Indeks KOSPI Korea Selatan ditutup pada 6797,70 pada tanggal 22, naik 49,75 poin atau 0,74%, setelah menyusutkan kenaikan intraday yang sempat mendorong indeks menembus level di atas 7000. Indeks sempat mencapai 7166,00 pada perdagangan paruh sesi sebelum turun kembali pada sore hari saat investor institusional mempercepat aksi jual. Analis pasar mengaitkan pembalikan tersebut dengan kehati-hatian menjelang pengumuman laba Alphabet yang dijadwalkan pada pagi awal hari tanggal 23. Hari perdagangan ini mencerminkan ketidakpastian investor tentang apakah perusahaan teknologi besar akan mempertahankan investasi infrastruktur semikonduktor, yang menjadi pendorong utama pasar ekuitas Korea Selatan yang bergantung pada ekspor.
Investor Asing Net Buy 2,63 Triliun Won saat Institusi Menjual
Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 2,63 triliun won pada saham KOSPI pada 22, menandai tiga sesi beruntun pembelian bersih. Investor individu melepas 1,23 triliun won, sementara investor institusional melepas 1,39 triliun won. Aksi jual institusional bertahan di sekitar 100 miliar won hingga pukul 2 siang sebelum melonjak tajam pada jam-jam terakhir. Sebagian besar penjualan institusional terjadi melalui rekening investasi keuangan senilai 966,4 miliar won, terutama yang merepresentasikan transaksi ETF. Pemicu circuit breaker sisi beli terjadi pada 9:06 AM tak lama setelah pasar dibuka.
SK Hynix Pulih 2 Juta Won saat Intraday Sebelum Ditutup Datar
SK Hynix sempat kembali ke level 2 juta won selama perdagangan pada 22, didukung oleh kenaikan pada produsen chip memori AS Micron dan SanDisk. Saham ditutup nyaris datar karena tekanan jual dari investor individu dan institusional meningkat, sementara pembelian bersih asing turun dari lebih dari 1,6 triliun won menjadi 1,26 triliun won hingga penutupan pasar. Di antara saham berkapitalisasi besar, Hyundai Mobis naik lebih dari 6%, Hyundai Motor naik lebih dari 4%, dan Samsung C&T naik lebih dari 3%. KB Financial dan Samsung Electronics ditutup nyaris datar, sedangkan Samsung Biologics dan SK Square turun lebih dari 1%.
Laba Alphabet Akan Jadi Sinyal Prospek Permintaan Semikonduktor
Lee Kyung-min, kepala Penelitian FICC di Daishin Securities, mengatakan bahwa laba Alphabet memuat ekspektasi untuk perluasan investasi pusat data AI, tetapi juga kekhawatiran tentang keberlanjutan belanja modal skala besar. Lee menyoroti bahwa kenaikan terbatas saham semikonduktor pada 22 mencerminkan kehati-hatian menjelang hasil Alphabet. Ia menekankan pentingnya mengonfirmasi pertumbuhan Google Cloud dan panduan belanja modal pusat data. Setelah Alphabet, Meta dan Microsoft dijadwalkan melaporkan hasil kuartal kedua pada 29 (waktu setempat), dan Amazon pada 30.
KOSDAQ Turun 0,30% saat Won Melemah ke 1480,1 per Dolar
Indeks KOSDAQ berbalik arah untuk ditutup pada 751,09 pada 22, turun 2,25 poin atau 0,30%, setelah sempat pulih ke 789,23 di awal sesi. Investor individu membukukan pembelian bersih 263,8 miliar won, sementara investor asing dan institusional masing-masing menjual 84,2 miliar won dan 191,4 miliar won. Rainbow Robotics melonjak lebih dari 16% setelah kabar Samsung Electronics membentuk divisi robotika khusus. Kurs won/dolar ditutup pada 1480,1 won, naik 6,7 won dibandingkan sesi sebelumnya.
FAQ
Mengapa KOSPI berbalik mengurangi kenaikan pada 22 setelah mencapai 7166,00?
Investor institusional mempercepat aksi jual setelah pukul 2 siang, terutama melalui transaksi ETF senilai 966,4 miliar won. Analis pasar mengaitkan pembalikan tersebut dengan kehati-hatian menjelang pengumuman laba Alphabet pada pagi awal hari tanggal 23, saat investor menunggu sinyal tentang keberlanjutan belanja modal semikonduktor.
Apa yang dilakukan investor asing di pasar KOSPI pada 22?
Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 2,63 triliun won pada saham KOSPI pada 22, menandai tiga sesi beruntun pembelian bersih. Hal ini berbeda dengan penjualan institusional sebesar 1,39 triliun won dan penjualan investor individu sebesar 1,23 triliun won.
Apa yang akan diperhatikan investor dalam pengumuman laba Alphabet?
Lee Kyung-min dari Daishin Securities menyatakan bahwa investor perlu mengonfirmasi pertumbuhan bisnis Google Cloud dan panduan belanja modal pusat data. Pengumuman dijadwalkan pada dini hari tanggal 23 dan akan memberi sinyal tentang permintaan HBM dan server DRAM melalui panduan belanja modal 2026 serta proyeksi investasi 2027.