Anak usaha minuman LG Household & Health Care, Haitai htb, menarik beberapa calon penawar dalam penawaran pendahuluan pada 24 Juli, dengan 5-6 atau lebih pihak mengajukan surat niat menurut sumber industri perbankan investasi pada 28 Juli. Keberhasilan lelang tersebut memicu kembali spekulasi pasar mengenai apakah LG H&H selanjutnya akan menjual Coca-Cola Beverage, anak usaha minumannya yang lebih besar, sebagai bagian dari upaya restrukturisasi bisnis yang sedang berlangsung untuk memperkuat operasi kosmetik utamanya. Para ahli industri mencatat bahwa meskipun Coca-Cola Beverage merupakan aset bernilai, setiap penjualan menghadapi hambatan struktural yang signifikan karena perjanjian kemitraan dengan kantor pusat Coca-Cola dan kompleksitas pemindahan hak pembotolan sekaligus kepemilikan saham.
Haitai htb Preliminary Bidding Attracts Multiple Parties
Pada 24 Juli, Haitai htb, anak usaha LG Household & Health Care, menggelar penawaran pendahuluan yang menarik partisipasi dari beberapa calon akuisitor. Sumber industri perbankan investasi melaporkan bahwa 5-6 pihak atau lebih mengajukan surat niat. Samjung KPMG bertindak sebagai penjamin emisi utama untuk transaksi tersebut.
Market Speculation Links Sale to Cosmetics Business Focus
Setelah keberhasilan penawaran Haitai htb, pengamat pasar kembali memunculkan spekulasi tentang kemungkinan penjualan Coca-Cola Beverage. Teori tersebut menyebutkan bahwa LG H&H mungkin terlebih dahulu melepas Haitai htb yang merugi, lalu mempertimbangkan penjualan operasi Coca-Cola Beverage yang lebih besar dan lebih menjadi inti. Spekulasi ini berangkat dari fokus yang dinyatakan LG H&H untuk memperkuat bisnis kosmetik utamanya, yang menghadapi tantangan dari persaingan merek indie dan kesulitan penting di pasar. Penjualan Haitai htb diartikan sebagai bagian dari upaya untuk mengamankan sumber daya guna meningkatkan daya saing kosmetik. LG H&H secara konsisten menyebut rumor penjualan Coca-Cola Beverage sebagai “tidak berdasar”.
Coca-Cola Partnership Structure Creates Sale Barriers
Para ahli industri perbankan investasi menyebut struktur kemitraan Coca-Cola sebagai penghalang utama untuk setiap penjualan dalam waktu dekat. LG H&H memiliki 90% Coca-Cola Beverage, sementara afiliasi Coca-Cola AS memegang sisa 10%. Coca-Cola Beverage beroperasi sebagai produsen pembotolan yang menerima konsentrat dari kantor pusat Coca-Cola, lalu memproduksi dan mendistribusikan produk di dalam negeri. Setiap akuisitor harus mewarisi tidak hanya hak manajemen perusahaan, tetapi juga status sebagai mitra untuk produksi dan penjualan merek Coca-Cola dalam jangka panjang di Korea. Pemindahan hak manajemen memerlukan konsultasi dengan kantor pusat Coca-Cola. Transaksi ini pada dasarnya melibatkan LG H&H yang memilih pembeli sekaligus kantor pusat Coca-Cola yang memilih mitra bisnis domestik baru. Ini berbeda dengan Haitai htb, di mana kontrak merek eksternal seperti Minute Maid hanya mewakili sebagian dari operasi—Haitai htb dapat terus menjalankan bisnis yang berpusat pada merek milik sendiri seperti Bong Bong dan Gala Mandun Bae meskipun beberapa kontrak merek eksternal berakhir.
Limited Buyer Pool Due to Operational Scale and Partnership Requirements
Sumber industri perbankan investasi menggambarkan kumpulan calon pembeli sebagai terbatas. Coca-Cola Beverage mengoperasikan organisasi produksi, logistik, dan penjualan di seluruh negeri serta jaringan distribusi dengan peritel besar dan perusahaan layanan makanan. Investor strategis skala kecil dan menengah yang tidak memiliki kekuatan modal atau pengalaman di bidang minuman/barang konsumen akan kesulitan. Akuisisi oleh dana ekuitas privat juga menghadapi tantangan—dana harus memulihkan investasi setelah periode tertentu, sehingga hak manajemen Coca-Cola Beverage dapat kembali masuk pasar dalam hitungan tahun. Kantor pusat Coca-Cola mungkin memandang perubahan kepemilikan berulang sebagai beban setelah memilih mitra operasional domestik jangka panjang. Manajer dana akan menghadapi batas pemulihan investasi jika penjualan kembali di masa depan mensyaratkan konsultasi dengan kantor pusat Coca-Cola.
Coca-Cola Beverage Financial Performance
Coca-Cola Beverage mencatat pendapatan sebesar 1,5965 triliun won dan laba operasi sebesar 151 miliar won pada 2025. Angka-angka ini menurun dibanding pendapatan 2024 sebesar 1,6357 triliun won dan laba operasi 164,1 miliar won, namun perusahaan mempertahankan margin laba operasi mendekati 10%. Pengakuan merek yang tinggi dan kemampuan menghasilkan arus kas yang stabil tetap menjadi faktor yang berpotensi menarik minat calon akuisitor.
FAQ
Apa yang terjadi dalam penawaran Haitai htb milik LG H&H pada 24 Juli?
Beberapa penawar berpartisipasi dalam penawaran pendahuluan Haitai htb pada 24 Juli, dengan 5-6 pihak atau lebih mengajukan surat niat menurut sumber industri perbankan investasi. Samjung KPMG bertindak sebagai penjamin emisi utama untuk transaksi tersebut.
Mengapa para ahli mengatakan penjualan Coca-Cola Beverage menghadapi hambatan struktural?
Para ahli menyebut kemitraan pembotolan dengan kantor pusat Coca-Cola sebagai hambatan utama. Setiap akuisitor harus mewarisi baik hak manajemen maupun status sebagai mitra untuk memproduksi dan menjual merek Coca-Cola di Korea, yang memerlukan konsultasi dengan kantor pusat Coca-Cola selama pemindahan kepemilikan. LG H&H memiliki 90% Coca-Cola Beverage sementara afiliasi Coca-Cola AS memegang 10%.
Bagaimana hasil keuangan Coca-Cola Beverage pada 2025?
Coca-Cola Beverage mencatat pendapatan 1,5965 triliun won dan laba operasi 151 miliar won pada 2025, dengan mempertahankan margin laba operasi mendekati 10% meskipun turun dari angka 2024 sebesar 1,6357 triliun won untuk pendapatan dan 164,1 miliar won untuk laba operasi.