Menurut Xinhua News Agency, pada 17 Juli, Konferensi Artificial Intelligence Dunia 2026 merilis Laporan Global AI Innovation Index 2026, yang menilai perkembangan inovasi AI di 46 negara dalam lima dimensi: dukungan fondasional, sumber daya dan lingkungan, penelitian dan pengembangan ilmiah, industri dan aplikasi, serta kerja sama internasional.
Laporan tersebut menemukan bahwa infrastruktur AI terus berkembang, dengan pasokan energi muncul sebagai variabel masa depan yang kritis. Industri large language model bergeser dari aplikasi serbaguna ke aplikasi vertikal, serta dari pelatihan ke optimalisasi inferensi, yang mendorong transformasi proses bisnis. Kebutuhan tata kelola AI global semakin meningkat; Tiongkok mendorong kerangka tata kelola berdimensi multi dan inisiatif kerja sama yang inklusif.