Daewoo E&C mempercepat strategi pasar Indonesia selama kunjungan CEO Jung Won-joo dari tanggal 7 hingga 11, dengan mengusulkan model pengembangan terintegrasi yang memadukan pembangkit small modular reactors (SMR), pabrik gas alam cair (LNG), serta pusat data kecerdasan buatan berskala gigawatt. Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan keahlian infrastruktur energi perusahaan di pasar strategis utama. Daewoo E&C telah menyelesaikan proyek senilai $540 juta di Indonesia sejak pertama kali masuk pasar pada 1986, termasuk pabrik kertas Kraft, District 8, dan ekspansi Tangguh LNG Tahap 2.
Jung Won-joo Memperkenalkan Model Terintegrasi SMR-LNG-AI kepada Pejabat Indonesia
CEO Jung Won-joo berkunjung ke Jakarta dari tanggal 7 hingga 11, bertemu dengan pejabat pemerintah Indonesia serta pengembang besar untuk membahas kerja sama lintas bisnis pertumbuhan masa depan. Selama kunjungan, Jung memperkenalkan kapabilitas teknologi Daewoo E&C yang telah terakumulasi dalam infrastruktur energi kepada Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi Energi Parlemen Indonesia, dan Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Source: Daewoo E&C
Jung memaparkan model “pengembangan terintegrasi serba bisa” yang menggabungkan infrastruktur pembangkit listrik, termasuk SMR serta terminal dan pembangkit LNG, dengan pusat data AI berskala gigawatt. Pada pertemuan berikutnya dengan Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara (dana kekayaan negara Indonesia), Jung membahas perluasan kerja sama dalam proyek pengembangan investasi, termasuk pengembangan kota baru.
Daewoo E&C Menyelesaikan $540M Proyek di Indonesia Sejak 1986
Daewoo E&C pertama kali masuk Indonesia pada 1986 dan sejak itu telah mengeksekusi proyek senilai total $540 juta. Portofolio perusahaan mencakup pabrik kertas Kraft, District 8, serta Tahap 2 proyek ekspansi Tangguh LNG.
Perusahaan Menjadikan Indonesia sebagai Pasar Strategis Inti
Seorang perwakilan Daewoo E&C menyatakan, “Indonesia adalah pasar strategis inti bagi Daewoo E&C, dan kami akan menjadi mitra tepercaya tidak hanya dalam pengembangan real estat, tetapi juga dalam pembangkit LNG, infrastruktur energi, serta pusat data AI.”
FAQ
Apa yang diusulkan Daewoo E&C selama kunjungan Indonesia Jung Won-joo?
Daewoo E&C mengusulkan model pengembangan terintegrasi yang menggabungkan small modular reactors (SMR), terminal dan pembangkit LNG, serta pusat data AI berskala gigawatt selama kunjungan CEO Jung Won-joo dari tanggal 7 hingga 11.
Berapa nilai proyek yang telah diselesaikan Daewoo E&C di Indonesia?
Daewoo E&C telah menyelesaikan proyek senilai $540 juta di seluruh Indonesia sejak pertama kali masuk pasar pada 1986, termasuk pabrik kertas Kraft, District 8, dan ekspansi Tangguh LNG Tahap 2.