,1% pada nilai tukar konstan, dengan laba operasional naik 10,2%. Namun, kinerja sangat bervariasi di tiap pasar.
China menjadi titik terang utama. Penjualan bersih Walmart China pada kuartal I mencapai $8 miliar, naik 22,3% secara tahunan, dengan penjualan sebanding naik 13,1%. Sam’s Club menjadi pendorong utama pertumbuhan—dalam 12 bulan terakhir, Sam’s membuka sembilan toko baru di China, dan volume transaksi terus mencatat pertumbuhan dua digit. Per 30 April 2026, Walmart mengoperasikan 278 Walmart Supercenter dan 63 Sam’s Club di China.
Namun, pesatnya penetrasi e-commerce juga membawa tantangan struktural. Karena penetrasi e-commerce yang lebih tinggi dan penyesuaian bauran bisnis, margin kotor Walmart China pada kuartal I sedikit turun. Meski demikian, pertumbuhan penjualan yang kuat mampu mengimbangi kenaikan biaya tenaga kerja dan pemasaran, menjaga rasio beban operasional tetap stabil secara tahunan dan akhirnya mendorong kenaikan laba operasional. Pengalaman di China menunjukkan bahwa transformasi e-commerce memang dapat menekan margin kotor dalam jangka pendek, namun loyalitas pengguna jangka panjang dan pangsa pasar merupakan "parit persaingan" sesungguhnya.
Kripto dan Blockchain: Apa Makna Strategi Web3 Walmart?
Walmart mempercepat langkahnya dalam aset digital—tren yang memberikan gambaran arah strategis jangka panjang perusahaan.
Pada Juni 2026, Walmart mengumumkan akan mulai menerima pembayaran Bitcoin, Ethereum, dan kripto lain di toko fisik. Keputusan ini bukan sekadar memperluas opsi pembayaran—tetapi langsung menghubungkan aset digital dengan salah satu jaringan ritel terbesar dunia, membawa kripto selangkah lebih dekat dari sekadar instrumen investasi menjadi alat pembayaran sehari-hari.
Sebelumnya, platform fintech Walmart, OnePay (dimiliki mayoritas oleh Walmart), memperluas dukungan kriptonya menjadi lebih dari 15 aset pada Maret 2026, menambahkan token utama seperti XRP, Solana, Dogecoin, dan Cardano. Menariknya, pada Mei 2026, inkubator Walmart, Store No8, mengumumkan kemitraan dengan perusahaan investasi Outlier Ventures untuk meluncurkan akselerator Web3 "Store No8 dCommerce Base Camp", yang berfokus pada infrastruktur terdesentralisasi, solusi data dan pertumbuhan, pengalaman imersif, dan metaverse.
Benang merah dari inisiatif-inisiatif ini: Walmart bertransformasi dari "pengecer produk" menjadi "platform infrastruktur ritel"—menawarkan bukan hanya barang, tetapi juga layanan terintegrasi di bidang pembayaran, data, logistik, dan pengalaman digital. Dalam kerangka ini, teknologi kripto dan blockchain menjadi komponen esensial dari lapisan infrastruktur Walmart.
Menyelaraskan Valuasi Tinggi dan Pertumbuhan Rendah
Rasio P/E sekitar 40 tergolong tinggi menurut standar historis Walmart. Namun, angka P/E absolut bukan satu-satunya metrik valuasi—kuncinya adalah memahami ekspektasi yang terkandung dalam premi tersebut.
Logika valuasi pasar terhadap Walmart kemungkinan terdiri dari beberapa lapisan: Pertama, pertumbuhan e-commerce dan periklanan mengubah komposisi pendapatan dan kurva laba perusahaan; kedua, keberhasilan model Sam’s Club di China dan pasar lain membuktikan skalabilitas pendekatan ritel berbasis keanggotaan; ketiga, ekspansi Walmart ke pembayaran, data, dan Web3 membuka opsi pertumbuhan di masa depan.
Risiko tetap ada. Investasi e-commerce terus menekan laba jangka pendek—laba bersih kuartal I turun 23,2% secara tahunan menjadi $2,9 miliar, sebagian akibat strategi e-commerce agresif dan harga rendah, serta pembayaran utang satu kali sebesar $788 juta. Selain itu, ketidakpastian makroekonomi, tekanan inflasi pada format ritel ber-margin rendah, dan persaingan dari Amazon dan pemain lain menjadi variabel penting.
Apakah Korelasi Walmart dengan Aset Kripto Meningkat?
Dari perspektif alokasi aset, dimensi korelasi baru mulai muncul antara Walmart dan aset kripto—bukan dalam korelasi harga, melainkan keterkaitan bisnis secara struktural.
Seiring Walmart menerima pembayaran kripto, memperluas dukungan kripto di platform fintech-nya, dan meluncurkan akselerator Web3, raksasa ritel tradisional ini menjadi jembatan antara "ekonomi riil" dan "dunia aset digital". Bagi investor yang memegang kripto sekaligus saham AS, langkah Walmart memberikan contoh nyata bagaimana perusahaan warisan mulai mengadopsi teknologi digital.
