Menurut Reuters, pada 12 Juli, Tata Consultancy Services (TCS) mengumumkan rencana untuk membentuk tim hingga 8.900 insinyur penerapan AI lini depan dan secara aktif mencari peluang akuisisi di sektor AI. Perusahaan itu percaya bahwa kecerdasan buatan akan menciptakan peluang bisnis baru, bukan menggerus operasi outsourcing TI tradisionalnya.
Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran investor bahwa AI bisa mengganggu industri layanan TI India senilai $315 miliar. Kekhawatiran pasar berfokus pada menurunnya permintaan untuk tim rekayasa, siklus proyek yang lebih singkat, serta potensi penekanan harga karena klien berharap berbagi kenaikan produktivitas yang didorong AI.