Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan (MOTIE) mengumumkan Rencana Ke-16 Jangka Panjang Pasokan dan Permintaan Gas Alam pada 27 Mei, dengan proyeksi bahwa permintaan gas alam domestik akan menurun pada tingkat rata-rata tahunan 0,94% dari 45,91 juta ton pada tahun berjalan menjadi 41 juta ton pada 2038. Rencana ini membahas pengelolaan pasokan yang stabil di tengah perubahan pola permintaan akibat kontraksi sektor pembangkit listrik dan ekspansi gas kota. MOTIE merinci langkah ekspansi infrastruktur, termasuk peningkatan kapasitas penyimpanan hingga 8,87 juta ton dan pembangunan pipa tambahan sepanjang 564 kilometer pada 2038 untuk memastikan stabilitas pasokan.
MOTIE Memproyeksikan Permintaan Gas Alam Menurun hingga 2038
Total permintaan gas alam diproyeksikan menurun dari 45,91 juta ton pada tahun berjalan menjadi 41 juta ton pada 2038, yang setara dengan penurunan rata-rata tahunan 0,94%. Permintaan gas kota dianalisis meningkat pada tingkat rata-rata tahunan 1,5% dari 23,56 juta ton pada tahun berjalan menjadi 28,16 juta ton pada 2038. Permintaan gas alam untuk pembangkit listrik diprediksi menurun pada tingkat rata-rata tahunan 4,51% dari 22,35 juta ton pada tahun berjalan menjadi 12,84 juta ton pada 2038, berdasarkan bauran pembangkit listrik dalam Rencana Dasar Ke-11 untuk Pasokan dan Permintaan Listrik Jangka Panjang.
MOTIE memprakirakan secara terpisah “permintaan pengelolaan pasokan” mengikuti Rencana Ke-15 Jangka Panjang Pasokan dan Permintaan Gas Alam untuk mengelola volatilitas secara stabil pada permintaan gas alam untuk pembangkit listrik. Dengan metodologi ini, total permintaan gas alam diproyeksikan meningkat sedikit pada tingkat rata-rata tahunan 0,01% dari 47,62 juta ton pada tahun berjalan menjadi 47,67 juta ton pada 2038. MOTIE mengumumkan akan merevisi dan melengkapi fluktuasi permintaan dari tiga mega-proyek—semikonduktor, artificial intelligence (AI) fisik, dan pusat data AI—dengan mencerminkan hasil yang telah dikonfirmasi dari Rencana Dasar Ke-12 untuk Pasokan dan Permintaan Listrik Jangka Panjang.
MOTIE Merencanakan Ekspansi Penyimpanan 8,87 Juta Ton hingga 2038
MOTIE berencana mengamankan kapasitas penyimpanan maksimum 8,87 juta ton pada 2038 melalui ekspansi tangki penyimpanan basis milik swasta serta membangun tambahan 564 kilometer pipa transmisi utama gas alam untuk memperluas infrastruktur pasokan secara tepat waktu guna memastikan pasokan dan permintaan gas alam tetap stabil. Kementerian mengonfirmasi langkah ekspansi infrastruktur ini sebagai bagian dari rencana ke-16 yang diumumkan pada 27 Mei.
MOTIE Memperkuat Sistem Cadangan Nasional dengan Keterlibatan Sektor Swasta
MOTIE berencana memperkuat sistem cadangan gas alam nasional untuk merespons ketidakpastian di pasar energi internasional. Kementerian akan mengejar langkah untuk memperluas keterlibatan sektor swasta, termasuk importir langsung untuk konsumsi sendiri dalam sistem cadangan yang berpusat pada publik saat ini, serta secara aktif memanfaatkan infrastruktur publik yang sudah ada. MOTIE akan membangun “Sistem Terpadu Manajemen Pasokan dan Permintaan Gas Alam” yang mengintegrasikan informasi impor dan persediaan dari pihak publik dan swasta untuk mengelola kondisi pasokan dan permintaan secara real time.
MOTIE Membentuk Sistem Manajemen Gas Alam Terpadu
MOTIE akan menetapkan sistem respons pasokan dan permintaan yang bersifat proaktif melalui prediksi dan simulasi krisis berbasis AI. Sistem manajemen terintegrasi akan mengonsolidasikan data impor dan persediaan gas alam dari sektor publik dan swasta untuk pemantauan real time. Sistem ini menjadi bagian dari langkah MOTIE untuk mengatasi volatilitas pasar energi internasional yang diuraikan dalam Rencana Ke-16 Jangka Panjang Pasokan dan Permintaan Gas Alam yang diumumkan pada 27 Mei.
FAQ
Apa yang diumumkan MOTIE Korea Selatan pada 27 Mei?
MOTIE mengumumkan Rencana Ke-16 Jangka Panjang Pasokan dan Permintaan Gas Alam pada 27 Mei, dengan proyeksi bahwa permintaan gas alam domestik akan menurun pada tingkat rata-rata tahunan 0,94% dari 45,91 juta ton pada tahun berjalan menjadi 41 juta ton pada 2038.
Mengapa permintaan gas alam untuk pembangkit listrik Korea Selatan menurun?
Permintaan gas alam untuk pembangkit listrik diprediksi menurun pada tingkat rata-rata tahunan 4,51% dari 22,35 juta ton pada tahun berjalan menjadi 12,84 juta ton pada 2038, berdasarkan bauran pembangkit listrik yang diuraikan dalam Rencana Dasar Ke-11 untuk Pasokan dan Permintaan Listrik Jangka Panjang.
Berapa kapasitas penyimpanan yang akan ditambahkan Korea Selatan hingga 2038?
MOTIE berencana mengamankan kapasitas penyimpanan maksimum 8,87 juta ton pada 2038 melalui ekspansi tangki penyimpanan basis milik swasta dan membangun tambahan 564 kilometer pipa transmisi utama gas alam.