Perusahaan penambangan Bitcoin menghasilkan hampir 1.250 BTC pada bulan Februari

BTC0,45%

Tiga perusahaan penambangan Bitcoin yang terdaftar, yaitu CleanSpark, Cango, dan BitFuFu, telah menambang total hampir 1.250 BTC pada bulan Februari, dengan nilai sekitar 86 juta USD berdasarkan harga pasar saat ini. Data ini diumumkan dalam laporan kegiatan terbaru dari masing-masing perusahaan.

Di antaranya, CleanSpark mencatat produksi terbesar dengan 568 BTC yang ditambang selama bulan tersebut. Perusahaan beroperasi dengan hashrate puncak 50 EH/s dan mengakhiri bulan dengan 13.363 BTC di neraca keuangannya. CleanSpark juga telah menjual 553 BTC dari hasil tambang bulan tersebut, menghasilkan sekitar 36,7 juta USD dengan harga rata-rata 66.279 USD per BTC. Selain itu, perusahaan juga memperluas infrastruktur dengan menyelesaikan pembelian lokasi pusat data kedua di Texas, yang menambah kapasitas listrik sebesar 300 MW yang disetujui oleh Dewan Keandalan Listrik Texas.

Di posisi kedua, Cango menambang sebanyak 454,83 BTC selama bulan Februari dengan total hashrate yang diterapkan mencapai 50 EH/s dan memegang 3.313 BTC pada akhir bulan. Perusahaan menyatakan sedang mengoptimalkan operasi penambangan dengan cara menegosiasikan kembali kontrak penyimpanan mesin penambang, meningkatkan perangkat, dan memindahkan mesin ke daerah dengan biaya listrik yang lebih rendah. Pada saat yang sama, Cango juga sedang mengembangkan strategi jangka panjang untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan dan komputasi berkinerja tinggi selain kegiatan penambangan Bitcoin.

Sementara itu, BitFuFu menambang sebanyak 227 BTC selama bulan Februari, termasuk 190 BTC dari pelanggan cloud mining dan 37 BTC dari kegiatan penambangan mandiri. Perusahaan mengakhiri bulan dengan total 1.830 BTC, meningkat 34 BTC dibandingkan akhir Januari, sekaligus mengelola total hashrate sekitar 26,4 EH/s di seluruh sistem penambangan dan infrastruktur penyimpanan.

Tren ekspansi ke bidang AI juga semakin jelas dalam industri penambangan Bitcoin. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan kapasitas listrik dan infrastruktur pusat data untuk mengembangkan layanan kecerdasan buatan dan komputasi berkinerja tinggi guna menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil.

Sebagai contoh, Core Scientific baru-baru ini menyatakan bahwa mereka dapat menjual “hampir seluruh” Bitcoin yang dimiliki pada tahun 2026 untuk mendistribusikan kembali modal ke bidang layanan colocate AI yang sedang berkembang. Sementara itu, Bitfarms juga mengumumkan rencana untuk mengubah nama menjadi Keel Infrastructure dan memindahkan kantor pusat secara hukum ke Amerika Serikat guna menyelesaikan transisi dari penambangan Bitcoin ke pengoperasian pusat data AI dan komputasi berkinerja tinggi.

Beberapa investor bahkan berpendapat bahwa strategi AI Riot Platforms dapat menciptakan nilai kapitalisasi pasar sebesar 9 miliar hingga 21 miliar USD jika perusahaan memanfaatkan lokasi pusat data yang kaya sumber daya listrik di Texas secara optimal untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur AI yang sedang meningkat pesat.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar