Menurut Yonhapinfomax, otoritas keuangan Korea Selatan menerapkan persyaratan yang lebih ketat untuk penghapusan pencatatan saham berharga murah (penny stocks) pada bulan ini. Perusahaan yang diperdagangkan di bawah 1.000 won Korea selama 30 hari berturut-turut akan menghadapi penetapan manajemen dan prosedur penghapusan pencatatan. Untuk menghindari aturan baru, lebih dari 240 perusahaan tercatat mengumumkan konsolidasi saham pada 2026, naik lebih dari 20 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan 80, 19, 34, dan 36 keputusan konsolidasi terkonsentrasi masing-masing pada Maret hingga Juni.
Konsolidasi saham ini secara otomatis meningkatkan harga pelaksanaan waran secara proporsional. Namun, perusahaan yang menggunakan konsolidasi semata untuk menghindari regulasi tanpa perbaikan fundamental telah melihat harga saham turun tajam setelah konsolidasi, sehingga waran masuk ke status “jauh di luar kondisi uang” (deep out-of-the-money). Unichem, misalnya, mengalami penurunan harga warannya 20% di bawah 82 won setelah konsolidasi 10 banding 1, karena harga saham jatuh ke kisaran 3.000 won sementara harga pelaksanaan melonjak menjadi 9.140 won. Seorang manajer dana mencatat bahwa meskipun konsolidasi seperti itu tidak bisa diblokir secara hukum, konsolidasi tersebut menimbulkan risiko bagi pasar derivatif melalui volatilitas yang didorong regulasi.