7 Juli 28, Jepang, Prefektur Kumamoto diguncang gempa berkekuatan 7,1; kurang dari 30 menit setelah gempa terjadi, terjadi ledakan hebat di Aeon Mall Kumamoto yang terletak di Kashima-cho, pinggiran tenggara Kota Kumamoto. Ironisnya, Aeon Mall Kumamoto yang sama sebelumnya melakukan penguatan dan renovasi skala besar dengan dalih “mal yang lebih tahan bencana” setelah Gempa Kumamoto 2016, dan menyelesaikan pembukaan kembali setelah renovasi terbaru pada 13 Juni (hanya 45 hari sebelum gempa ini).
Kronologi ledakan Aeon Mall: terjadi dalam 30 menit setelah Gempa Kumamoto
Kronologi peristiwa: pukul 16.27 tanggal 28 Juli 2026, terjadi gempa berkekuatan 7,1 di Prefektur Kumamoto; kurang dari 30 menit setelah gempa, terjadi ledakan hebat di Aeon Mall Kumamoto, sehingga pelat lantai dua dan dinding luar hancur. Laporan FNN menyebutkan, “Kerusakan akibat ledakan terutama terkonsentrasi di sisi selatan mal, yang dipenuhi department store dan toko pakaian, dan di lantai dua juga terdapat food court.”
NHK menambahkan bahwa sebelum ledakan terjadi, sempat ada kabar mengenai dugaan kebocoran gas di dalam gedung; pihak pemadam kebakaran sedang menyelidiki kemungkinan ledakan gas, namun saat ini belum diketahui apakah pipa dan peralatan terlebih dahulu pecah, jenis sumber penyalaan apa yang memicu, serta bagaimana tekanan ledakan memperluas cakupan keruntuhan.
Korban dan perkembangan penyelamatan: 2 perempuan meninggal, 1 orang henti jantung, 20–30 orang masih hilang
Berdasarkan data dari Markas Besar Tanggap Bencana Prefektur Kumamoto hingga pukul 4.00 dini hari pada 29 Juli, rincian korban akibat insiden ini adalah sebagai berikut:
Meninggal: 2 perempuan yang tampak berusia 20-an telah dipastikan tewas
Henti jantung: 1 perempuan
Berhasil dievakuasi: 8 orang
Masih hilang: 20 hingga 30 orang (kebanyakan adalah karyawan toko dan personel operasional mal)
Operasi penyelamatan berlangsung sepanjang malam hingga dini hari 29 Juli, dan hingga saat laporan masih terus berlanjut.
Riwayat rekonstruksi Aeon Kumamoto: direnovasi pada Juni selama 45 hari lalu terkena gempa lagi
Aeon Kumamoto Mall sebelumnya pernah mengalami kerusakan berat akibat gempa pada 2016: pada 14 dan 16 April 2016, Kumamoto mengalami dua gempa berkekuatan 7 secara beruntun selama dua hari, yang memaksa area toko khusus di sisi barat mal ditutup total; pada 24 Maret 2017, 49 toko kembali dibuka, sekaligus menambah 16 toko (termasuk bioskop besar Aeon Cinema Kumamoto).
Setelah itu, Aeon gencar mempromosikan citra “mal yang lebih tahan bencana”, melakukan modifikasi anti-guncangan pada langit-langit, serta memeriksa ulang cara pemasangan peralatan gantung. Pada 13 Juni 2026, Aeon Kumamoto Flagship Store menyelesaikan renovasi besar-besaran (memugar ulang area makanan dan kosmetik, menambah area peralatan kecantikan dan pengalaman permainan) serta kembali dibuka; jaraknya hanya 45 hari dari ledakan gempa pada 28 Juli.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa magnitudo Gempa Kumamoto 28 Juli dan kapan ledakan terjadi?
Berdasarkan laporan media arus utama Jepang dan NHK, pada pukul 16.27 tanggal 28 Juli terjadi gempa berkekuatan 7,1 di Prefektur Kumamoto; kurang dari 30 menit setelah gempa, terjadi ledakan hebat di Aeon Mall Kumamoto, sehingga pelat lantai lantai dua dan dinding luar hancur.
Hingga pukul dini hari 29 Juli, berapa orang yang tewas, terluka, atau masih dinyatakan hilang akibat kecelakaan ini?
Berdasarkan data Markas Besar Tanggap Bencana Prefektur Kumamoto, hingga pukul 4.00 dini hari pada 29 Juli, 2 perempuan yang tampak berusia 20-an telah dipastikan tewas, 1 perempuan mengalami henti jantung, 8 orang sudah berhasil diselamatkan, sementara 20 hingga 30 orang masih hilang (kebanyakan adalah karyawan toko dan personel operasional mal).
Apakah penyebab ledakan sudah dipastikan?
Hingga saat laporan, penyebab ledakan belum dipastikan. NHK melaporkan bahwa sebelum ledakan terjadi sempat ada kabar mengenai dugaan kebocoran gas di dalam gedung; pihak kepolisian dan pemadam kebakaran Jepang sedang menyelidiki kemungkinan ledakan gas; Kepolisian dan pemadam kebakaran Prefektur Kumamoto menyatakan akan menyelidiki apakah ledakan dipicu oleh peralatan yang rusak akibat gempa, serta bagaimana ledakan memperluas cakupan keruntuhan bangunan.