Saham Netflix (NFLX) turun 0,2% lebih rendah pada perdagangan pra-pasar hari Selasa, saat pengawasan Wall Street meningkat menjelang rilis laporan laba kuartal kedua fiskal perusahaan yang dijadwalkan pada hari Kamis. Jay Woods, chief global strategist di Freedom Capital Markets, memperingatkan bahwa saham bisa jatuh di bawah $70 jika hasil yang akan datang mengecewakan. Saham raksasa streaming itu telah turun 41% dalam setahun terakhir seiring kekhawatiran investor terhadap melambatnya momentum, ketidakpastian strategi, dan perubahan kepemimpinan.
Peringatan Analis tentang Level Harga
Jay Woods, veteran New York Stock Exchange, mengatakan saham Netflix bisa jatuh di bawah batas $70 jika hasil mendatang mengecewakan. Woods memperingatkan bahwa pergerakan di bawah $70 dapat membuat saham menghadapi penurunan jangka panjang menuju $57, sementara pemulihan bisa mendorong saham kembali ke kisaran 80-an rendah sebelum menentukan apakah rebound tersebut berkelanjutan. Woods mengatakan investor sebaiknya memantau apakah Netflix membentuk pola pembalikan potensial atau mengalami breakdown yang lebih dalam.
Kinerja Q1 dan Guncangan Strategis
Netflix membukukan pendapatan kuartal pertama sebesar $12,25 miliar, naik 16% dibanding setahun sebelumnya. Prakiraan perusahaan menimbulkan ketidakpastian karena manajemen mengeluarkan ekspektasi margin yang hati-hati dan mempertahankan target pendapatan. Kepergian Reed Hastings dari dewan Netflix menciptakan ketidakpastian seputar kepemimpinan perusahaan, sementara penjualan saham pihak dalam senilai hampir $130 juta menambah kekhawatiran investor. Kepercayaan investor melemah setelah Netflix meninggalkan upaya akuisisi besar yang melibatkan aset Warner Bros. Discovery (WBD) dan gagal memenangkan tawaran kompetitif untuk Roku (ROKU).
Ekspektasi Laba Q2
Netflix akan merilis laba Q2 pada hari Kamis. Analis memperkirakan pendapatan $12,58 miliar dan laba $0,79 per saham, menurut data Fiscal AI. Meski saham turun, arus kas Netflix tetap kuat. Analis memperkirakan perusahaan dapat menghasilkan lebih dari $50 miliar pendapatan tahunan pada 2026, didukung basis pelanggan global lebih dari 325 juta keanggotaan berbayar dan margin arus kas bebas yang kuat.
Analisis Teknis dan Target Harga
Analis di Oppenheimer, KeyBanc, Citi, dan Bernstein menurunkan target harga Netflix karena kekhawatiran valuasi, tetapi mempertahankan rekomendasi bullish, dengan menyebut potensi pertumbuhan jangka panjang. Woods menyatakan bahwa investor harus memantau apakah Netflix membentuk pola pembalikan potensial atau mengalami breakdown yang lebih dalam di bawah level $70.
Sentimen Ritel
Di Stocktwits, sentimen ritel terhadap saham tetap berada di wilayah 'bullish' dengan kenaikan 224% pada volume pesan dalam 24 jam. Seorang pengguna berkata, "cukup sudah setiap hari turun grade, target harga lebih rendah - semoga 3 hari ke depan pre - er bull cycle!!!" Pengguna lain berkata, "ingin sekali berlari sampai ke ER. Zona yang sangat sulit untuk diperdagangkan di sini. Peluang iron condor yang besar, tapi menunggu ada lonjakan ke 78 sebelum menyiapkan bear call spread." Saham NFLX telah anjlok 21% year-to-date.
FAQ
Apa yang Jay Woods katakan tentang saham Netflix pada hari Selasa?
Jay Woods, chief global strategist di Freedom Capital Markets, memperingatkan bahwa saham Netflix bisa jatuh di bawah $70 jika hasil laba Q2 perusahaan mengecewakan. Woods menyatakan bahwa pergerakan di bawah $70 dapat membuat saham menghadapi penurunan jangka panjang menuju $57, sementara pemulihan bisa mendorong saham kembali ke kisaran 80-an rendah.
Kapan Netflix akan melaporkan laba Q2?
Netflix akan melaporkan laba kuartal kedua fiskalnya pada hari Kamis. Analis memperkirakan pendapatan $12,58 miliar dan laba $0,79 per saham, menurut data Fiscal AI.