Northern Minerals Ltd, sebuah perusahaan pertambangan tanah jarang asal Australia, mengalami penurunan saham sebesar 13,33% pada hari Selasa setelah perusahaan mengungkapkan bahwa enam investor asing yang memiliki hubungan dengan China gagal mematuhi perintah pemerintah Australia untuk melepaskan kepemilikan mereka pada batas waktu 2 Juli. Perusahaan yang berbasis di Perth ini menyatakan bahwa keenam investor tersebut secara kolektif memegang hampir 18% dari saham yang diterbitkan perusahaan. Kegagalan untuk melepaskan kepemilikan ini memperpanjang sengketa regulasi selama dua tahun antara perusahaan dan Canberra mengenai kepemilikan asing atas aset tanah jarang yang strategis. Australia telah berusaha memaksa divestasi ini karena kekhawatiran keamanan nasional terkait kendali pihak yang berhubungan dengan China atas sumber daya mineral kritis.
Pemerintah Australia Tingkatkan Tindakan Penegakan Hukum Sejak 2024
Pada Juni 2024, pemerintah Australia memerintahkan investor termasuk Yuxiao Fund untuk melepaskan kepemilikan mereka di Northern Minerals. Ketika beberapa investor gagal mematuhi perintah awal, pemerintah mengajukan proses hukum. Pada Januari tahun ini, Australia memenangkan kasus tersebut, dan pihak terkait didenda 14 juta dolar Australia (10 juta dolar AS). Setelah kemenangan di pengadilan, pemerintah Australia mengeluarkan perintah baru pada Mei tahun ini yang mengarahkan keenam pemegang saham untuk menjual saham mereka.
Northern Minerals Konfirmasi Ketidakpatuhan Pemegang Saham pada 2 Juli
Northern Minerals mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa keenam investor asing tersebut pada awalnya diwajibkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan penjualan saham mereka pada 2 Juli, tetapi pada akhirnya gagal melakukannya. Saham perusahaan (NTU AU) ditutup turun 13,33% pada hari Selasa dalam perdagangan di Sydney. Ketidakpatuhan ini semakin menunda penyelesaian sengketa kepemilikan dengan Canberra.
Tanya Jawab
Apa yang terjadi dengan saham Northern Minerals pada hari Selasa?
Saham Northern Minerals turun 13,33% pada hari Selasa setelah perusahaan mengungkapkan bahwa enam investor yang berhubungan dengan China yang memegang hampir 18% dari saham yang diterbitkan gagal melepaskan kepemilikan pada batas waktu 2 Juli yang diperintahkan oleh pemerintah Australia.
Mengapa pemerintah Australia memerintahkan divestasi saham Northern Minerals?
Australia telah berusaha memaksa investor yang berhubungan dengan China untuk menjual kepemilikan mereka di Northern Minerals selama dua tahun terakhir karena kekhawatiran atas kendali asing atas aset pertambangan tanah jarang yang strategis. Pemerintah pertama kali mengeluarkan perintah divestasi pada Juni 2024, memenangkan kasus pengadilan pada Januari tahun ini yang menghasilkan denda 14 juta dolar Australia, dan kembali memerintahkan divestasi pada Mei tahun ini.