Otoritas Perjudian Belanda (Ksa) telah meminta platform prediksi Polymarket untuk menghentikan layanan di Belanda, jika tidak akan dikenai denda sebesar 420.000 euro (sekitar 462.000 USD) setiap minggu, dengan maksimum 840.000 euro.
Menurut otoritas pengawas, pasar prediksi dianggap sebagai “perjudian ilegal” menurut hukum Belanda ketika beroperasi tanpa izin. Perintah denda ini dikenakan kepada Adventure One QSS Inc., perusahaan yang mengelola Polymarket, karena menyediakan layanan taruhan kepada pengguna Belanda tanpa izin.
Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan pesat pasar prediksi global, terutama menjelang acara politik besar seperti pemilihan presiden AS 2024. Namun, banyak otoritas pengawas berpendapat bahwa membiarkan pengguna menaruh uang pada hasil acara dunia nyata sebenarnya adalah aktivitas perjudian, terlepas dari posisi platform sebagai alat keuangan.
Polymarket dan pesaingnya Kalshi berkali-kali menegaskan bahwa produk mereka adalah “kontrak acara” yang bersifat keuangan, bukan perjudian. Meski begitu, kedua platform menghadapi berbagai tantangan hukum di AS dan banyak negara lain seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Singapura, dan kini Belanda.
Para ahli di Belanda berpendapat bahwa langkah Ksa mencerminkan sikap pengawasan yang ketat, lebih mengutamakan perlindungan konsumen dan integritas sistem daripada pendekatan yang mendorong inovasi.