Sejumlah anggota parlemen Inggris, yang dipimpin Liam Byrne dan termasuk Dr Ellie Chowns, Siân Berry, Carla Denyer, serta Adrian Ramsay, mengajukan New Clause 34 pada RUU Representation of the People untuk melarang secara permanen donasi mata uang kripto kepada partai politik dan kandidat pemilu. Menurut catatan parlemen, amandemen tersebut akan menggantikan moratorium sementara pemerintah atas donasi politik kripto, dengan memperlakukan donasi dalam aset kripto sebagai tidak diizinkan berdasarkan hukum pemilu Inggris.
Para anggota parlemen menyatakan langkah ini bertujuan untuk "mencegah partai, penerima yang diatur, dan kandidat agar tidak menerima donasi dalam aset kripto atau dari hasil aset kripto, untuk mengurangi risiko donasi anonim dan tidak diizinkan." Para pendukung berargumen bahwa sifat transaksi kripto yang bersifat pseudonim menciptakan tantangan untuk memverifikasi donor dan mencegah pengaruh asing dalam pemilu Inggris. Usulan ini mengikuti kontroversi terbaru terkait pendanaan politik yang dikaitkan dengan Nigel Farage dan Reform UK.