Seorang investor dividen Korea berusia 50 tahun yang dikenal sebagai 'Pyeong-on' menghasilkan 5 juta won dalam dividen bulanan setelah mengubah strateginya menyusul crash pasar 20 Maret 2020. Investor yang baru saja pensiun ini memegang lebih dari 4 miliar won dalam aset, menghasilkan 60 juta won per tahun dari pendapatan dividen. Peralihannya ke investasi yang berfokus pada dividen membuatnya tetap mempertahankan posisi saat penurunan Nasdaq berikutnya sebesar 33%.
Total arus kas investor itu, termasuk pendapatan sewa properti, melampaui level pekerja kantor yang berpenghasilan 100 juta won per tahun. Ia membagikan perjalanan investasinya melalui kanal YouTube 'Single FIRE,' yang menyediakan informasi ekonomi dan investasi.
Investor Mengubah Strategi Setelah Keluar dari Pasar pada 2020
Pada 20 Maret 2020, ketika pasar mencapai titik terendah selama guncangan COVID-19, Pyeong-on menjual seluruh kepemilikan sahamnya. Pasar justru memantul tak lama setelah ia keluar, memaksanya membeli kembali saham dengan harga yang lebih tinggi. Dua tahun kemudian, ketika indeks Nasdaq turun sekitar 33%, perilakunya berubah sepenuhnya. Alih-alih menjual, ia terus membeli saham.
"Karena serunya menaikkan dividen setiap bulan, aku bahkan tidak menyadari penurunan itu dan menghabiskan masa turun tanpa sadar," katanya. "Aku benar-benar menyadari bahwa dividen adalah kekuatan untuk bertahan saat terjadi penurunan."
Portofolio Menggabungkan 24 Saham di Kategori Growth dan Dividen
Portofolio saham investor ini terdiri dari 24 kepemilikan. Saham growth menyumbang sekitar 34% dari portofolio, sementara saham dividen dan obligasi mencapai sekitar 66%. Saham growth berkapitalisasi besar termasuk Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan TSMC memberikan potensi kenaikan saat pasar sapi. Aset dividen termasuk SCHD, JEPQ, DIVO, dan Realty Income menghasilkan arus kas.
Pyeong-on mempertahankan eksposur ke saham growth dan dividen, bukan memusatkan diri pada satu kategori. Hanya memegang saham dividen dapat menimbulkan perasaan ketinggalan saat pasar sapi dan meningkatkan kemungkinan meninggalkan strategi dividen. Sebaliknya, fokus hanya pada saham growth meningkatkan risiko tidak mampu menahan kerugian saat crash dan keluar dari pasar.
Tiga Prinsip Investasi Membimbing Manajemen Portofolio
Prinsip pertamanya adalah diversifikasi antara saham growth dan saham dividen. Saham growth menangkap keuntungan saat pasar sapi, sementara saham dividen mengurangi penurunan (drawdown) portofolio saat terjadi penurunan.
Prinsip kedua adalah dollar-cost averaging secara sistematis. Pendekatan utamanya melibatkan akumulasi yang konsisten, terlepas dari apakah pasar sedang naik atau turun.
Prinsip ketiga adalah reinvestasi dividen. Pyeong-on telah mereinvestasikan semua dividen yang diterima kembali ke saham, bukan memakainya untuk biaya hidup. Meski jumlah reinvestasi awalnya kecil, efek penggandaan tumbuh seiring meningkatnya jumlah saham dan dividen.
Investor Memberi Peringatan Terhadap Konsentrasi ETF Leveraged
Pyeong-on menekankan kehati-hatian terkait investasi ETF leveraged pada satu saham dan ETF covered call pada satu saham yang menawarkan imbal hasil tinggi. Ia secara khusus membandingkan produk leveraged dengan cabai panas.
"Menggunakan leverage secara moderat dan dalam jumlah kecil itu boleh, tapi kalau semuanya dipakai demi mengubah hidupmu, itu seperti makan cabai panas untuk setiap makan," katanya. "Kalau dilakukan dalam jangka panjang, kamu akan langsung dibawa ke rumah sakit."
Setelah pensiun barunya, investor itu kehilangan gajinya sebagai sumber arus kas. Namun, ia tidak berencana mengubah strategi investasinya secara signifikan. Meski sebelumnya mereinvestasikan semua dividen, kini ia berniat menggunakan sebagian untuk biaya hidup sambil tetap mengelola jumlah reinvestasi dengan tepat.
"Saya pikir berinvestasi itu tentang menciptakan sistem yang menghasilkan arus kas yang tidak pernah habis untuk seumur hidup," kata Pyeong-on. "Realitas harian memang sulit, tapi jika kamu terus berinvestasi dengan mengakumulasi secara stabil, saya yakin itu pasti akan membawamu menuju kebebasan finansial. Saya mendorongmu untuk tetap kuat."
FAQ
Dividen bulanan apa yang diterima investor?
Investor menerima 5 juta won dalam dividen bulanan, total sekitar 60 juta won per tahun dari portofolio sahamnya.
Apa yang terjadi saat investor menjual saham pada 20 Maret 2020?
Investor menjual semua kepemilikan sahamnya selama crash pasar COVID-19 pada 20 Maret 2020. Pasar memantul tak lama setelahnya, memaksanya membeli kembali saham dengan harga yang lebih tinggi.
Bagaimana struktur portofolio investor?
Portofolio ini terdiri dari 24 saham, dengan sekitar 34% dialokasikan ke saham growth dan 66% ke saham dividen serta obligasi, termasuk kepemilikan di Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, TSMC, SCHD, JEPQ, DIVO, dan Realty Income.