Nick Mussallem, CEO of AvaCloud, mempresentasikan topik “The Next Century of Payments” dalam sebuah seminar yang diadakan pada tanggal 23 di gedung NHN KCP, Guro-gu, Seoul. Mussallem mendorong infrastruktur pembayaran berbasis blockchain, dengan mengatakan bahwa meski metode pembayaran telah berkembang dari uang kertas menjadi pembayaran seluler, infrastruktur dasarnya masih bergantung pada sistem dari tahun 1970-an. AvaCloud adalah platform infrastruktur yang menyediakan layanan pembangunan dan pengoperasian blockchain untuk perusahaan berbasis ekosistem Avalanche ecosystem; Mussallem juga mencatat bahwa volume transaksi stablecoin di blockchain mencapai puluhan triliun dolar AS tahun lalu di United States, tetapi penggunaan pembayaran harian nyatanya masih kurang dari 1%.
Mussallem Mengidentifikasi Tiga Hambatan Adopsi Pembayaran Stablecoin
Mussallem mengidentifikasi tiga alasan rendahnya penggunaan pembayaran harian stablecoin: privasi, kecepatan pemrosesan, dan regulasi. Ia menjelaskan bahwa public blockchain memiliki struktur di mana semua transaksi diungkapkan, sehingga menyulitkan perusahaan dan institusi pembayaran untuk mengekspos informasi sensitif secara langsung. Ia menyatakan bahwa penerapan teknologi privasi dapat mengamankan kerahasiaan, tetapi ini membuat kecepatan pemrosesan yang diamankan oleh blockchain yang ada ikut turun lagi. Mussallem menggambarkan Pasar Saat Ini sebagai upaya mencari titik keseimbangan di antara tiga opsi: public blockchain yang mengungkap semua transaksi, blockchain yang berpusat pada institusi sentral seperti bank, dan blockchain tertutup. Ia menjelaskan bahwa teknologi yang menyelesaikan masalah-masalah tersebut akan menjadi kunci bagi perluasan pembayaran stablecoin di masa depan.
Struktur Shared Ledger Menurunkan Perantara Sistem Pembayaran
Mussallem berpendapat bahwa struktur “shared ledger” milik blockchain dapat mengubah sistem pembayaran yang ada. Ia menyatakan bahwa pembayaran saat ini melibatkan 5–6 institusi, termasuk pengguna, payment gateway (PG), jaringan kartu, perusahaan kartu, lembaga penyelesaian (settlement agencies), dan bank, yang masing-masing menyimpan serta melakukan verifikasi silang atas informasi yang sama secara terpisah. Ia mengatakan bahwa penggunaan shared ledger dapat mengintegrasikan sebagian besar proses tersebut.
Programmable Compliance Memungkinkan Aturan Pemakaian Aset yang Sudah Disematkan
Mussallem memaparkan programmable compliance sebagai kekuatan stablecoin. Ia menjelaskan bahwa meski sistem yang ada mendeteksi pelanggaran regulasi setelah kejadian, di masa depan aturan dapat disematkan langsung ke dalam aset untuk mencegah pelanggaran sejak awal. Ia memberikan contoh ketika token deposit atau stablecoin yang diberikan orang tua kepada anak dapat diatur agar hanya bisa digunakan di restoran tertentu dalam jangka waktu tertentu. Ia menambahkan bahwa detail transaksi antar pengguna dapat dienkripsi untuk perlindungan, sambil tetap memungkinkan institusi berwenang seperti otoritas keuangan, auditor eksternal, dan perusahaan akuntansi untuk melihatnya, sehingga sekaligus memenuhi privasi dan kepatuhan regulasi.
Integrasi AI dan Stablecoin Mencegah Kesalahan Transaksi Agen
Mussallem memprediksi bahwa peran stablecoin akan semakin besar di era artificial intelligence (AI). Ia menyatakan bahwa bahkan jika suatu era hadir ketika AI melakukan pembayaran atas nama pengguna, kemungkinan terjadinya kesalahan tetap ada. Ia menjelaskan bahwa jika aturan pemakaian sudah ditetapkan di stablecoin, bahkan ketika agen AI membuat kesalahan, hal itu dapat dicegah pada tingkat aset. Ia menilai bahwa AI dan pembayaran blockchain adalah kombinasi yang sangat baik.
AvaCloud Mengembangkan Infrastruktur Blockchain Khusus Pembayaran
Mussallem memperkenalkan bahwa AvaCloud menyediakan infrastruktur blockchain yang mampu mengimplementasikan fungsi pembayaran, layanan korporasi, dan kepatuhan regulasi secara tersuaikan, serta sedang mengembangkan blockchain pembayaran khusus yang didedikasikan untuk pembayaran stablecoin. Ia menjelaskan bahwa tren ini selaras dengan tren “payment-specialized blockchain” yang belakangan menyebar di Amerika Serikat.
Perusahaan Menerbitkan Stablecoin untuk Gaji Karyawan pada Skenario Masa Depan
Di bagian akhir presentasi, Mussallem memaparkan masa depan di mana stablecoin secara alami meresap ke kehidupan sehari-hari. Ia menyatakan bahwa meski memperoleh stablecoin saat ini masih rumit, lingkungan dapat diciptakan di masa depan ketika perusahaan menerbitkan stablecoin sendiri dan membayar gaji dalam bentuk koin. Ia mengatakan bahwa jika ini terjadi, pola gaya hidup masyarakat akan berubah menjadi cara mereka menggunakan stablecoin yang diterima sebagai gaji secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
FAQ
Apa yang dipresentasikan Nick Mussallem di seminar Seoul pada tanggal 23?
Nick Mussallem, CEO of AvaCloud, mempresentasikan “The Next Century of Payments” dalam sebuah seminar yang diadakan pada tanggal 23 di gedung NHN KCP, Guro-gu, Seoul. Ia mendorong infrastruktur pembayaran berbasis blockchain dan membahas bagaimana stablecoin dapat mengubah sistem pembayaran, meski saat ini menghadapi tantangan dalam privasi, kecepatan pemrosesan, dan regulasi.
Apa saja tiga hambatan adopsi pembayaran stablecoin yang diidentifikasi oleh Mussallem?
Mussallem mengidentifikasi tiga hambatan: privasi (public blockchain mengungkap semua transaksi, sehingga menyulitkan perusahaan melindungi informasi sensitif), kecepatan pemrosesan (penerapan teknologi privasi membuat kecepatan pemrosesan turun), dan regulasi (Pasar Saat Ini mencari keseimbangan di antara public blockchain, blockchain yang berpusat pada institusi sentral, dan blockchain tertutup).
Bagaimana programmable compliance bekerja pada stablecoin menurut presentasi?
Mussallem menjelaskan bahwa programmable compliance memungkinkan aturan disematkan langsung ke dalam aset untuk mencegah pelanggaran regulasi sejak awal, bukan mendeteksinya setelah kejadian. Misalnya, token deposit atau stablecoin yang diberikan orang tua kepada anak dapat diatur agar hanya bisa digunakan di restoran tertentu untuk jangka waktu tertentu, sementara detail transaksi tetap terenkripsi untuk privasi tetapi dapat dilihat oleh institusi berwenang seperti otoritas keuangan.