Futures obligasi pemerintah Korea Selatan naik pada pagi 15 Juli setelah rilis data inflasi konsumen AS bulan Juni yang jauh di bawah ekspektasi pasar, sehingga probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini turun tajam. Menurut Yonhap Infomax, per 9:15 AM pada 15 Juli, futures obligasi tenor 3 tahun diperdagangkan naik 15 tick menjadi 102,87, sementara futures obligasi tenor 10 tahun naik 25 tick menjadi 105,30. Pelaku pasar mencatat bahwa meski data CPI AS mendukung prospek bullish untuk obligasi Korea, kenaikan lanjutan mungkin terbatas karena rapat Komite Kebijakan Moneter Bank of Korea dijadwalkan pada hari berikutnya.
Futures Obligasi Korea Selatan Naik karena Investor Asing Net Sell Kontrak
Menurut Yonhap Infomax, futures obligasi pemerintah Korea tenor 3 tahun berada di 102,87 per 9:15 AM pada 15 Juli, naik 15 tick dari sesi sebelumnya. Futures obligasi tenor 10 tahun diperdagangkan di 105,30, naik 25 tick. Investor asing melakukan net sell sebanyak 274 kontrak futures obligasi tenor 3 tahun dan 1.369 kontrak futures obligasi tenor 10 tahun selama sesi tersebut.
CPI AS Juni Turun 0,4% Secara Bulanan di Bawah Perkiraan
Kementerian Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Consumer Price Index utama pada Juni turun 0,4% secara bulanan, mencatat penurunan terbesar sejak April 2020 ketika turun 0,8%. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan pasar yakni penurunan 0,1%. CPI inti tetap datar secara bulanan, juga di bawah ekspektasi kenaikan 0,2%.
Probabilitas Kenaikan Suku Bunga The Fed Turun dari 41,7% ke 15,5%
Pasca data CPI yang lebih lemah dari perkiraan, probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini turun tajam. Menurut CME FedWatch, pasar futures federal funds rate menunjukkan probabilitas kenaikan sebesar 15,5% bulan ini, turun dari 41,7% pada hari sebelumnya.
Imbal Hasil Treasury AS Turun Setelah Rilis CPI
Pasar obligasi New York merespons dengan bull steepening setelah data CPI. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun turun 8,8 basis poin, sementara imbal hasil tenor 10 tahun turun 3,3 basis poin.
Trump Mencabut Tarif 'Management Fee' Selat Hormuz saat Harga Minyak Naik
Terkait konflik AS-Iran, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencabutan 'management fee' 20% yang akan dikenakan pada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, harga minyak internasional naik secara moderat. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus ditutup pada sesi New York di $79,34 per barel, naik 1,54% dari sesi sebelumnya.
Pelaku Pasar Sebut Rapat BOK sebagai Faktor Pembatas untuk Reli Obligasi
Seorang dealer obligasi di sebuah bank mengatakan, "Fakta bahwa inflasi AS menunjukkan kontraksi secara bulanan yang cukup besar tampaknya berarti," namun menambahkan, "Namun, indikator inflasi tertinggal satu bulan, dan saat ini konflik AS-Iran kembali menguat dengan harga minyak naik, jadi ini bukan isu yang akan mengubah arah." Dealer tersebut mencatat, "Dengan rapat Komite Kebijakan Moneter besok dijadwalkan dan ini merupakan kenaikan suku bunga pertama, tampaknya mereka akan benar-benar hawkish, yang menandakan kemungkinan kenaikan tambahan."
Seorang dealer obligasi di sebuah perusahaan sekuritas mengatakan, "Reli akan terbatas karena rapat Komite Kebijakan Moneter besok diperkirakan hawkish," menambahkan, "Dengan perang yang menguat, tidak terlihat banyak hal yang dapat mengubah logika gubernur."
FAQ
Apa yang menyebabkan futures obligasi Korea naik pada 15 Juli?
Futures obligasi pemerintah Korea naik pada pagi 15 Juli setelah data CPI AS bulan Juni menunjukkan penurunan 0,4% secara bulanan, jauh di bawah penurunan perkiraan 0,1%. Data inflasi yang lebih lemah ini menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini dari 41,7% menjadi 15,5% menurut CME FedWatch, sehingga memicu reli di pasar obligasi AS dan Korea.
Bagaimana pasar Treasury AS bereaksi terhadap rilis CPI Juni?
Pasar obligasi New York menunjukkan respons bull steepening terhadap data CPI Juni. Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun turun 8,8 basis poin, sementara imbal hasil tenor 10 tahun turun 3,3 basis poin, yang mencerminkan ekspektasi yang lebih rendah untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Mengapa pelaku pasar memperkirakan kenaikan terbatas pada obligasi Korea meski data AS positif?
Pelaku pasar menyebut rapat Komite Kebijakan Moneter Bank of Korea yang dijadwalkan pada hari berikutnya sebagai faktor pembatas. Para dealer obligasi mencatat bahwa rapat tersebut diperkirakan menghasilkan komentar hawkish yang menandakan potensi kenaikan suku bunga tambahan, terutama mengingat konflik AS-Iran yang berkelanjutan dan harga minyak yang meningkat yang dapat menekan inflasi.