Menurut Wall Street Journal, CEO SK Hynix Guo Lu-zheng baru-baru ini menyatakan bahwa krisis kekurangan chip memori yang melanda pasar komputer, otomotif, dan elektronik konsumen dapat berlanjut melewati tahun 2030. Pernyataan tersebut disampaikan setelah perusahaan melakukan penawaran ADR di Amerika Serikat yang memecahkan rekor.
Pelanggan secara aktif mengamankan kontrak pasokan jangka panjang, yang mencerminkan keyakinan luas bahwa kekurangan tersebut akan berlangsung dalam waktu lama. Ketatnya pasokan terutama didorong oleh melonjaknya permintaan dari pembangunan pusat data untuk AI, yang kemudian merembet ke pasar PC, smartphone, dan otomotif, sehingga mendorong klien untuk mempercepat kesepakatan pasokan multi-tahun.