Hasil langsungnya: Kinerja dan keputusan strategis Walmart dapat semakin memengaruhi ekspektasi pasar terkait tema "adopsi kripto di tingkat korporasi". Sebaliknya, skala dan aktivitas pasar kripto juga dapat memengaruhi laju ekspansi Walmart di bidang pembayaran dan fintech.
Perdagangan Saham Walmart di Gate: Jalur Alokasi Saham AS untuk Pengguna Kripto
Bagi pengguna kripto yang memegang stablecoin seperti USDT, investasi langsung di saham AS seperti Walmart secara tradisional menghadapi hambatan tinggi—konversi mata uang, transfer lintas negara, dan pembukaan akun di broker konvensional.
Pada 1 Juni 2026, Gate secara resmi meluncurkan layanan perdagangan saham riil, menjadi salah satu bursa kripto pertama yang menawarkan akses langsung ke pasar saham AS dalam satu platform kripto. Layanan ini terhubung langsung dengan broker teregulasi Alpaca yang memiliki lisensi Broker-Dealer AS dan kualifikasi kliring, memberikan akses ke NYSE, Nasdaq, dan bursa utama AS lainnya. Setiap saham yang dibeli di Gate dijamin dengan kepemilikan saham setara yang terdaftar di sistem DTC (Depository Trust Company) dan disimpan secara independen.
Saat ini, Gate mendukung lebih dari 10.000 saham dan ETF, mencakup NYSE, Nasdaq, NYSE Arca, NYSE American, dan BATS—lima bursa utama AS. Walmart (WMT), sebagai komponen Dow Jones Industrial Average dan S&P 500, tentu termasuk di dalamnya. Pengguna dapat membeli Walmart dan saham AS lainnya langsung dengan USDT di akun Gate mereka—tanpa konversi mata uang, tanpa transfer lintas negara, dan tanpa perlu membuka akun broker terpisah.
Perbedaan utama model ini adalah pada sifat aset: pengguna memperdagangkan saham riil yang tersinkronisasi dengan Wall Street, bukan saham tokenisasi atau kontrak untuk selisih (CFD). Selama masa kepemilikan, pengguna menikmati hak penuh sebagai pemegang saham, termasuk dividen tunai, pemecahan saham, dan hak memesan efek terlebih dahulu.
Kesimpulan
Kapitalisasi pasar Walmart saat ini sebesar $912 miliar dan rasio P/E sekitar 40x mencerminkan valuasi pasar atas prospek transformasi digitalnya. Pertumbuhan e-commerce sebesar 26%, pertumbuhan periklanan 36%, dan kenaikan penjualan bersih di China sebesar 22,3% bersama-sama menggambarkan evolusi raksasa ritel tradisional ini. Namun, penurunan laba bersih, tekanan margin akibat investasi e-commerce, dan ketidakpastian makroekonomi menyoroti biaya nyata dari transformasi tersebut.
Bagi investor, Walmart menyediakan jendela untuk melihat bagaimana perusahaan tradisional membangun ulang "parit persaingan" di era digital. Dan ketika platform seperti Gate menjembatani aset kripto dan saham AS, hambatan operasional bagi pengguna kripto untuk berinvestasi di saham unggulan AS seperti Walmart semakin menurun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1: Di bursa mana Walmart terdaftar? Apa simbol sahamnya?
Walmart terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE) dengan simbol saham WMT.
Q2: Berapa harga saham dan kapitalisasi pasar Walmart saat ini?
Per 30 Juni 2026, harga saham Walmart sekitar $114,60, dengan kapitalisasi pasar total sekitar $912 miliar.
Q3: Bagaimana kinerja Walmart dalam laporan keuangan terbarunya?
Pada kuartal I fiskal 2027 (Februari–April 2026), Walmart membukukan pendapatan total $177,8 miliar, naik 7,3% secara tahunan, dan laba operasional yang disesuaikan sebesar $7,5 miliar, naik 5,1%.
Q4: Apa saja langkah Walmart di ranah kripto?
Walmart telah mengumumkan akan menerima pembayaran Bitcoin dan Ethereum di toko fisik. Platform OnePay mendukung lebih dari 15 aset kripto, dan perusahaan juga meluncurkan program akselerator Web3.
Q5: Bagaimana pengguna kripto dapat memperdagangkan saham Walmart melalui Gate?
Gate telah meluncurkan layanan perdagangan saham AS riil, mendukung lebih dari 10.000 saham dan ETF AS. Pengguna dapat membeli Walmart dan saham riil lainnya langsung dengan USDT, tanpa perlu konversi mata uang atau membuka akun broker tambahan.
Q6: Apakah saham yang dibeli di Gate adalah saham riil atau derivatif?
Perdagangan saham riil di Gate menggunakan koneksi langsung ke broker. Setiap saham yang dibeli dijamin dengan kepemilikan saham setara yang terdaftar dan disimpan secara independen di sistem DTC—ini adalah saham riil, bukan produk tokenisasi atau CFD.




