Menurut Gubernur Bank of Thailand Vitai Ratanakorn, bank sentral menerapkan langkah kepatuhan baru yang ketat untuk memerangi arus ilegal melalui stablecoin dan kanal pembayaran alternatif. Bank ini membangun sistem untuk menandai transaksi USDT serta memantau volume yang tidak wajar dan berpotensi digunakan untuk menghindari pengawasan regulasi.
Sejak April, bank juga mewajibkan nasabah yang menarik dana lebih dari $150.000 untuk menyertakan dokumentasi sumber dana, sehingga penarikan tersebut turun 35%. Selain itu, otoritas telah membatasi pembelian emas batangan yang tidak biasa, dengan volume bulanan turun dari 4.000 kg menjadi 700 kg, yang membantu memperkuat baht Thailand.