Para analis strategi komoditas memperingatkan bahwa dampak volatilitas iklim terhadap kelas aset sedang diremehkan, sementara para ahli meteorologi mengangkat kemungkinan El Niño yang rekor-breaking tahun ini. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menganalisis bahwa fenomena El Niño yang kuat akan terjadi di Samudra Pasifik tropis antara Juli dan September. Sementara itu, perusahaan prakiraan cuaca AS, Metdesk, mengamati bahwa apa yang disebut 'super El Niño' dapat melampaui peristiwa El Niño besar tahun 1982, 1997, dan 2015. Para perencana strategi investasi memprediksi bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti suhu tinggi, kekeringan, dan hujan lebat yang dipicu oleh El Niño akan mengacak prospek investasi untuk aset komoditas. Albert Chu, manajer portofolio di Man Group, menekankan bahwa "menganggap El Niño saat ini sebagai peristiwa satu kali dan terus meremehkan dampak volatilitas iklim di pasar komoditas menimbulkan risiko nyata bagi investor."
Komoditas Pertanian Mengalami Lonjakan Harga akibat Penurunan Hasil Panen
Sektor pertanian diperkirakan mengalami gangguan terbesar. Menurut Société Générale, harga komoditas pertanian naik 7% selama bulan Juli, dan harga kakao, kopi, serta gandum melonjak 8% dalam satu minggu. Man Group menyatakan dalam sebuah laporan bahwa jika fenomena El Niño menguat lebih lanjut, laju inflasi pangan bisa mencapai angka dua digit pada 2027.
Bank of America (BofA) mengidentifikasi kopi, kakao, jagung, dan gandum sebagai tanaman yang paling rentan terhadap kenaikan suhu. BofA menyatakan bahwa "harga jagung tetap jauh di bawah nilai" dan memprediksi bahwa harga jagung, yang saat ini sekitar $4,70 per bushel, akan naik kira-kira $1 untuk mencapai $5,50–6,00. Bank itu menambahkan bahwa "dampak El Niño dapat menyebabkan produksi gula di Brasil dan Thailand anjlok 10% pada 2026–2027."
Produksi Logam Dihadapkan pada Keterbatasan Pasokan Air dan Daya
Fenomena cuaca ekstrem yang dianalisis memiliki dampak yang cukup besar pada pasar logam juga. Chu dari Man Group menyatakan bahwa "produksi tembaga menggunakan jumlah air yang sangat besar, jadi jika gelombang panas atau kekeringan terjadi, kondisi pasokan bisa menjadi sangat ketat."
Terkait aluminium, ia mencatat bahwa "biaya listrik menyumbang 30–40% dari biaya produksi, dan smelter mengandalkan tenaga listrik tenaga air," sambil memprediksi bahwa "pendingin ruangan, produksi pangan, dan pertumbuhan artificial intelligence (AI) akan terlibat dalam persaingan yang semakin sengit untuk memperebutkan sumber daya listrik dan air yang langka."
FAQ
Apa yang diprediksi WMO tentang El Niño tahun ini?
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menganalisis bahwa fenomena El Niño yang kuat akan terjadi di Samudra Pasifik tropis antara Juli dan September, sementara perusahaan prakiraan cuaca AS, Metdesk, mengamati bahwa 'super El Niño' ini bisa melampaui peristiwa El Niño besar tahun 1982, 1997, dan 2015.
Seberapa besar harga komoditas pertanian naik pada Juli menurut Société Générale?
Menurut Société Générale, harga komoditas pertanian naik 7% selama bulan Juli, sementara harga kakao, kopi, dan gandum melonjak 8% dalam satu minggu.
Berapa prakiraan harga jagung versi Bank of America?
Bank of America memprediksi bahwa harga jagung, yang saat ini sekitar $4,70 per bushel, akan naik kira-kira $1 untuk mencapai $5,50–6,00, sambil menyatakan bahwa harga jagung tetap jauh di bawah nilai.