Menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran, pada 8 Juli, militer Iran menghancurkan 85 fasilitas militer AS yang berlokasi di Pelabuhan Salman, pangkalan Armada Kelima Bahrain, dan Pangkalan Udara Al-Ali Salem di Kuwait sebagai respons awal terhadap serangan udara Amerika. Pernyataan itu juga mengklaim bahwa pasukan Iran menembak jatuh pesawat nirawak MQ-9 yang mencoba mengganggu operasi tersebut.
Serangan udara itu menyusul operasi militer AS terhadap pangkalan-pangkalan pesisir Iran di Provinsi Hormozgan dan Mahshahr pada hari yang sama, yang dikatakan Iran melanggar perjanjian gencatan senjata. Presiden Trump kemudian mengunggah video di media sosial yang menunjukkan fasilitas darat yang diserang dengan kobaran api dan asap di malam hari, dengan keterangan pada satu unggahan: "Breaking: Serangan besar terhadap Iran."