Menurut Yonhap Infomax, indeks dolar AS turun menjadi 101,122 pada 22 Juli sore hari (ET), turun 0,057 poin (-0,056%). Euro naik 0,084% menjadi 1,14112 terhadap dolar, sementara dolar-yen turun menjadi 163,148.
Menguatnya euro mencerminkan kekhawatiran inflasi yang meningkat di kawasan euro setelah lonjakan harga minyak dan gas alam. Brent minyak mentah untuk pengiriman September melonjak 3,36% menjadi $94,07 per barel seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran. Presiden Trump mengancam akan membombardir fasilitas di dekat Teheran jika Iran menyerang kapal di Selat Hormuz, sementara ketua parlemen Iran menanggapi dengan ancaman untuk memblokir ekspor minyak regional. Namun, kenaikan dolar berbalik setelah muncul ekspektasi diplomatik. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS memiliki “pikiran terbuka” terhadap negosiasi dengan Iran.