Penegak hukum global menutup LeakBase, sebuah forum kejahatan siber yang digunakan untuk memperdagangkan data curian, alat peretasan, dan informasi pribadi.
Otoritas menyita akun, pesan, rincian kredit, dan log IP saat menyelidiki lebih dari 142.000 anggota forum.
Penutupan LeakBase menyoroti meningkatnya ancaman siber seiring terus berlanjutnya kebocoran data kripto dan pelanggaran pertukaran di seluruh dunia.
Lembaga penegak hukum internasional telah membongkar LeakBase, sebuah forum kejahatan siber utama yang digunakan untuk memperdagangkan data curian dan alat peretasan. Otoritas menghapus platform tersebut setelah operasi terkoordinasi yang dipimpin oleh Federal Bureau of Investigation dan Europol. Penyidik menargetkan forum ini setelah bertahun-tahun memantau aktivitasnya di berbagai yurisdiksi.
🚨 LeakBase Disita oleh Penegak Hukum
Forum kejahatan siber LeakBase dilaporkan telah disita oleh otoritas penegak hukum internasional.
Penutupan ini dapat mengungkap jaringan besar yang terlibat dalam perdagangan kredensial bocor dan basis data yang diretas.
Platform kami sudah mengandung… pic.twitter.com/inDONbmGxy
— Fusion Intelligence Center @ StealthMole (@stealthmole_int) 5 Maret 2026
LeakBase memiliki lebih dari 142.000 anggota terdaftar dan menyimpan lebih dari 215.000 pesan. Platform ini memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk membeli dan menjual informasi pribadi yang dicuri, kredensial keuangan, dan alat peretasan. Penyidik menganggap forum ini sebagai pusat utama kejahatan digital terorganisir.
Otoritas menyita akun pengguna, pesan pribadi, rincian kredit, dan log IP selama operasi. Data tersebut dikumpulkan sebagai bukti untuk penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung. Tindakan penegakan hukum dilakukan pada 3 dan 4 Maret di berbagai negara.
Lembaga penegak hukum di 14 negara melakukan tindakan sinkron terhadap platform dan penggunanya. Otoritas mengganti forum dengan spanduk penyitaan dan mengeluarkan pemberitahuan peringatan kepada anggota terdaftar. Penyidik juga mengamankan bukti digital tambahan selama operasi.
Pejabat menjalankan surat perintah penggeledahan dan melakukan penangkapan di beberapa yurisdiksi. Otoritas melakukan tindakan penegakan hukum di Amerika Serikat, Australia, Belgia, Polandia, Portugal, Rumania, Spanyol, dan Inggris. Penyidik bekerja sama untuk mengganggu infrastruktur forum dan mengidentifikasi peserta.
Otoritas percaya bahwa operasi ini mengganggu salah satu platform utama yang digunakan untuk aktivitas kejahatan siber. Forum ini memungkinkan pelaku kejahatan memperoleh dan memonetisasi data pribadi serta data perbankan yang dicuri. Penyidik terus menganalisis catatan yang disita untuk mengidentifikasi tersangka tambahan.
Pejabat juga berupaya melacak aktivitas keuangan yang terkait dengan operasi forum. Penyidik berharap bukti yang dikumpulkan dapat mendukung kasus kriminal lebih lanjut. Sementara itu, otoritas terus bekerja sama antar lembaga untuk melacak jaringan kejahatan siber yang tersisa.
Penutupan ini mengikuti kekhawatiran yang meningkat tentang kebocoran data yang mempengaruhi sektor cryptocurrency. Sepanjang tahun lalu, kelompok kejahatan siber semakin menargetkan kredensial pertukaran dan data orang dalam. Kebocoran ini sering memungkinkan serangan rekayasa sosial dan penipuan keuangan.
Pada Mei 2025, pelaku kejahatan dilaporkan menyuap kontraktor luar negeri untuk mengakses sistem internal Coinbase. Kebocoran ini mengekspos informasi pelanggan yang dapat dieksploitasi dalam serangan phishing atau pemerasan. Insiden ini menyoroti kelemahan dalam pengelolaan layanan pihak ketiga.
Sekitar waktu yang sama, peretas membobol panel afiliasi dark web LockBit. Serangan ini mengungkap hampir 60.000 alamat Bitcoin yang terkait dengan jaringan ransomware. Penyidik kemudian menganalisis data tersebut untuk melacak pembayaran tebusan dan infrastruktur kriminal.
Baru-baru ini, ancaman juga menargetkan trader kripto individu. Pada 23 Februari, seorang trader yang dikenal sebagai TraderSZ melaporkan upaya pemerasan yang terkait dengan mantan karyawan Revolut. Pelaku mengancam akan mengungkapkan informasi pribadi kecuali korban membayar tebusan.