Jordi Visser, investor makro dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan pendiri AI Macro Nexus / AI22 Research, menyatakan di acara Anthony Pompliano bahwa era kenaikan cepat 7–8 kali lipat di sektor AI telah berakhir. Visser mengklaim bahwa belanja modal dan hambatan perangkat keras, termasuk kekurangan chip dan memori, yang dipadukan dengan suku bunga tinggi, menekan margin perusahaan dalam investasi infrastruktur AI. Investor veteran itu berpendapat bahwa modal global akan bergeser ke Bitcoin dan aset digital saat sektor AI memasuki fase pertumbuhan yang menurutnya rasional, sekitar 30% per tahun.
Visser Mengidentifikasi Kejenuhan Sektor AI dan Tekanan Margin
Visser menyatakan bahwa valuasi agresif dalam investasi infrastruktur AI dan model bahasa besar telah mencapai titik jenuh. Ia menilai bahwa lingkungan suku bunga tinggi dan keterbatasan perangkat keras fisik memberikan tekanan pada margin perusahaan.
"Model perdagangan 'uang mudah', di mana keuntungan besar 7–8 kali lipat dari investasi awal dicapai melalui AI, telah berakhir. Ini tidak berarti AI sudah mati; namun, kita kini memasuki periode pertumbuhan yang melelahkan dan rasional, biasanya sekitar 30% per tahun. Modal sekarang mencari jalur baru dalam hal keseimbangan risiko-keuntungan," kata Visser.
Investor itu mencatat bahwa perusahaan seperti Google dan Anthropic membakar modal besar untuk membangun infrastruktur, tetapi profitabilitas tertunda karena keterbatasan fisik. Ia menyatakan hal ini akan mendorong investor menuju aset makro alternatif.
Bitcoin Tunjukkan Ketahanan Meski Diperdagangkan Di Bawah All-Time High
Visser mengamati bahwa Bitcoin menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap gejolak makroekonomi belakangan ini, meskipun diperdagangkan sekitar 50% di bawah all-time high-nya.
Visser Memproyeksikan Integrasi AI-Kripto Lewat Agen Otonom
Membagikan ekspektasinya untuk paruh kedua tahun ini, Visser menyatakan bahwa integrasi yang tak terhindarkan antara artificial intelligence dan pasar mata uang kripto akan terjadi. Ia mencatat bahwa agen AI yang beroperasi secara otonom akan menggunakan jaringan kripto sebagai infrastruktur yang paling sesuai untuk pembayaran mikro, transfer data, dan verifikasi kepemilikan. Visser berargumen bahwa hal ini akan menciptakan permintaan organik berkelanjutan untuk Bitcoin dan jaringan mata uang kripto terkemuka.
FAQ
Apa yang Jordi Visser katakan tentang imbal hasil sektor AI?
Jordi Visser menyatakan di acara Anthony Pompliano bahwa model perdagangan 'uang mudah' di AI, di mana keuntungan 7–8 kali lipat dari investasi awal dicapai, telah berakhir. Ia mengklaim sektor tersebut kini memasuki fase pertumbuhan rasional sekitar 30% per tahun karena belanja modal dan hambatan perangkat keras.
Mengapa Visser yakin modal akan bergeser ke Bitcoin?
Visser berargumen bahwa suku bunga tinggi dan keterbatasan perangkat keras fisik seperti kekurangan chip dan memori menekan margin perusahaan AI, sehingga mendorong investor ke aset makro alternatif. Ia menyatakan Bitcoin telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap gejolak makroekonomi belakangan ini meskipun diperdagangkan sekitar 50% di bawah all-time high-nya.
Bagaimana Visser memperkirakan AI dan kripto akan terintegrasi?
Visser menyatakan bahwa agen AI yang beroperasi secara otonom akan menggunakan jaringan mata uang kripto sebagai infrastruktur untuk pembayaran mikro, transfer data, dan verifikasi kepemilikan. Ia berargumen bahwa integrasi ini akan menciptakan permintaan organik berkelanjutan untuk Bitcoin dan jaringan mata uang kripto terkemuka.