Serangan "angsa hitam" geopolitik: Bagaimana krisis Venezuela mempengaruhi saraf pasar kripto global
Sejumlah tindakan militer mendadak kembali mendorong Venezuela yang selama ini berada dalam krisis ekonomi ke pusat perhatian global. Pada 2 Januari waktu setempat, Amerika Serikat mengumumkan bahwa dalam sebuah operasi mereka menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, beserta istrinya. Peristiwa geopolitik yang meledak ini dengan cepat menyentuh saraf sensitif pasar cryptocurrency global, menyebabkan Bitcoin sempat turun sekitar 0,5% setelah berita tersebut diumumkan, menyentuh titik terendah di 89.300 dolar AS.
Namun, suasana panik di pasar tidak bertahan lama, Bitcoin dengan cepat rebound dalam beberapa jam, memulihkan sebagian besar kerugiannya. Tren "turun dulu, stabil kemudian" ini secara tepat mencerminkan peran ganda cryptocurrency di Venezuela: bagi masyarakat setempat, ini adalah "garis hidup" dalam menghadapi inflasi yang merajalela dan blokade keuangan; bagi pasar global, ini adalah penguat risiko geopolitik sekaligus menunjukkan ketahanan yang semakin berkembang. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang "ekonomi bertahan hidup kripto" Venezuela dan hubungan kompleksnya dengan fluktuasi pasar global.
Lihat AsliTerakhir diedit pada 2026-01-04 05:27:34