Menurut manajer dana Federated Hermes, Karen Manna, dalam sebuah laporan pada 16 Juli, institusi tersebut memperkirakan Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan kebijakan tanpa perubahan sementara inflasi tetap menjadi salah satu variabel makroekonomi yang paling sulit diprediksi. Peralihan dari era inflasi rendah setelah krisis keuangan 2008–2009 ke lonjakan inflasi pascapandemi dipicu oleh gangguan rantai pasokan, perubahan pola konsumsi, serta ketidakseimbangan di pasar tenaga kerja.
Meski banyak distorsi tersebut telah mereda, variabel baru terus mengaburkan prospek inflasi, termasuk tarif yang diberlakukan tahun lalu, harga energi yang masih tinggi, dan belanja modal yang besar terkait artificial intelligence. Manna mencatat bahwa dampaknya kemungkinan berupa proses disinflasi yang lebih tidak seimbang dan bertahap dibandingkan pada siklus-siklus sebelumnya, sehingga memperkuat pendekatan Federal Reserve yang hati-hati dan berbasis data.