Menurut The Fact, saham Kiwoom Securities turun 11,27% dari 346.000 won pada 19 Juni menjadi 307.000 won pada 20 Juli. Penurunan ini terjadi saat perusahaan menghadapi berbagai hambatan: pangsa pasar ritel turun dari 26,5% pada Q4 2025 menjadi 24,7% pada Mei 2026, sementara sektor sekuritas yang lebih luas menunjukkan kinerja lebih buruk di tengah volatilitas KOSPI.
Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan penyelidikan terhadap praktik penjualan obligasi JTBC oleh Kiwoom Securities, setelah klaim dari tim hukum para korban obligasi Joongang Group bahwa perusahaan tersebut membimbing investor untuk menolak konfirmasi happy call—sebuah prosedur perlindungan investor setelah penjualan. Kiwoom berpendapat bahwa produk penjualan secara daring dikecualikan dari kewajiban happy call.