Perusahaan AS termasuk DoorDash, Airbnb, dan Siemens mengadopsi model AI asal Tiongkok untuk menggantikan pemasok Amerika seperti Claude milik Anthropic dan ChatGPT milik OpenAI. Pergeseran ini didorong oleh efisiensi biaya, karena satu organisasi dilaporkan menghabiskan $500 juta per bulan untuk penggunaan Claude, sementara perusahaan yang intensif AI rata-rata sekitar $7.500 per karyawan per bulan untuk aplikasi AI menurut riset Ramp AI Index. Model AI Tiongkok dari startup seperti Moonshot AI, DeepSeek, dan Zhipu menawarkan kapabilitas yang sebanding dengan biaya yang jauh lebih rendah, serta keunggulan tambahan berupa arsitektur open-weight yang memungkinkan perusahaan menyesuaikan model dan mempertahankan kontrol lebih besar atas pemrosesan data sensitif.
DoorDash dan Perusahaan Besar Lainnya Mengadopsi Model AI Tiongkok untuk Hemat Biaya
Pendiri DoorDash, Andy Fang, menyatakan 上週 di platform X bahwa perusahaan meraih penghematan biaya yang signifikan dengan memakai model Moonshot AI untuk tugas tingkat rendah. Startup San Francisco Lindy telah sepenuhnya meninggalkan alat AI milik Anthropic demi model V4 terbaru dari DeepSeek. Perusahaan AI Tiongkok Zhipu merilis model GLM-5.2 上個月, menarik perhatian besar dari pelaku industri Silicon Valley. Model-model unggulan DeepSeek dan Zhipu menunjukkan kapabilitas yang melampaui atau mendekati pesaing AS sambil tetap mempertahankan biaya yang jauh lebih rendah.
Model Open-Weight Memungkinkan Kustomisasi Perusahaan dan Kontrol Keamanan
Karakteristik open-weight pada model Tiongkok memungkinkan perusahaan mengakses parameter model dan nilai numerik secara penuh, sehingga dapat melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan bisnis tertentu. Eugene Cheah, CEO platform Featherless.AI milik OpenRouter, Inc., mengatakan kepada media bahwa perusahaan menyadari mereka tidak perlu mengejar model “terbaik”, tetapi bisa memilih alternatif yang lebih cepat dan lebih murah. Arsitektur terbuka memberikan perusahaan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana model memproses data perusahaan yang sensitif, sehingga meningkatkan kontrol keamanan siber.
Pakar Industri Mengonfirmasi Keefisiensian Biaya Model AI Tiongkok
Sam Bresnick, peneliti di Center for Security and Emerging Technology milik Georgetown University, menyatakan bahwa model Tiongkok cukup praktis untuk sebagian besar beban kerja perusahaan, sehingga menciptakan insentif bagi perusahaan untuk memindahkan operasi ke model yang lebih ekonomis. Ia mempertanyakan: “Mengapa membayar biaya premium untuk model Anthropic dan OpenAI ketika model Tiongkok umumnya layak digunakan?” Aidan Gomez, CEO perusahaan AI Kanada Cohere, menyoroti bahwa pemasok model AI AS menghadapi tantangan kredibilitas, terutama setelah kabinet Trump pertama sementara menangguhkan akses ke model Mythos milik Anthropic di luar negeri, yang mengungkap potensi risiko ketergantungan berlebihan pada pemasok entitas tunggal.
FAQ
Perusahaan AS mana yang beralih ke model AI Tiongkok?
DoorDash, Airbnb, dan Siemens termasuk perusahaan besar yang mengadopsi model AI Tiongkok. Andy Fang, pendiri DoorDash, mengonfirmasi 上週 bahwa perusahaan memakai model Moonshot AI untuk penghematan biaya, sementara startup San Francisco Lindy telah sepenuhnya menggantikan alat Anthropic dengan model V4 dari DeepSeek.
Mengapa perusahaan AS memilih model AI Tiongkok dibanding pemasok Amerika?
Pengurangan biaya menjadi pendorong utama, karena satu organisasi menghabiskan $500 juta per bulan untuk penggunaan Claude menurut laporan media. Model AI dari DeepSeek, Moonshot AI, dan Zhipu menawarkan kapabilitas yang sebanding dengan biaya yang jauh lebih rendah. Selain itu, arsitektur open-weight memungkinkan perusahaan menyesuaikan model dan mempertahankan kontrol lebih besar atas pemrosesan data sensitif, sehingga menanggapi kekhawatiran biaya dan keamanan.