Ketidakpastian politik berpotensi memperkuat tekanan pada obligasi pemerintah (gilt) Inggris saat pengganti Sunak mendekat, imbal hasil naik melewati rekan-rekan di zona Eropa

Menurut analis Barclays, pada 13 Juli imbal hasil obligasi pemerintah Inggris menghadapi risiko kenaikan lebih lanjut di tengah ketidakpastian politik setelah Keir Starmer mundur pada Juni. Andy Burnham secara luas diperkirakan akan menggantikan Starmer sebagai Perdana Menteri pada 20 Juli, asalkan tidak ada tantangan internal dari Partai Buruh. Barclays mencatat bahwa melemahnya kondisi keuangan publik Inggris dapat menimbulkan tantangan bagi pemimpin yang akan datang. Imbal hasil gilt Inggris telah naik lebih tajam dibandingkan rekan-rekannya di zona euro di tengah tekanan penjualan obligasi global yang lebih luas.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar