Garrett Jin memindahkan 11.000 BTC senilai $760 juta ke Binance saat pasar bereaksi terhadap rencana tarif global baru Trump sebesar 10%.
Sebuah transfer Bitcoin besar dari trader paus Garrett Jin menarik perhatian baru setelah dia memindahkan 11.000 BTC melalui beberapa transaksi.
Aktivitas tersebut menyelesaikan total 760 juta USD yang dikirim ke Binance saat pasar bereaksi terhadap rencana tarif baru yang diumumkan oleh Donald Trump.
Catatan blockchain menunjukkan bahwa Jin memindahkan 6.318 BTC senilai sekitar 425 juta USD ke Binance dalam satu transaksi.
Beberapa jam kemudian, dia mentransfer sekitar 336 juta USD dalam bentuk BTC, yang membawa total gabungan menjadi 760 juta USD yang dipindahkan ke bursa.
Lookonchain melaporkan transaksi tersebut sebagai bagian dari pola aktivitas berkelanjutan dari dompet yang terkait dengan Jin.
Sial!
Garrett Jin(#BitcoinOG1011short) menyetor 11.318 $BTC ($760,6M) ke #Binance.
Tapi sepertinya dia tidak langsung menjualnya di pasar.
Bisa jadi itu transaksi OTC — atau dia mungkin hanya menyimpannya di Binance.https://t.co/LyveMqUKoj pic.twitter.com/wJeMmImETS
— Lookonchain (@lookonchain) 21 Februari 2026
Pergerakan ini terjadi selama periode aliran masuk yang meningkat ke bursa utama.
Beberapa trader besar juga mentransfer aset dalam jendela waktu yang sama, dan para peneliti mengatakan bahwa waktu tersebut menunjukkan kemungkinan reposisi terkoordinasi di beberapa dompet paus.
Analis terus memantau pola ini karena pola serupa pernah muncul selama periode tekanan pasar sebelumnya.
Jin menjadi terkenal setelah mengambil posisi short yang sejalan dengan penurunan tajam Bitcoin setelah berita tarif pada Oktober 2025.
Analis pasar mengatakan bahwa sejarah ini menambah fokus pada transaksi terakhirnya, dan mereka sedang meninjau apakah langkah serupa sedang berlangsung.
Analis menawarkan beberapa penjelasan kemungkinan untuk transfer tersebut. Salah satu alasannya bisa jadi persiapan untuk menjual.
Beberapa trader memindahkan dana ke bursa sebelum mengurangi eksposur, dan jumlah yang dipindahkan cukup besar untuk menarik perhatian pasar.
Transaksi tersebut terjadi saat ketidakpastian meningkat, sehingga analis mengatakan bahwa waktu pelaksanaannya patut diperhatikan.
Alasan lain yang mungkin adalah penggunaan jaminan untuk derivatif. Trader sering memindahkan Bitcoin ke bursa saat mempersiapkan perdagangan futures atau opsi.
Aktivitas ini cenderung meningkat saat ekspektasi volatilitas meningkat, dan pengumuman tarif telah menciptakan ekspektasi tersebut di seluruh pasar global.
Beberapa trader juga menggunakan bursa sebagai bagian dari proses penyelesaian over-the-counter. Transfer ini mungkin muncul di blockchain sebagai aliran masuk tetapi tidak selalu melibatkan penjualan di pasar spot.
Para peneliti mengatakan bahwa metode ini umum dilakukan oleh paus yang lebih memilih penyelesaian terstruktur daripada eksekusi di pasar terbuka.
Baca Juga: Mahkamah Agung Teriak Tarif Trump: Apakah Gelombang Bitcoin dan Kripto Akan Datang?
Pasar kripto merespons rencana tarif baru Trump. Dia menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif global sebesar 10% selama lima bulan.
Pengumuman tersebut datang setelah Mahkamah Agung membatalkan langkah tarif sebelumnya, dan menambah ketidakpastian di pasar.
Peristiwa tarif sebelumnya pada Oktober 2025 memicu reaksi keras di pasar Bitcoin.
Trader sedang meninjau periode tersebut saat mereka bersiap menghadapi kemungkinan perubahan perilaku perdagangan.
Beberapa analis mengatakan bahwa reaksi masa lalu membuat aktivitas paus saat ini menjadi lebih penting untuk diamati.
Senator Elizabeth Warren mengajukan pertanyaan tentang pengembalian dana yang dikumpulkan di bawah program tarif sebelumnya.
Komentarnya menambah perhatian lebih pada diskusi ekonomi. Pengamat pasar mengharapkan trader memantau baik pembaruan kebijakan maupun pergerakan paus seiring perkembangan situasi.