AS Mengancam Brasil dengan Tarif 25% atas Sistem Pembayaran Pix Saat Negara-Negara Global Membangun Infrastruktur Mandiri

V0,23%
MA0,62%

Menurut The Economist, pada 13 Juli, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengancam Brasil dengan tarif balasan 25%, dengan klaim bahwa sistem pembayaran Pix real-time negara itu secara tidak adil mendiskriminasi perusahaan keuangan Amerika seperti Visa dan Mastercard. Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menanggapi bahwa Pix merupakan pencapaian kedaulatan Brasil dan tidak akan ditinggalkan.

Konflik ini mencerminkan tren global yang lebih luas menuju kemandirian sistem pembayaran. Eropa dan wilayah lain membangun infrastruktur pembayaran mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan yang dikendalikan AS. The Economist mencatat bahwa “pemecahan pembayaran” ini mengancam monopoli Visa dan Mastercard serta margin laba yang tinggi. Para analis memperingatkan bahwa jika fragmentasi keuangan terus berlanjut, PDB global dapat turun 2,6% pada 2030.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar