Bank tabungan dan lembaga keuangan mutual Korea Selatan mengalami perlambatan pertumbuhan pinjaman rumah tangga pada paruh pertama tahun ini, kontras tajam dengan bank komersial yang menambah pinjaman rumah tangga sekitar 15,7 triliun won pada periode yang sama. Sementara itu, bank tabungan justru turun sekitar 300 miliar won. Perbedaan ini berawal dari penerapan regulasi yang seragam di seluruh sektor perbankan, ditambah para peminjam cenderung beralih ke bank komersial yang menawarkan suku bunga relatif lebih rendah serta akses yang lebih mudah. Otoritas keuangan memastikan bank tabungan saat ini beroperasi sesuai target pertumbuhan pinjaman rumah tangga tahunan mereka, dengan regulator memantau tren volume pinjaman sektor tersebut meski kontraksi ini belum menimbulkan kekhawatiran langsung.
Bank Komersial Catat Pertumbuhan Pinjaman Rumah Tangga 15,7 Triliun Won, Sementara Bank Tabungan Berkontraksi
Menurut sumber dari sektor keuangan pada tanggal 14, bank komersial meningkatkan pinjaman rumah tangga sekitar 15,7 triliun won selama paruh pertama tahun ini. Sebaliknya, pinjaman rumah tangga pada sektor bank tabungan turun sekitar 300 miliar won selama periode yang sama. Seorang pejabat regulator keuangan menyatakan bahwa bank tabungan saat ini menetapkan dan mengelola target pertumbuhan pinjaman rumah tangga tahunan, tetapi pinjaman rumah tangga itu sendiri nyaris tidak bertambah. Sebagian besar bank tabungan mengelola pinjaman rumah tangga mereka dalam kisaran target pertumbuhan tahunan.
Regulasi Penyaluran yang Seragam Mengalihkan Peminjam ke Bank Komersial BerSuku Bunga Lebih Rendah
Tren ini mencerminkan perubahan regulasi yang diterapkan sejak tahun lalu yang memberlakukan aturan pinjaman rumah tangga identik di semua sektor perbankan tanpa memandang jenis institusi. Bank tabungan menghadapi pembatasan yang sama seperti bank komersial, termasuk batas plafon pinjaman yang dibedakan berdasarkan harga perumahan untuk pembelian di wilayah metropolitan Seoul dan wilayah yang diatur. Industri menjelaskan bahwa aktivitas penyaluran berkontraksi terutama karena aturan yang membatasi jumlah kredit agar berada dalam pendapatan tahunan juga berlaku untuk bank tabungan, yang terutama melayani peminjam dengan kredit menengah hingga rendah. Sebelumnya, peminjam yang kehabisan batas kredit di lembaga keuangan tingkat pertama kerap mencari pendanaan tambahan dari lembaga tingkat kedua seperti bank tabungan, tetapi arus permintaan itu menurun setelah plafon kredit dibatasi pada level pendapatan tahunan.
Sektor Keuangan Mutual Melambat di Kuartal II Setelah Pertumbuhan Kuat di Kuartal I
Sektor keuangan mutual menunjukkan pertumbuhan pinjaman rumah tangga dibandingkan bank tabungan sepanjang tahun, namun laju pertumbuhannya melambat secara signifikan pada kuartal kedua. Berbeda dengan kuartal pertama ketika pertumbuhan pinjaman rumah tangga tinggi, saldo bulanan pinjaman rumah tangga pada kuartal kedua sama ada menurun atau hanya menunjukkan kenaikan yang minimal setelah otoritas keuangan mengumumkan penguatan langkah pengelolaan total utang rumah tangga pada bulan April dan menegaskan adanya penalti bagi perusahaan keuangan yang gagal memenuhi target. Saemaul Geumgo mencatat penurunan pertama dari bulan ke bulan pada saldo pinjaman rumah tangga pada bulan Juni.
Serikat Kredit Individual Menyesuaikan Batas Pinjaman Berdasarkan Ketersediaan Dana
Beberapa serikat kredit yang memiliki kapasitas penyaluran secara mandiri menaikkan batas pinjaman. Serikat kredit A, yang sementara mengoperasikan batas pinjaman berbasis jaminan apartemen sebesar 300 juta won setelah penguatan regulasi pinjaman rumah tangga tahun lalu, memperluas batas tersebut kembali menjadi 600 juta won selama tahun ini. Seorang pejabat sektor keuangan menyatakan bahwa Saemaul Geumgo menyesuaikan batas pinjaman secara otonom dengan mempertimbangkan situasi dana masing-masing serikat kredit, fluktuasi simpanan, dan permintaan pinjaman.
FAQ
Apa penyebab penurunan pinjaman rumah tangga di bank tabungan pada paruh pertama tahun ini?
Bank tabungan mengalami penurunan pinjaman rumah tangga sekitar 300 miliar won pada paruh pertama tahun ini karena penerapan regulasi yang seragam di seluruh sektor perbankan serta para peminjam lebih memilih bank komersial dengan suku bunga yang relatif lebih rendah. Regulasi yang membatasi kredit agar sesuai dengan tingkat pendapatan tahunan khususnya berdampak pada bank tabungan yang melayani peminjam dengan kredit menengah hingga rendah.
Bagaimana perubahan pertumbuhan pinjaman sektor keuangan mutual pada kuartal kedua?
Laju pertumbuhan pinjaman rumah tangga sektor keuangan mutual melambat secara signifikan pada kuartal kedua setelah otoritas keuangan mengumumkan penguatan langkah pengelolaan utang rumah tangga pada bulan April. Saldo pinjaman rumah tangga bulanan sama ada menurun atau hanya menunjukkan kenaikan minimal, dengan Saemaul Geumgo mencatat penurunan pertama dari bulan ke bulan pada bulan Juni.