Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei pada 18 Juli (waktu setempat) menyebut Amerika Serikat sebagai “Setan Besar” dan menuduh Washington melanggar nota kesepahaman. Menurut UPI, Khamenei menyatakan di X (dulu Twitter) bahwa “Setan Besar sekali lagi memperlihatkan wajah aslinya tanpa masker,” sambil menggambarkan dugaan pelanggaran tersebut sebagai “bukti yang jelas tentang ketidakjujuran Amerika, irasionalitasnya, sifatnya yang tidak dapat diandalkan, dan karakter yang bermusuhan.” Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran di kawasan Teluk Persia, di mana kedua negara telah menerapkan langkah pemblokiran di Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas alam global.
Khamenei Menuduh AS Berulang Kali Melanggar MOU
Dalam unggahan terpisah, Khamenei mengklaim bahwa “pemaksaan, totalitarianisme, dan kekejaman adalah elemen yang tak terpisahkan dari keyakinan dan kebijakan Amerika.” Di Telegram, ia mengatakan bahwa “pelanggaran berulang AS terhadap memorandum of understanding yang ditandatangani antara Iran dan Presiden AS sekali lagi membuktikan bahwa tanda tangan Presiden AS tidak memiliki kredibilitas atau nilai.” Ia menambahkan bahwa “ini menegaskan kembali fakta bahwa pemaksaan, totalitarianisme, dan kekejaman melekat dalam doktrin dan kebijakan Amerika.”
Konteks Historis Istilah “Setan Besar”
Istilah “Setan Besar” awalnya digunakan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran, untuk menggambarkan Amerika Serikat tak lama setelah krisis penyanderaan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979. Dalam insiden tersebut, 66 diplomat dan warga sipil Amerika ditahan, dengan sebagian besar disandera selama 444 hari.
Ketegangan Militer AS-Iran Meningkat di Teluk Persia
AS dan Iran baru-baru ini meningkatkan level konfrontasi militer di wilayah Teluk Persia. Kedua negara menerapkan langkah pemblokiran di Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas alam global. Iran membatasi lalu lintas kapal, sementara AS terus memblokir kapal dan pelabuhan Iran.
FAQ
Apa yang dikatakan Pemimpin Tertinggi Iran tentang AS pada 18 Juli?
Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei menyebut Amerika Serikat sebagai “Setan Besar” dan menuduh AS melanggar nota kesepahaman yang ditandatangani antara Iran dan Presiden AS. Ia menyatakan bahwa pelanggaran ini menunjukkan ketidakjujuran Amerika, irasionalitas, sifatnya yang tidak dapat diandalkan, dan karakter yang bermusuhan.
Mengapa istilah “Setan Besar” penting secara historis dalam hubungan AS-Iran?
Istilah “Setan Besar” pertama kali digunakan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran, untuk menggambarkan Amerika Serikat setelah krisis penyanderaan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979, ketika 66 diplomat dan warga sipil Amerika ditahan, dengan sebagian besar disandera selama 444 hari.
Aksi militer apa yang dilakukan AS dan Iran di Teluk Persia?
Baik AS maupun Iran menerapkan langkah pemblokiran di Selat Hormuz. Iran membatasi lalu lintas kapal melalui selat tersebut, sementara AS memblokir kapal dan pelabuhan Iran. Selat Hormuz adalah jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas alam global.