Departemen Luar Negeri AS meluncurkan Freedom Tech Excellence Program untuk mendorong kebebasan digital di seluruh dunia, dengan Bitcoin Policy Institute, Palantir Technologies, Anduril Industries, dan Victims of Communism Memorial Foundation sebagai mitra pendiri.
Inisiatif ini akan berfokus pada lima bidang prioritas: perlindungan Amandemen Pertama di era digital, melawan pengawasan ilegal dan penipuan online, teknologi yang meningkatkan privasi termasuk enkripsi, tata kelola AI yang bertanggung jawab, serta melindungi pengguna internet. Keikutsertaan Bitcoin Policy Institute menandakan Departemen Luar Negeri memandang Bitcoin dan blockchain sebagai alat untuk menghindari sensor dan pengawasan keuangan di negara-negara otoriter. Program ini akan menempatkan personel sektor swasta di dalam Departemen Luar Negeri untuk penugasan sementara guna membentuk upaya diplomatik terkait isu kebebasan digital.