Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi (NDRC) serta Otoritas Energi Nasional (NEA) Tiongkok merilis Rencana Pengembangan Energi Terbarukan untuk Periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), menurut pernyataan resmi. Rencana tersebut menguraikan inisiatif penelitian utama di berbagai sektor energi terbarukan, termasuk pengembangan turbin penyimpanan energi berbasis pompa dengan kecepatan variabel dan berhead ultra-tinggi, peralatan tenaga angin berefisiensi tinggi dengan teknologi bilah dan fondasi terapung yang canggih, serta sel surya tandem perovskit untuk produksi industri.
Fokus tambahan mencakup teknologi produksi hidrogen hijau dan amonia, pembangkit listrik tenaga panas, energi panas bumi, energi samudra, serta sumber terbarukan baru seperti energi panas lingkungan. Rencana ini menekankan percepatan verifikasi teknologi energi surya berbasis luar angkasa dan peningkatan kemampuan manufaktur komponen inti.