Pada 23 Juli 2026 pukul 17:45 hingga 18:00 (UTC), ETH anjlok cepat sebesar 0,56% dalam 15 menit. Harga turun dari sekitar $1.890 menjadi $1.875,35, dengan fluktuasi intraday mencapai 0,79%. Dalam 24 jam terakhir, ETH melemah dari puncak $1.956 ke sekitar $1.890, turun sekitar 2,45%. Harga saat ini sudah menyentuh area low intraday, sementara perhatian pasar meningkat jelas dan volatilitas makin kencang.
Pemicu utama pergerakan yang tidak biasa ini adalah tekanan jual teknis yang terjadi di sekitar level resistensi kunci ETH. Data order book menunjukkan rasio kedalaman beli-jual hanya 0,17; sisi jual jauh lebih dominan, dengan total 1,87 unit order jual dibanding hanya 0,33 unit order beli. Selain itu, di $1.890,01 terbentuk “wall” jual 0,86 unit yang membentuk 45,9% dari 5 kedalaman teratas. Order book yang sangat tipis menandakan likuiditas saat ini sangat terbatas; dengan sedikit order jual saja, harga bisa terdorong turun, sehingga ini termasuk koreksi teknis khas ber-likuiditas rendah.
Selain itu, BTC dominance naik hingga 59% menyebabkan dana mengalir dari altcoin ke BTC, sehingga ETH/BTC mendapat tekanan. Arthur Hayes dalam 8 hari terakhir terus membeli 3.270 ETH (harga rata-rata $1.917); transaksi terbaru 644 ETH selesai 8 jam lalu, tetapi harga beli rata-rata masih lebih tinggi daripada harga pasar saat ini, sehingga floating loss jangka pendek belum mampu membalikkan tren melemah dalam waktu dekat. Dari sisi teknikal, MA 15 menit beralih menjadi bearish; ADX 1 jam hanya 12,5 yang menunjukkan tidak ada arah tren yang jelas. Namun MA 4 jam masih bertahan bullish, artinya struktur menengah belum sepenuhnya rusak.
Yang perlu diperhatikan sekarang adalah support jangka pendek di $1.889-$1.890; jika tembus, berpotensi terjadi penurunan lebih lanjut. Untuk resistance, perhatikan $1.917 (harga rata-rata Arthur Hayes) dan $1.956 (puncak 24 jam). Stabilnya kurs ETH/BTC serta apakah BTC mampu menembus kisaran $66.000-$67.000 akan menjadi indikator kunci yang dipantau. Karena likuiditas order book sangat rendah, risiko volatilitas jangka pendek lebih tinggi; perlu waspada terhadap efek berantai akibat likuidasi long ber-leverage.