Menurut Newtalk, pada 7 Juli, Perdana Menteri Jepang Takamichi Sanae bertemu dengan PM India Narendra Modi dan mengumumkan 'Deklarasi Bersama Kerja Sama Keamanan Ekonomi,' berkomitmen untuk investasi senilai 10 triliun yen selama dekade berikutnya. Kesepakatan ini menandakan aliansi strategis yang bertujuan untuk melawan monopoli tanah jarang China.
Menurut pakar keamanan nasional Chen Wen-jia, Jepang secara sistematis membongkar strategi persenjataan tanah jarang China dan kemungkinan menjadi model pertama untuk de-sinisasi rantai pasokan global. Kolaborasi ini berfokus pada menghindari dominasi Beijing dalam bahan tanah jarang, dengan kedua negara berupaya memperkuat keamanan ekonomi melalui pengembangan sumber daya bersama.