Perusahaan teknologi besar AS Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon menghadapi sorotan investor pekan ini saat mereka merilis laporan pendapatan (earnings) di tengah kekhawatiran adanya overinvestment AI. Gelombang earnings ini muncul setelah saham Alphabet anjlok lebih dari 7% pada 23, setelah Q2 results release on 22nd after market close, meski pertumbuhan pendapatan kuat. Microsoft dan Meta dijadwalkan melaporkan pada 29, sementara Amazon dan Apple akan mengumumkan hasil pada 30. Reaksi pasar negatif terhadap ekspansi belanja modal (capital expenditure) Alphabet telah memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan investasi infrastruktur AI besar-besaran di seluruh sektor. Pekan ini menjadi periode krusial bagi saham Big Tech AS, dengan lebih dari 150 perusahaan di S&P 500 melaporkan earnings.
Alphabet Melaporkan Hasil Q2 dengan Arus Kas Bebas Negatif
Alphabet merilis pendapatan Q2 pada 22 setelah Market Close dan melihat sahamnya turun lebih dari 7% pada hari berikutnya. Pendapatan cloud melonjak 82,0% year-over-year, melampaui ekspektasi pasar. Namun, investor menyoroti ekspansi capital expenditure perusahaan, yang membuat free cash flow Q2 berbalik negatif untuk pertama kalinya sejak IPO perusahaan pada 2004. Alphabet menaikkan panduan capital expenditure untuk tahun ini dari $180–190 miliar menjadi $195–205 miliar (sekitar 301 triliun won).
Indeks Bloomberg Magnificent 7 (M7), yang melacak saham teknologi besar, turun 4,8% pada 23 setelah pengumuman earnings Alphabet. Ini menjadi performa terburuk dalam satu hari sejak April. Indeks tersebut telah turun 3,7% sejauh tahun ini.
Microsoft, Meta, Apple, Amazon Menjadwalkan Earnings Pekan Ini
Microsoft dan Meta akan melaporkan earnings pada 29, hari yang sama ketika Federal Reserve mengumumkan keputusan kebijakan melalui Federal Open Market Committee (FOMC). Amazon dan Apple dijadwalkan merilis hasil pada 30. Waktu pengumuman FOMC pada 29 diperkirakan akan meningkatkan ketegangan pasar selama rilis earnings.
Capital Expenditure Big Tech Diproyeksikan Capai $724 Miliar Tahun Ini
Bloomberg memperkirakan total capital expenditure gabungan untuk Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta akan mencapai $724 miliar (sekitar 1.061 triliun won) tahun ini, naik menjadi $950 miliar (sekitar 1.393 triliun won) tahun depan. Sentimen pasar terhadap belanja modal bergeser, dengan level pengeluaran tinggi kini dipandang negatif, bukan sebagai sinyal positif.
Jason Lemire, Chief Investment Officer di Boldwealth Partners, menyatakan: “Sebelumnya, semakin banyak belanja modal, semakin baik. Sekarang kebalikannya—lebih sedikit lebih baik. Kami melihat penerbitan pendanaan, arus kas yang negatif, dan utang yang meningkat, yang semuanya menambah faktor risiko.”
Saham semikonduktor, yang diuntungkan dari belanja modal, mengalami volatilitas. Philadelphia Semiconductor Index, yang melonjak 101% pada semester pertama, turun 17% pada Juli. Volatilitas 100 hari indeks tersebut telah mencapai level tertinggi sejak pandemi COVID-19 pada 2020.
Lemire menambahkan: “Pada suatu titik, ‘musim dingin AI’ akan datang. Melihat seberapa luar biasa margin semikonduktor memori yang tinggi, mustahil untuk mempertahankannya dalam jangka panjang. Pada suatu titik, akan ada tekanan margin dan tekanan valuasi, yang akan menjadi kejutan besar bagi pasar.”
Saham Apple Naik 15% pada Juli dengan Strategi Kemitraan
Apple menunjukkan kinerja yang berlawanan, dengan sahamnya naik 15% pada Juli. Perusahaan mengadopsi strategi bermitra dengan pengembang model AI eksternal, alih-alih melakukan investasi AI skala besar. Saham Apple telah naik 23% tahun ini, menyumbang yang paling besar terhadap kenaikan indeks S&P 500 sebesar 8,3%.
FAQ
Apa yang menyebabkan saham Alphabet turun lebih dari 7% pada 23?
Saham Alphabet turun lebih dari 7% pada 23 setelah perusahaan merilis earnings Q2 pada 22 setelah Market Close. Meski pendapatan cloud melonjak 82,0% year-over-year dan melampaui ekspektasi pasar, investor merespons negatif ekspansi capital expenditure perusahaan, yang membuat free cash flow Q2 berbalik negatif untuk pertama kalinya sejak IPO perusahaan pada 2004.
Kapan Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon melaporkan earnings pekan ini?
Microsoft dan Meta dijadwalkan melaporkan earnings pada 29, sementara Amazon dan Apple akan merilis hasil pada 30. Tanggal 29 juga menandai pengumuman kebijakan FOMC dari Federal Reserve.
Berapa besar capital expenditure yang diproyeksikan akan dibelanjakan Big Tech tahun ini?
Bloomberg memperkirakan bahwa Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta secara kolektif akan menghabiskan $724 miliar (sekitar 1.061 triliun won) untuk capital expenditure tahun ini, dengan proyeksi meningkat menjadi $950 miliar (sekitar 1.393 triliun won) tahun depan.