Futu Holdings digugat gugatan class action oleh pemegang saham AS, harga saham turun sekitar 32%

FUTU1,87%

Menurut Caixin pada 14 Juli, seorang investor telah mengajukan gugatan class action sekuritas ke Pengadilan Distrik Federal untuk Distrik Selatan New York, menarget Futu Holdings (NASDAQ: FUTU). Gugatan diajukan dengan alasan melanggar ketentuan Undang-Undang Sekuritas AS tahun 1934 tentang penipuan sekuritas dan tanggung jawab pengendali. Para tergugat mencakup Futu Holdings serta pendiri sekaligus Direktur Utama (Chairman) dan CEO, Li Hua (Leaf Li), dan CFO Chen Yu. Gugatan menuduh saham perusahaan turun sekitar 32%.

Periode class action 24 Mei 2023 hingga 27 Mei 2026

Berdasarkan rilis berita kantor hukum KSF, class action ini mencakup periode 24 Mei 2023 hingga 27 Mei 2026 (termasuk hari pertama dan terakhir) bagi para investor yang membeli atau memperoleh sekuritas Futu Holdings dengan cara lain; bagi yang ingin menjadi lead plaintiff dalam class action ini, harus mengajukan permohonan ke pengadilan sebelum 25 Agustus 2026.

Perkara ini saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Distrik Federal Distrik Selatan New York, dengan nomor perkara 26-cv-05453. Kantor hukum KSF yang dipimpin oleh partner Charles C. Foti II, mantan Jaksa Agung Louisiana, dinilai sebagai salah satu dari 10 besar kantor hukum litigasi sekuritas terbaik di AS pada tahun lalu berkat total kompensasi yang diperoleh.

Dakwaan spesifik: tidak memperoleh izin lintas negara untuk layanan lintas batas secara berkelanjutan, kinerja keuangan dibesar-besarkan

Berdasarkan rilis berita kantor hukum KSF, gugatan menuduh adanya pernyataan palsu dan menyesatkan serta kelalaian yang meliputi:

Tidak mematuhi persyaratan regulasi China: perusahaan tidak memperoleh izin atau persetujuan yang diperlukan, terus menjalankan bisnis sekuritas lintas batas di Tiongkok daratan, penjualan reksa dana publik, dan bisnis berjangka

Berisiko menghadapi sanksi besar: akibat tindakan di atas, perusahaan kemungkinan besar menghadapi sanksi, termasuk penarikan kembali hasil ilegal

Kinerja keuangan dibesar-besarkan: masalah di atas menyebabkan kinerja keuangan perusahaan dibesar-besarkan

Keterbukaan kepada publik bersifat menyesatkan: tergugat memberikan pernyataan positif yang secara material menyesatkan terkait bisnis, operasional, dan prospek perusahaan, dan/atau tidak memiliki dasar yang wajar

Li Hua dan Chen Yu dicantumkan sebagai terdakwa perorangan, terutama karena kedua pihak memiliki kewenangan untuk meninjau, menyetujui, atau mengendalikan dokumen yang diajukan Futu kepada SEC AS, pengumuman kinerja, serta pengungkapan lain kepada publik.

Latar belakang: denda China 1,85 miliar yuan, investigasi SEC terkait insider trading dalam opsi

Berdasarkan laporan, terdapat beberapa peristiwa latar belakang untuk class action kali ini:

· Otoritas regulasi China menjatuhkan denda sekitar 1,85 miliar yuan kepada Futu dengan alasan menyediakan layanan transaksi sekuritas lintas batas tanpa izin untuk investor di Tiongkok daratan; harga saham Futu anjlok, dan kekayaan bersih pendiri Li Hua menguap sekitar 1,7 miliar dolar AS dalam satu hari;

· SEC AS sedang menyelidiki dugaan terhadap market maker Susquehanna — melibatkan pembelian besar-besaran opsi saham AS terkait Up Fintech (perusahaan induk Tiger Securities) oleh pihak yang tidak jelas, sebelum tindakan penindakan yang diumumkan otoritas regulasi China pada 22 Mei 2026;

· Pengadilan AS telah mengabulkan permohonan untuk membekukan aset di rekening yang diduga terkait di platform Futu dan Up Fintech, serta mengizinkan subpoena untuk mengungkap identitas pemegang rekening.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa inti dakwaan dalam class action Futu Holdings?

Berdasarkan rilis berita kantor hukum KSF, gugatan menuduh Futu Holdings, tanpa memperoleh izin yang diperlukan dari China, terus menjalankan bisnis sekuritas lintas batas, penjualan reksa dana publik, dan bisnis berjangka di Tiongkok daratan, sehingga menyebabkan kinerja keuangan dibesar-besarkan dan pengungkapan kepada publik bersifat menyesatkan secara material, melanggar ketentuan penipuan sekuritas dan tanggung jawab pengendali dalam Undang-Undang Sekuritas AS tahun 1934.

Kapan investor yang berminat ikut class action perlu mengajukan permohonan?

Berdasarkan rilis berita kantor hukum KSF, class action ini mencakup investor yang membeli sekuritas Futu pada periode 24 Mei 2023 hingga 27 Mei 2026; bila ingin menjadi lead plaintiff, harus mengajukan permohonan ke pengadilan sebelum 25 Agustus 2026.

Mengapa CEO pendiri Futu Holdings, Li Hua, dicantumkan sebagai terdakwa perorangan?

Berdasarkan dokumen gugatan, Li Hua dan CFO Chen Yu dicantumkan sebagai terdakwa perorangan, terutama karena kedua pihak memiliki kewenangan untuk meninjau, menyetujui, atau mengendalikan dokumen yang diajukan Futu kepada SEC AS, pengumuman kinerja, serta pengungkapan lain kepada publik, yang memenuhi unsur tanggung jawab pengendali.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar