Indeks Dolar Turun 0,047% saat Harapan Diplomatik AS-Iran Mereda dan Tekanan Harga Minyak Menurun

Dolar AS melemah tipis pada 13 hari pukul 7:55 AM ET, dengan indeks dolar turun menjadi 100,196 dari penutupan sebelumnya 100,963. Pelemahan terjadi saat harga minyak mentah mengurangi kenaikan di tengah kemungkinan solusi diplomatik untuk konflik militer AS-Iran yang sedang berlangsung. Yen Jepang mendapat tekanan turun setelah laporan bahwa Government Pension Investment Fund Jepang (GPIF) tidak memiliki rencana segera untuk mengubah target alokasi asetnya.

Indeks Dolar Catat Penurunan 0,047% di Tengah Ketegangan AS-Iran

Menurut Yonhap Infomax, indeks dolar (DXY) yang mencerminkan nilai dolar terhadap enam mata uang utama berada di 100,196 pada 13 hari pukul 7:55 AM ET, naik 0,047 poin (0,047%) dari penutupan sebelumnya 100,963. AS dan Iran terus saling berhadapan secara militer, dengan AS menyerang Iran pada akhir pekan dan Iran membalas terhadap pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Angkatan Laut menyatakan pada 13 hari bahwa "Selat Hormuz tetap tertutup," merujuk pada Pasal 5 dari Memorandum of Understanding (MOU) antara AS dan Iran. Sebaliknya, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada NBC dalam sebuah wawancara sehari sebelumnya bahwa Selat Hormuz "terbuka."

Juru bicara Iran Esmail Baghaei mengatakan dalam pengarahan media pada 13 hari, "Kami akan menggunakan sarana militer untuk mempertahankan kepentingan kami kapan pun diperlukan, dan kami akan menggunakan sarana diplomatik jika situasinya menuntut dan kepentingan nasional menghendaki." Pernyataan ini menunjukkan Iran tidak menutup kemungkinan metode diplomatik.

WTI Mundur ke Kisaran $73 Setelah Menyentuh $75,08

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik ke $75,08 per barel di tengah ketegangan AS-Iran, namun mengurangi kenaikan setelah pernyataan Baghaei, diperdagangkan dalam kisaran $73. Indeks dolar juga mendapat tekanan turun, jatuh di bawah level 101.

Thomas Mathews, Kepala Pasar Asia-Pasifik di Capital Economics, menyatakan, "Dalam perang terakhir, dolar jelas menjadi penerima manfaat terbesar, tetapi kali ini kita memulai dari posisi di mana dolar sudah menguat secara signifikan, dan prospek kebijakan Federal Reserve juga sudah direvisi secara berarti." Ia menambahkan, "Meski situasi terus memburuk, tidak pasti dolar akan naik sebanyak kali ini, dan pergerakan pasar sejauh ini tampaknya mencerminkan itu."

USD-JPY Menguat 0,230% ke 162,109 Setelah Laporan Alokasi Aset GPIF

Kurs USD-JPY berada di 162,109 yen, naik 0,372 yen (0,230%) dari sesi sebelumnya. Reuters melaporkan, mengutip sumber, bahwa Jepang tidak memiliki rencana segera untuk mengubah target alokasi aset GPIF dan mempertimbangkan untuk memperluas investasi pada aset domestik (Jepang) dalam kisaran yang saat ini diizinkan.

Berita ini agak mengecewakan dibanding pernyataan Menteri Keuangan Satsuki Katayama bahwa ia akan mendorong dana pensiun termasuk GPIF untuk melakukan "investasi jauh lebih besar" pada aset keuangan Jepang. Kurs USD-JPY naik ke 162,355 yen selama perdagangan Asia.

Amir Anvarzadeh, analis strategi di Asymmetric Advisors, mengatakan, "GPIF tidak akan mengorbankan prinsip operasionalnya hanya karena pemerintah menginginkannya," seraya menambahkan, "kurs USD-JPY bisa berada di depan terobosan naik yang signifikan."

Nilai tukar USD-JPY kemudian mengurangi kenaikan setelah Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menyatakan bahwa GPIF secara rutin meninjau portofolionya dan "jika penyesuaian dianggap perlu, portofolio akan dimodifikasi seperti yang saya pahami."

Chris Turner, Kepala Pasar Global di ING, menyebut kemungkinan otoritas Jepang melakukan intervensi di pasar valas pekan ini, tetapi mengatakan bahwa "intervensi saja tidak dapat membalik tren kenaikan saat ini pada USD-JPY."

Euro Menguat 0,107% terhadap Dolar sementara Pound Melemah

Kurs EUR-USD berada di 1,14297 dolar, naik 0,00122 dolar (0,107%) dari sesi sebelumnya. Kurs GBP-USD berada di 1,33941 dolar, turun 0,00043 dolar (0,032%). Kurs offshore USD-CNY (CNH) berada di 6,7799 yuan, turun 0,0021 yuan (0,031%).

FAQ

Apa yang menyebabkan dolar AS melemah pada tanggal 13?

Dolar AS melemah tipis karena harga minyak mentah menurunkan kenaikan di tengah kemungkinan solusi diplomatik untuk konflik militer AS-Iran yang sedang berlangsung. Pernyataan juru bicara Iran Esmail Baghaei yang menunjukkan kesediaan menggunakan sarana diplomatik jika diperlukan berkontribusi meredakan tekanan harga minyak, yang pada akhirnya memengaruhi pergerakan dolar.

Mengapa yen Jepang melemah terhadap dolar?

Yen Jepang mendapat tekanan turun setelah Reuters melaporkan bahwa Government Pension Investment Fund Jepang (GPIF) tidak memiliki rencana segera untuk mengubah target alokasi asetnya. Berita ini mengecewakan ekspektasi pasar setelah pernyataan Menteri Keuangan Satsuki Katayama sebelumnya tentang mendorong dana pensiun untuk meningkatkan investasi pada aset keuangan Jepang, sehingga kurs USD-JPY naik ke 162,109 yen.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar