Menurut Komando Sentral AS, pada 8 Juli, tiga indeks saham utama China menurun saat militer AS melanjutkan serangan udara ke Iran pada 7 Juli sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz. Indeks Komposit Shanghai turun 0,49% menjadi 3.970,88, Indeks Komponen Shenzhen menurun 1,87% menjadi 14.939,73, dan Indeks ChiNext turun 1,70% menjadi 3.845,35.
Komando Sentral AS menyatakan bahwa aksi militer Iran "tidak memiliki pembenaran, berbahaya, dan jelas melanggar kesepakatan gencatan senjata." Eskalasi ini kembali menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan penutupan Selat Hormuz, sebuah jalur transit energi global yang penting, yang dapat semakin meningkatkan harga minyak internasional dan tekanan inflasi secara global.